Monthly Archives: February 2007

Pulang Marilah Pulang. Pulang Bersama Bani

Ternyata rencanaku berubah. Seharusnya Rabu ini aku udah di Lamongan. Menikmati terik matahari atau hujan badai di sana -Cailah!. Tapi eng ing eng. Rencana berubah. Pas ke rumah mertua untuk pamit Senin sore kemarin ternyata mertua tidak ada di rmah. Mereka juga pulang kampung ke Karangasem, sekitar 75 km dari Denpasar. Ada otonan ponakan dan odalan di pura keluarga. Pamitan pun tidak jadi.

Tapi rencananya tetap ke Lamongan Selasa sore. Continue reading

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga

Pulang Marilah Pulang. Mari Pulang Bersama-sama..

Ini sesuatu yang tak biasa. Tiga kakakku nelpon berturut-turut Minggu kemarin. Pagi banget Kak Hid yang jualan ayam goreng di Bengkalis telepon. Kakak nomer tiga ini memang paling rajin telepon, terutama pagi-pagi. Soalnya memanfaatkan fasilitas telepon murah oerator Simpati. Karena itu kalau telepon dia ke nomor telp istriku. Isinya tanya kabar, bagaimana kerjaan, anak, istri, dst. Sekitar pukul 8, gantian Yuk Tim yang guru ngaji di Lamongan. Kakak kedua ini jarang telepon. Paling tiga bulan sekali. Isinya tanya kabarku, anak, dan istri. Sekitar pukul 11 gantian Kak Alhan, yang guru di Jakarta juga telepon. Isinya mengejutkan: dia barusan wisuda magister manajemen pendidikan di Universitas Islam Jakarta. Wah, selamaat…

Ditelpon kakak bukan hal yg luar biasa. Tapi ditelpon berturut-turut pada hari yang sama jelas langka. Apalagi semalem sebelumnya aku juga abis telpon Bapak Ibu di Lamongan. Kabarnya Bapak Ibu lagi sakit. “Nek iso mbok muleh,” kata Ibuku. Permintaan yg sama juga dibilang tiga kakakku pas nelpon kemarin. Continue reading

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga

Setelah Usulan Itu Gak Tembus

Usulan ke Playboy Indonesia yg ditolak itu. Ini usulan ketiga yang ditolak. Sebelumnya ada soal operasi dada di kalangan waria dan seni rupa “pinggiran” Bali. Alasan ditolak sih karena tema2 ini gak nyambung sama visi PB yg embracing life.

Hmm, harus pinter2 cari tema kalo gini. Dan, semoga ga patah semangat. :)) Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Jurnalisme, Pekerjaan

Pegawai Perpustakaan yang Tak Menyenangkan

Dulu, pas baru awal-awal di Bali, hampir tiap hari aku ke Perpustakaan Daerah Bali. Perpustakaan terbesar di Bali ini memang tidak jauh dari tempat kosku di Jl Pulau Ambon Sanglah. Paling jauh 500 meter. Pulang kuliah juga aku gak ada kerjaan. Jadi ya sampe kos, naruh tas, lalu naik sepeda gayung ke perpus di Jl Teuku Umar ini. Kalau pas Sabtu, bisa berjam-jam di sana.

Salah satu buku yang aku inget banget tuh soal novel karya Knut Hamsun -bener ga ya nulisnya?- berjudul Lapar terbitan Yayasan Obor Indonesia. Ceritanya soal orang kelaparan. Menyentuh. Banyakan buku yg aku baca waktu itu memang karya sastra. Continue reading

3 Comments

Filed under Bali, Daily Life

Lamo Nian Tak Besuo

Ah, lama banget ga nulis sesuatu yg sangat personal di blog ini. Kemarin abis ngobrol ma Kang Arif Budiman, Matamera yang punya somebali2love.blogspot.com, aku jadi inget blog ini. Tiga empat posting terakhir hanya tulisan2 feature.

Ya ga ada salahnya sih. Tapi kurang asik aja kalo ga ada sesuatu yg personal.

Jadi ya semoga bisa rajin posting lagi. :))

Leave a comment

Filed under Blogging, Daily Life

Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

-dimuat The Jakarta Post [8/2]-

Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

Anton Muhajir
Kontributor/Denpasar

Tak hanya mata, masa depan Agung sebagai ODHA pun makin gelap.

Pandangan Agung, 34 tahun, makin samar. Mata kanannya sudah tak bisa dipakai melihat sama sekali. Mata kirinya makin dipenuhi titik hitam. Padahal pekerjaan bapak satu anak ini tergantung pada mata, selain kemampuan menyetir. Tiap hari Agung mengemudikan truk tangki bensin 5000 liter dari Pesanggaran, Denpasar Selatan ke berbagai industri pelanggannya. Tapi melihat benda berjarak lebih dari lima meter pun kini dia tak bisa melakukannya dengan baik. Dua bulan lalu dia pindah ke kursi sebelah, sebagai kernet. “Itu pun sering tak masuk,” katanya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Jurnalisme, Keluarga