Monthly Archives: September 2004

Purnama Kapat dan Pengajian di Masjid Agung

Malam ini bulan masih terlihat penuh. Kemaren sih Purnama Kapat dalam penanggalan Bali. Ini hari baik, meski semua hari juga baik. Pas Purnama Kapat, banyak banget pura yang ngadain Odalan -upacara enam bulan sekali dalam penanggalan Bali.

Pas di jalan ketika aku balik dari kirim laporan di internet, aku ketemu beberapa remaja habis sembahyang di pura. Masih dengan pakaian adat mereka duduk-duduk di pinggir jalan. Ada juga yang naik motor pelukan sama pasangannya. Tiap purnama, umat Hindu di Bali memang banyak yang sembahyang di Pura Jagatnatha Denpasar.

Continue reading

1 Comment

Filed under Bali, Daily Life, Pikiran, Uncategorized

Bersembunyi di Pantai Berkarang Bali Selatan

Lupakan Kuta, Sanur, ataupun Nusa Dua. Menikmati Bali hanya dengan berjemur di pantai-pantai landai tersebut tidak lagi bergengsi. Kini saatnya Anda menikmati liburan yang lebih menantang, eskotis, dan eksklusif. Sebab pantai-pantai berikut hanya diketahui sedikit turis. Informasinya pun lebih bersifat dari mulut ke mulut. Anda tidak akan menemukannya di buku petunjuk ataupun paket perjalanan.

Pantai-pantai ini seluruhnya masuk wilayah Kecamatan Kuta Selatan seperti Pecatu dan Uluwatu. Tidak ada petunjuk resmi menuju ke sana. Arah paling gampang adalah jalan raya menuju Pura Uluwatu, salah satu pura terbesar di Bali di Desa Uluwatu, Bali bagian Selatan. Seluruh pantai berciri sama: bibir pantai pendek, dibatasi dua tebing, pasir putih, ombak besar, dan… tersembunyi! Sebab, pantai ini berada di balik bukit-bukit kecil antara objek wisata Garuda Wisnu Kencana di Bukit Jimbaran hingga Pura Uluwatu.

Continue reading

2 Comments

Filed under Bali, Pekerjaan, Perjalanan, Uncategorized

Senyum Jenderal di Bibir SBY

Meski belum final, SBY dipastikan menang dalam pilpres 20 September lalu. Terharu juga melihat bagaimana orang Indonesia sudah demikian dewasa berpolitik. But, kenapa SBY yang terpilih?

Sebab, senyumnya itu lo. Aku melihat senyum Soeharto ketika masih muda. Memikat namun berbisa. Ngeri aja. Feeling-ku bilang akan ada diktator baru di negara ini: SBY.

But, semoga saja tidak.

MERDEKA! [gawat, ya? :p)

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Dua Negara, Seribu Satu Cerita

-resensi buku-

Meskipun judul bukunya berembel-embel catatan perjalanan jurnalistik, buku ini lebih tepat disebut kajian tentang Damascus dan Baghdad. Sebab penulisnya tidak hanya menyusun berdasarkan reportase di lapangan tapi lebih banyak menggunakan bahan-bahan tertulis alias riset. Penggunaan data skunder lebih banyak, dibandingkan observasi atau wawancara dengan sumber-sumber di lapangan, misanya.

 

Maka, embel-embel sebagai catatan perjalanan jurnalistik dalam buku ini terkesan dipaksakan. Sebab, buku ini lebih dari itu. Sebagaimana disinggung dalam pengantarnya, buku ini memang tidak hanya sebuah laporan jurnalistik tetapi pemahaman mengenai sejarah sebuah negara, kota, dan juga suku-suku bangsa yang ada di dunia.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Buku, Jurnalisme, Uncategorized