Monthly Archives: July 2003

Pameran Sapi Pertama di Asia

Pelukis Bali dari berbagai aliran berkarya di patung sapi. Dipamerkan di mall, bandara, restoran, juga galeri. Pertama kali di Asia.

Beberapa pengunjung Mall Bali Galeria di Jl By Pass Ngurah Rai Kuta Rabu sore pekan ini tersenyum. Ada juga pengunjung yang tertawa, sebagian hanya melihat sekilas. Ada juga yang sibuk memotret. Objek mereka adalah patung sapi yang penuh dengan gambar kartun.

Kartun-kartun itulah yang membuat para pengunjung tersenyum. Di seluruh bagian sapi itu penuh dengan gambar-gambar kartun. Misalnya di iga kanan patung tersebut. Ada gambar kartun seseorang berpakaian adat Bali berkata pada turis, “Please Have A Look Sir..!!”. Telunjuk orang itu mengarah ke gambar tangki bensin 10.000 liter. Namun yang membawa bukan mobil, tapi kuda. Di sebelah gambra itu juga ada kereta api keluar dari terowongan dan di rel sebelahnya ada kereta yang juga ditarik kuda.

Continue reading

1 Comment

Filed under Bali, Kliping

Paket Selundupan di DPRD Bali

Paket di luar hasil keputusan fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba nongol di bursa cagub Bali. Masih kontroversi.

Tangan kanannya mengepal. Tangan kirinya memegang mik tanpa kabel (wireless). Tiga kali laki-laki bertumbuh tambun itu berteriak, “Merdeka!” sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara. Setelah itu disambung dengan teriakan, “Hidup Mega!”. Toh, sebagian massa PDI Perjuangan di depannya malah menjawab sinis, “Huuu.!” Masih dengan posisi duduk, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali itu melanjutkan bicaranya. “Dengan ini saya menyatakan mundur sebagai calon wagub Bali. Saya tetap mendukung kader walaupun sempat berpaket dengan non kader,” kata Usdek Maharipa, laki-laki tersebut.

Kamis pekan ini seharusnya menjadi waktu bagi Usdek Maharipa untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai calon wagub Bali periode mendatang. Sebagai calon wagub, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bali itu berpasangan dengan Ary Sutha. Namun, di depan anggota DPRD Bali dan massa PDI Perjuangan Bali, wakil rakyat dari Abiansemal, Badung itu malah mengundurkan diri dari pencalonan.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping

Menapak Tilas Jejak Borobudur

Kapal berdasar relief di Candi Borobudur direncanakan berlayar ke Cape Town, Afrika Barat. Tanpa mesin, hanya menggunakan tiga layar.

Tarian Kanaka Sura menandai pelepasan kapal yang untuk sementara dinamai Kapal Borobudur tersebut. Enam orang, diapit empat anggota TNI AL, berdiri di kapal menghadap ke arah undangan, diantaranya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) I Gede Ardika. Seusai tarian yang ditarikan enam perempuan itu, I Gede Ardika memberikan sambutan. “Mewujdukan ekspedisi kapal Borobudur adalah suatu kebanggan bagi bangsa Indonesia,” katanya di depan seratusan undangan.

Upacara di Jana Segara Sanggraha, Pelabuhan Benoa Bali, Selasa pekan lalu itu hanya meresmikan kapal Borobudur. Pelepasannya sendiri akan dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri 15 Agustus nanti dalam rangkaian Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurut Ardika, nama kapal itu akan diberikan oleh Megawati dalam pelepasannya nanti. “Kami sudah memberikan beberapa nama kepada ibu (presiden),” katanya. Borobudur hanya nama sementara.

Setelah diresmikan di Benoa, Bali, kapal akan berangkat pekan ini. Waktunya belum pasti. Namun menurut Muhammad Abduh, salah seorang awak, kapal akan diberangkatkan dari Bali kira-kira 25 Juli ini. [Minggu kemarin saya cek ke Benoa, kapal itu memang belum berangkat. Namun posisinya sudah berubah. Ketika diresmikan, kapal itu merapat di terminal kedatangan Pelabuahn Benoa, yang jadi tempat peresmian. Kemarin kapal itu berada di tengah. Jarak dari daratan sekitar 200 meter. Tidak ada aktivitas yang mencolok pada kapal itu. Mirip mobil parkirlah. :anton:]. Dari Benoa, kapal akan menuju Tanjung Perak (Surabaya), Tanjung Emas (Semarang), mampir sebentar di Kepulauan Karimun Jawa (Jawa Tengah), lalu ke Tanjung Priok (Jakarta). Di pelabuhan terakhir itulah, kapal akan diberangkatkan oleh presiden.

Continue reading

1 Comment

Filed under Aneka Rupa

Dari Surfing Keliling Dunia

Sejak 9 tahun I Made Adi Putra tertarik surfing. Prestasinya hingga internasional. Saat ini juga jadi model iklan sebuah bank.

Lemari kaca itu berdiri di pojok tembok teras rumah berkeramik merah. Tingginya sekitar dua meter dengan kaca bening tembus padang. Berbagai penghargan berupa piala dapat dilihat lemari itu. Ada 12 piala penghargaan ada di dalamnya. Antara lain piala juara II Bali Open Contest pada 1997, juara I Bali Challenge pada 1995, juara I Padang-padang Grommets Challenge pada 1993, juara II Bali Grommets International Surfing pada 1997, juara I Open Class Serangan Local Challenge pada 2000, juara I Godwill Amateur Surfing Championship 2002-2003. Sisa piala yang di lemari kaca itu bertuliskan huruf Jepang.

Seluruh piala penghargaan itu didapat berkat kerja keras I Made Winada Adi Putra. Dia salah satu penghuni rumah di banjar Pande Mas, Desa Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali tersebut. Perkenalan anak muda kelahiran Kuta 5 Agustus 1980 itu dengan surfing karena rumahnya dekat pantai. Hanya sekitar 200 meter dari Pantai Kuta yang tersohor itu. Made, yang akrab dipanggil Bol, sering melihat pamannya Wayan Kandiyasa bermain surfing.

Continue reading

1 Comment

Filed under Aneka Rupa