Hanya Satu Kata: Capek

Pada akhirnya, tubuhku menyerah. Sabtu ke Jatiluwih. Hari ini ke Jatiluwih lagi. Hari ini lebih parah. Meski naik mobil, sementara Sabtu lalu naik motor sendiri, tapi kali ini medannya jauh lebih berat. Aku dan Raras, temanku, ke Wongaya Gede dulu. Dari Wongaya Gede kami ke Jatiluwih.

Medannya? Whuhh! Berat. Naik turun. Berkelok-kelok. Jalan rusak. Kanan kiri tebing. Agak ngeri meski tak sebanding dengan perjalanan ketika ke kaki Semeru akhir 2004 lalu.

Sejak semalem tubuhku sudah protes. Sakit sekali di pinggang. Lalu hari ini perjalanan jauh lagi. Huh.

Paling parah: pas sampe Denpasar mampir tempat lain untuk cari foto lagi. Kami diberi wine. Aku pikir tidak terlalu berat untuk diminum. Aku masukkan penuh ke cangkir. Lalu, tanpa basa-basi, aku habiskan. Aku pikir akan menyegarkan kayak minum bir dingin pas capek. Eh, setelah itu, nut!, kepala langsung muter. Makin parah!

About these ads

3 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pekerjaan, Uncategorized

3 responses to “Hanya Satu Kata: Capek

  1. capek + wine = muodar!! :D

  2. adeksetiawati

    wah salah pilihan tuh bli,harusnya jangan minum wine,he..he..he..
    Salam kenal, kapan kopdar didenpasar nih?ikuut..

  3. Harusnya minum loloh daun sembung atau es daluman biar seger… :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s