Monthly Archives: January 2003

Sama Nama Beda Bendera

Ali Imron dan Ali Gufron mencabut kuasa hukumnya pada TPM dan dialihkan pada LBH Bulan Bintang. Amrozi tetap didampingi TPM. Ada tujuan politis?

Rabu pekan ini, Tim Pembela Muslim (TPM) seharusnya tidak mendampingi Ali Imron dalam pemeriksaan. Apalagi Alik diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi tersangka lain. Namun TPM yang terdiri dari Achmad Michdan, Made Rahman, Andi Windo, dan Akhmad Kholid itu harus menunggu pemeriksaan kliennya. Ketika istirahat di sela-sela pemeriksaannya sebagai saksi bagi tersangka yang lain, Alik, panggilan akrab Ali Imron ditemui empat anggota TPM. Pertemuan berlangsung sekitar 20 menit pada tengah hari di ruang Reserse Umum Gedung Direktorat Reserse Polda Bali.

Setelah menemui Alik, Made Rahman dan kawan-kawannya menemui Ali Gufron yang pada hari itu juga diperiksa sebagai tersangka. Pertemuan berlangsung di ruang Penyidikan Ekonomi lantai dua gedung yang sama. Dalam pertemuan sekitar 15 menit itu, TPM juga membahas persoalan seperti dikatakan pada Ali Imron. TPM menanyakan kebenaran pencabutan surat kuasa kedua tersangka kasus bom Bali itu pada TPM. Mukhlas sendiri mengaku kaget dengan adanya pemindahan kuasa hukum. Sebab dari awal dia sudah memberikan kuasa hukum pada TPM.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping

Sudah Mahal Arogan Pula

Mahalnya tarif pembuatan kartu identitas penduduk pendatang di Denpasar menuai protes. Petugas pun arogan.

Sekitar 500 massa berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Denpasar Senin lalu. Kelompok yang bernama Komite Perjuangan Rakyat Kecil (KPRK) itu menuntut agar biaya pembuatan Kartu Identitas Penduduk Pendatang (KIPP) di Denpasar diturunkan. Sebab, biaya pembuatan kartu identitas untuk warga yang tinggal di Denpasar namun tidak berasal dari Denpasar itu terlalu tinggi. Mereka harus membayar Rp 200 ribu tiap membuat KIPP yang berlaku selama tiga bulan. Setelah itu, mereka harus membuat lagi dengan biaya yang sama. “Kami sangat berkeberatan dengan itu,” kata Yusuf Umar, Koordinator KPRK.

Massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, pedagang kaki lima, tani, tukang sablon, dan rakyat kelas bawah lainnya itu mengawali aksi dari Kampus Universitas Udayana (Unud) Denpasar. Dari kampus Unud mereka menuju kantor Walikota yang berjarak sekitar 2 km.

Continue reading

3 Comments

Filed under Aneka Rupa, Kliping

Kartun Made in Bali

Doraemon, Pokemon, Aladin, dan beberapa kartun lain sebagian dibuat di Bali. Terancam karena komputerisasi.

Dua cowok dan satu cewek sedang berjalan menyeberang jalan. Tiba-tiba datang seseorang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tukang kebut itu hampir menabrak dua orang diantara penyeberang jalan. Untunglah tidak sampai kena karena dia cepat membelokkan motor. Namun, brak!, tukang kebut itu menabrak mobil hingga terpelanting ke tanah, terkapar.

Adegan itu bukan nyata. Pelakunya hanya kartun. Dan, setelah peristiwa itu muncul tulisan “Kecerobohan Bisa Berakibat Fatal”. Iklan layanan mayarakat itu hasil kerjasama Bali TV dan PT Marsa Juwita Indah (MJI). Iklan berdurasi 30 detik itu adalah karya pertama PT MJI yang diproduksi sendiri dari penentuan tema, penggambaran, hingga rekaman. Namun adegan itu kemudian menarik perusahaan makanan anak di Surabaya untuk memesan iklan produknya di PT MJI. Jadilah dua merk produksi perusahaan tersebut dibuat PT MJI dalam bentuk kartun.

Continue reading

5 Comments

Filed under Aneka Rupa, Bali, Kliping, Pekerjaan

Dari CGI untuk Aceh dan Bali

Dalam pertemuan yang tertutup untuk wartawan di Jakarta Room Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, kemarin isu yang dibahas tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Indternational NGO Forum on Indonesia Development (INFID) Binny Buchory, belum ada upaya untuk melihat bagaimana Indonesia bisa mendorong adanya perubahan sikap terhadap utang. Binny yang hadir sebagai observer bersama delapan aktivis NGO lainnya itu mengatakan pembicaraan masih seputar bagaimana meningkatkan investasi, devisit anggaran. “Sedangkan kebijakan-kebijakan macropolicy, program penjualan aset-aset, dan pencabutan subsidi malah tidak dibahas,” kata Binny.

Kepala Bappenas Kwik Kian Gie pun mengatakan hal-hal yang sudah jelas tidak terlalu berguna. “Kalau hanya ngomong tentang konsep pembangunan, Indonesia sudah memiliki banyak orang pinter. Kita tidak perlu CGI untuk itu,” tegas Kwik.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping

Jarum Suntik Tersandung Masalah Klasik

Penularan HIV/AIDS karena jarum suntik lebih tinggi dibanding karena hubungan seks. Penanganannya membentur masalah klasik, dana.

Ketika mengangkat secangkir kopi, tangan kanan laki-laki itu gemetar. Terlihat tidak kuat. Tangan kirinya lalu menopang bagian bawah cangkir keramik putih itu. Matanya menatap kosong. Wajah ovalnya kurus sehingga tulang iganya terlihat menonjol. Beberapa bercak putih panu pun ada di wajah laki-laki berumur 22 tahun itu. Sinar matanya tidak bersemangat.

Dia memberikan nama samaran Suharta untuk ditulis. “Saya tidak mau keluarga saya tahu kalau saya juga mengidap HIV/AIDS,” pintanya. Siang itu di sebuah kafe, dia mengenakan celana jeans dan baju hitam dengan kancing bagian atas terbuka memperlihatkan singlet putihnya. Sekitar dua jam, Suharta menceritakan pengalamannya sehingga mengidap HIV/AIDS.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping

Pedanda Gunung Jemput Bola

Dharma wacana dengan jemput bola bukan hal baru. Bisa jadi malah tidak efektif.

Meski telah mendapat penghargaan sebagai salah satu tokoh yang berperan besar bagi dinamika Bali, Ida Pedanda Made Gunung masih merasa belum pantas. Made Gunung, sebagai seorang pedanda, masih terbuka menerima setiap umat yang minta dharma wacananya. Demikian halnya ketika ditemui GATRA di griyanya di Griya Gede Kemenuh, Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Pedanda Made Gunung mengenakan baju lengan panjang dan kamen (sarung) putih. Jenggotnya sepanjang dada juga memutih. Namun rambutnya masih hitam dengan ikatan di bagian belakang, klimis. Dia duduk di atas alas putih juga di bale agung griya. Di sampingya ada lemari berisi lontar dan buku-buku agama. Ada aquarium di salah saru sudut bale. Di griya itu juga ada sekitar sepuluh ekor di burung dan tiga ekor anjing. Suasana griya juga teduh oleh beberapa pohon di dalamnya. “Kita harus menyayangi binatang dan tumbuhan,” kata bapak lima anak itu. Hanya satu jam wawancara karena pagi itu dia harus memberikan dharma wacana di Kantor Distribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Denpasar lalu siangnya ke Klungkung hingga malam hari.

Continue reading

6 Comments

Filed under Bali, Kliping