Monthly Archives: May 2003

Mahalnya Pengamanan Sebuah Sidang

Pemprov Bali mengeluarkan dana Rp 1,5 milyar untuk persiapan persidangan bom Bali. Dana konsumsi petugas pengamanan jauh lebih banyak.

Dengan alasan keamanan, sidang kasus bom Bali digelar Senin pekan ini di Gedung Wanita Nari Graha Denpasar. Gedung ini masuk di kawasan gubernuran Renon Denpasar. Gedung ini menghadap Jl Tjut Nya’ Dien. Di kanan Nari Graha tedapat gedung Kesehatan Provinsi Bali. Di kiri terdapat Gedung Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan serta Gudang Induk Provinsi Bali. Di belakangnya ada gedung Dinas Pertanian Tanaman Pangan yang bersebelahan dengan Kejaksaan Tinggi Bali.

Kantor Gubernur Bali dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berjarak sekitar seratus meter dari lokasi yang mendapat perhatian dari sekitar 115 media massa lokal, nasional, dan internasional ini. Lapangan Puputan Renon, alun-alun terbesar di Bali, hanya berjarak sekitar 75 m. Di lapangan ini siap siaga dua helikopter meski tidak diadakan sidang.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping, Pekerjaan

Persidangan dengan Pengunjung Orang Dalam

Sidang pertama kasus bom Bali digelar Senin pekan ini. Pengunjungnya “orang dalam”.

Satu per satu, anggota jaksa penuntut umum (JPU) saling berpelukan di pelataran Pura Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Senin pekan lalu sebelum sidang dimulai. Sebelumnya, tiga anggota JPU Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, dan Wayan Suwela diperciki tirta (air) oleh “pemangku” Nengah Budhiyasa, yang sehari-hari juga jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. “Sembahyang ini dilakukan khusus untuk persiapan para jaksa agar diberi kekuatan oleh Tuhan,” kata Budhiyasa, sang “pemangku”. Salah seorang jaksa wanita di Kejati Bali bahkan berkaca-kaca ketika menyalami para jaksa yang akan menuntut terdakwa Amrozi tersebut.

Sidang kasus peledakan bom Bali resmi dilaksanakan Senin pekan ini. Terdakwa pertama yang diadili adalah Amrozi bin H Nur Hasyim. JPU terdiri dari Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, Wayan Suwela, Urip Tri Gunawan, Erna Normawati, dan Mohammad Salim. Nama terakhir ini khusus didatangkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Continue reading

1 Comment

Filed under Bali, Kliping

Ketika Pengacara Lawan Pangdam

Dituduh melanggar HAM, Pangdam laporkan pengacara ke polisi. Pengacara sibuk mencari dukungan.

Senin dua pekan lalu, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen Agus Suyitno melaporkan Rizaldy Watruti ke Polda Bali. Rizaldy yang pengacara itu dituduh telah mencemarkan nama baik Pangdam pengganti Willem T da Costa tersebut. Pangdam diwakili anak buahnya di bagian Hukum Kodam (Kumdam) antara lain Cholid Ashari, Hudi Purnomo, Cokorda Gde Darma Putra, Satriyo NC, dan Hanifah Hidayatullah.

Pelaporan Pangdam itu sekaligus adalah “jawaban” atas pengaduan Rizaldy D Watruty kepada Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali. Sebelumnya, pada 7 April lalu, Rilzady D Watruty berkirim surat pada Ketua Komisi A DPRD Bali. Surat bernomor 035/RZL/Srt.Lap/IV/2003 itu terdiri dari tujuh poin. Namun bagian paling “pedas” justru pada poin ketujuh yaitu bahwa Pangdam IX/Udayana telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atas klien Rizaldy yang bernama I Ketut Nurasa. Selain itu, menurut Rizaldy, Pangdam pun telah melakukan persidangan yang penu rekayasa dan tidak bertanggungjawab atas bukti-bukti kasus kliennya tersebut. Dengan alasan-alasan tersebutlah Rizaldy kemudian meminta kepada Ketua Komisi A DPRD agar melakukan hearing seputar kasus yang dialami kliennya, I Ketut Nurasa.

Continue reading

2 Comments

Filed under Aneka Rupa, Kliping, Pekerjaan

Menyelami Keindahan Laut Tulamben

Perjalanan ke Tulamben, Bagian Timur Bali

Karang, ikan, dan bangkai kapal (wreck) di Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem membuatnya jadi tempat menyelam yang disejajarkan dengan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan Bunaken, Sulawesi Utara.

Agar puas menikmati perjalanan di Tulamben, sebaiknya datang ke Tulamben sejak sore, atau paling tidak bermalam di sana. Sebab, kita bisa menikmati sun rise di selat Lombok tersebut. Desa Tulamben masuk Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Jaraknya sekitar 200 km dari Denpasar, atau 60 km dari ibukota Kabupaten Karangasem. Sebelah timur desa ini adalah selat Lombok, yang jadi tempat menyelam, dan sebelah barat kita bisa melihat Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali.

Jaraknya yang jauh ini pun bisa jadi pertimbangan. Kalau berangkat pagi dari Denpasar, fisik kita sudah lelah karena lamanya perjalanan. Apalagi medan perjalanannya naik turun. Fisik yang lelah, tidak bagus untuk melakukan menyelam (diving). Masalah lain, kalau kita datang terlalu siang, visibility (jarak pandang) selama menyelam pun tidak bagus. Antara pukul 07.30-10.00 wita, visibility di Tulamben mencapai 25-30 meter. Kalau jam 10.30 ke atas tinggal maksimal 10 meter.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Pekerjaan, Perjalanan

Habis Menjabat Terbitlah Buku

Selesai menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah (Kaolda) Bali, Irjen Pol Budi Setiawan akan mengeluarkan buku tentang bom Bali.

“Tidak ada pesta yang tidak bubar. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” kata Irjen Pol Budi Setiawan Senin pekan ini di Mapolda Bali Denpasar. Demikian halnya dengan tugasnya di Bali. Sejak 25 April lalu pria kelahiran Purwokerto itu pun harus mengakhiri tugasnya sebagai Kapolda Bali. Selanjutnya, Budi Setiawan akan menjabat sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Polri di Lembang Jawa Barat. Sedangkan sebagai gantinya, Irjen Pol Made Mangku Pastika akan menjabat sebagai Kapolda Bali.

Menjabat sebagai Kapolda Bali sejak Oktober 2001 lalu, Budi Setiawan mengaku kasus bom Bali memberikan kesan tersendiri baginya. Maka, kesan-kesan itu akan disampaikannya dalam sebuah buku. Judulnya: Tragedi Bom Bali dengan sub judul Kupenuhi Janjiku pada Bangsa dan Negara. Buku tentang Budi Setiawan tersebut hingga saat ini masih dalam penyusunan oleh Muhammad Ismail, mantan wartawan Suara Merdeka yang kini jadi Direktur Utama PT Panca Mitra Setia, perusahaan yang menangani masalah public relation. Ismail teman lama Setiawan ketika dia menjabat sebagai Direktur Bimas Agama Budha pada 1994. Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali