Monthly Archives: April 2007

Gung Alit Mewujudkan Perdagangan Berkeadilan

-tulisan ini dimuat Media Indonesia, kalo ga salah Sabtu dua pekan lalu. ada kesalahan fatal: FOTO TERTUKAR antara Gung Alit sama Bodrek!! ini sih kesalahan orang yg naruh foto di MI. he.he. juga data ttg omzet yg Rp 5 milyar per tahun, tp aku tulis di MI Rp 5 milyar per bulan. “Aku jadi dikejar2 orang Dinas Pajak,” kata Gung Alit.-

Sang Pionir
Gung Alit Mewujudkan Perdagangan Berkeadilan

Bisnis tidak harus semata urusan mencari keuntungan secara ekonomi. Bagi Agung Alit, Direktur PT Teduh Mitra Utama, perusahaan sekaligus eksportir kerajinan di Bali, hal yang lebih penting adalah membangun kesadaran terhadap kemanusiaan. Agung Alit mengutamakan kejujuran. Misalnya menyampaikan berapa harga yang dia beli dari produsen dan berapa keuntungan yang dia dapat. Usaha miliknya juga mengutamakan karyawan perempuan, tidak mempekerjakan anak-anak, peduli lingkungan, dan membuat sistem pembayaran di muka. Continue reading

2 Comments

Filed under Bali, Pekerjaan

Gagalnya Penjara Kita

-hari ini, 27 April, adalah hari Lembaga Pemasyarakatan Nasional. Lapas adalah bahasa halus dari penjara. mumpung ada cantolan, aku posting aja tulisan yg aku kirim ke Kompas utk rubrik Humaniora Teroka. udah dua minggu lalu aku kirim tp belum jelas akan dimuat apa tidak. jd ya tak posting aja di blogku sendiri. kan itu gunanya blog. he.he-

Gagalnya Penjara Kita

Kita terbiasa menerima sistem sebagai takdir yang tak bisa diubah. Seolah-olah begitu adanya dan kita harus menerima, apa pun itu konsekuensinya. Demikian pula ketika berbicara tentang penjara sebagai hukuman bagi pecandu Narkoba. Continue reading

Leave a comment

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

maunya posting, eh lupa data belum tak masukin. ja…

maunya posting, eh lupa data belum tak masukin.
jadi ya batal. hiks.hiks..

Leave a comment

Filed under Bali, Daily Life

Ya, Mari Menikmati Hidup. Itu saja Cukup..

- kado ulang taun bagi diri sendiri-

Taun ini sepertinya memang waktunya menikmati hidup. Tidak usahlah berpikir terlalu berat tentang masa depan. Cukup nikmati apa yang kau dapat. Dan rasakan betapa enaknya hidup ketika kita merasa cukup.. Ah, jadi kayak Gde Prama. He.he.

Aku lihat di buku agenda taunanku. Di halaman akhir buku kecil itu, aku hanya menulis. TAUN INI. Enjoy my life: momong Bani dan freelance. Continue reading

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga

28 Tahun. Ah, Makin Tua Saja.

Kok persis sama dengan taun lalu ya? Ulang taunku pas ketika aku lagi ngasi pelatian jurnalistik bagi aktivis LSM. Taun lalu sama teman2 LSM pertanian berkelanjutan di Jimbaran. Sekarang pas pelatian sama teman2 LSM penanggulangan AIDS.

Taun ini tidak banyak harapan dan doa. Mari menikmati hidup. Itu saja udah cukup.. Ini beberapa SMS sekadar ngingetin mereka yg masih inget. :)) Continue reading

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga

Selalu Ada Gelap di Silaunya Terang

Pernahkah kita berpikir bahwa apa yang kita pakai, apa yang kita makan, atau apa yang kita lihat sehari-hari tidaklah sesederhana adanya?

Pertanyaan itu muncul setelah aku nonton Blood Diamond yang menceritakan bagaimana ironi sebuah permata yang berkilau itu ternyata lahir oleh perang tak berkesudahan dan perjuangan berdarah-darah. Ketika permata itu telah ada di tangan konsumen mereka tak pernah berpikir tentang itu semua. Permata adalah kemewahan. Begitu menyilaukan hingga orang tidak sempat berpikir tentang darah yang mengalir di baliknya. Continue reading

1 Comment

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

Soto Karangasem, Weteng Wareg Gumi Ajeg

-aku kirim ke The Jakarta Post utk Surfing Bali. tp belum dimuat sampe hari ini-

Soto karangasem menambah kekayaan kuliner Bali. Tak hanya mapan secara ekonomi, pedagangnya pun bisa jadi tuan di tanah sendiri. Mereka punya slogan weteng wareg gumi ajeg.

Di bawah bangunan semi permanen beratap dan berdinding seng, Wayan Sukanada, 44 tahun, melawan stereotip bahwa orang Bali malu bekerja di sektor informal. Sejak 1980 pria asal Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem itu berdagang soto sapi di pinggir jalan raya di daerah Oongan, Denpasar timur. Tiap hari dia melayani pelanggan yang rata-rata karyawan swasta di sekitar tempat mangkalnya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Pekerjaan

Konglomerasi Media dan Penunggalan Opini di Bali

Huh, akhirnya kelar juga laporan yang ku kerjakan sekitar dua bulan ini. Awal Februari lalu, Mas Hanif, teman di LSPP Jakarta minta tolong bantu bikin riset tentang dampak konsentrasi kepemilikan media di Bali. LSPP akan membuat buku tentang peta kepemilikan media penyiaran di Indonesia. Salah satu bagiannya adalah bagaimana dampak konsentrasi kepemilikan media penyiaran itu. Bagian ini mengambil contoh kasus di Bali.

Ketika ditelpon pertama aku mikir riset itu bener-bener riset. Aku mikir sih ya mungkin mirip bikin skripsi dengan sumber utama riset pustaka. Mikir soal riset, otakku langsung kebayang soal yang ribet. Nyatanya komposisi sumber riset itu sekitar 50 persen riset pustaka, 50 persen wawancara. Continue reading

3 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme, Pekerjaan

Taman 65, Ketika Rumah jadi Pusat Kebudayaan

-ini hasil ngobrol kemarin sama Termana alias Kingkong apa Lekong ya? he.he. aku kirim ke Jakarta Post. semoga dimuat besok. kalo ga besok, semoga Kamis depan. kalo ga dimuat juga, paling tidak aku muat sendiri di blog ini. :))-

Setelah melewati pintu utama, tiap orang yang masuk areal di daerah Denpasar timur tersebut, akan disambut lukisan. Sepanjang koridor itu lima lukisan dipajang. Dengan warna dominan merah, lukisan-lukisan itu langsung menyita perhatian. Namun lukisan-lukisan itu tidak tergantung di dinding galeri atau museum. Lukisan itu ditempelkan “hanya” di dinding rumah. Ya, bener-bener rumah tempat tinggal. Continue reading

2 Comments

Filed under Bali, Keluarga

Kami Berlomba Maka Kami Ada

Lomba itu pun diadakan kembali di gang kami. Lomba sebelumnya sekaligus lomba pertama diadakan Agustus tahun lalu. Ceritanya untuk membangkitkan nasonalisme anak-anak gang. :)) Waktu itu lombanya banyak. Ada kepruk balon isi air, makan krupuk, gigit duit di jeruk. Pas gigit, gigi mereka sampe item-item. Tapi kan rame jadinya. Apalagi anak2 gang sebelah juga pada ikut.

Lalu Sabtu lalu lomba diadakan lagi. Yang bikin ide sih istriku lagi. Rencana semula lomba diadakan Minggu pekan lalu. Eh, ternyata aku pas lagi drop. Sakit. Udah gitu juga memang lupa. Jadi ya diundur Sabtu kemarin. Kebetulan banget hari itu tanggal merah. Jadi ya pas saja.. Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Daily Life, Keluarga