<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ada Uang, Anda Masuk Koran</title>
	<atom:link href="http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/</link>
	<description>Sekadar Menyimpan Peristiwa, Kisah, dan Ide</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2009 05:22:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: gek saras</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-1778</link>
		<dc:creator>gek saras</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 15:36:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-1778</guid>
		<description>bali post gitu loh....ga ada duit  angan harap diterima...bos matre..tapi karyawannya kere semua...gaji kecil...uang kesehatan plafonnya 450ribu setahun apa cukup??????kerja harus perfect..wong bosnya bego...bisanya merintah tapi ga tau kerja..payahhhhhhhhhhhh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bali post gitu loh&#8230;.ga ada duit  angan harap diterima&#8230;bos matre..tapi karyawannya kere semua&#8230;gaji kecil&#8230;uang kesehatan plafonnya 450ribu setahun apa cukup??????kerja harus perfect..wong bosnya bego&#8230;bisanya merintah tapi ga tau kerja..payahhhhhhhhhhhh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-1031</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 15:45:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-1031</guid>
		<description>Membaca tulisan Anton sinyalemen saya semakin kuat kenapa Bali Post &lt;a href=&quot;http://blog.baliwww.com/bali-news-events/1126/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;tidak mau mengangkat polemik pahlawan nasional&lt;/a&gt;. Rupanya harus dibayar untuk bisa masuk.

Dari jawaban jawaban mereka ternyata itu bukan penyangkalan tapi sebuah penegasan dan itu terjadi di seluruh Indonesia. 

Saya merasa disinilah pentingnya media alternatif seperti Blog untuk dapat memberitakan the untold story. 

Good move bro... keep the faith.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan Anton sinyalemen saya semakin kuat kenapa Bali Post <a href="http://blog.baliwww.com/bali-news-events/1126/" rel="nofollow">tidak mau mengangkat polemik pahlawan nasional</a>. Rupanya harus dibayar untuk bisa masuk.</p>
<p>Dari jawaban jawaban mereka ternyata itu bukan penyangkalan tapi sebuah penegasan dan itu terjadi di seluruh Indonesia. </p>
<p>Saya merasa disinilah pentingnya media alternatif seperti Blog untuk dapat memberitakan the untold story. </p>
<p>Good move bro&#8230; keep the faith.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: baladika</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-661</link>
		<dc:creator>baladika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 19:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-661</guid>
		<description>bali post. jadi inget dulu, langganan bali post karena  cari-cari informasi lowongan kerja :D .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bali post. jadi inget dulu, langganan bali post karena  cari-cari informasi lowongan kerja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Smart Opinion &#187; Brokencode&#8482; &#124; Upeti for news, news for upeti</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-657</link>
		<dc:creator>Smart Opinion &#187; Brokencode&#8482; &#124; Upeti for news, news for upeti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 02:06:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-657</guid>
		<description>[...] terdampar di blognya Pak Anton. (dapat keyword &#8216;lalu&#8217;.  gak kw ah.) Mengupas tuntas masalah beli berita itu. Meneguhkan aku ternyata memang jurnalistik itu bagian dari marketing. Terus istilah independen [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] terdampar di blognya Pak Anton. (dapat keyword &#8216;lalu&#8217;.  gak kw ah.) Mengupas tuntas masalah beli berita itu. Meneguhkan aku ternyata memang jurnalistik itu bagian dari marketing. Terus istilah independen [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antonemus</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-563</link>
		<dc:creator>antonemus</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 08:59:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-563</guid>
		<description>Seorang bernama Retno mengirim tanggapan ke emailku. Ini isinya.

-- 

Tulisan ini sebagai tanggapan atas tulisan anda tentang &quot;ada uang anda masuk koran&quot; dimana anda menyoroti Bali Post seolah anda marah banget karena mungkin pernah dikecewakan oleh Bali Post. Aapapun alasan anda menulis seperti itu sangatlah tidak fair karena anda menyoroti dari satu sisi saja. 

Coba anda ingat berapa puluh tulisan anda yang telah dimuat oleh Bali Post mulai sekitar 5 tahun/10 tahun lalu persisnya saya lupa. Sdr. Anton, anda ingat khan ketika anda datang ke Bali Post membawa artikel lalu akhir bulan anda ambil honor ke Bali Post. Tapi sudahlah itu masa lalu yang mungkin ingin anda tutupi karena ketika itu anda masih hidup susah yang mengandalkan hidup dari honor-honor itu. 

Kalau anda pernah mengklaim pernah jadi jurnalis di beberapa media terkenal (pasca nulis di Harian Bali Post) tentunya anda berpikiran cerdas dan berwasan luas namun nyatanya anda berpikiran sempit. 

Anton muhajir yang terhormat, sekarang ini media mana yang tidak &quot;menjual&quot; halamannya? Tahu nggak anda, hampir 90% kue iklan di Indonesia ini berada di Jakarta dan dari 90% itu yang nyampe ke daerah (dalam hal ini Bali tentunya) paling-paling nggak nyampe 20% itupun masih harus dibagi ke media-media yang ada di Bali (tentu saja Bali Post kebagian paling banyak karena memang Bali Post menjadi rujukan client agency iklan di Jakarta), sedangkan media massa bisa hidup dari iklan jadi mereka harus kreatif &quot;membuat iklan&quot;. 

Media cetak dan televisi nasional di Jakarta juga &quot;kreatif&quot; menggali potensi iklan dari client misalnya dengan mengemas acara seperti B News, News Flash, Pariwara, Usaha Kita, dll. Bali Post pun begitu, masih untung lho Bali Post terbuka dengan menandai berita advertorial dengan tanda bintang, coba koran lain selain media Kelompok Media Bali Posti, mana berani. 

Ada koran yang sembunyi-sembunyi menjual halamannya ke humas pemda atau perusahaan swasta seolah itu berita biasa padahal itu adalah promosi. Ada koran yang bisa terbit kalau ada &quot;booking&quot;an dari Pemda, kalau gak ada ya tiarap.
 
Ach.... Anda sebenarnya udah tau semuanya cuma pura-pura nggak tau aja,  anda nulis begitu karena sakit hati, iri hati sama Bali Post. Tapi itu semua hak anda, negara ini bebas kok nulis apa aja tapi dengan tulisan anda itu berarti nurani anda udah tumpul, mata hati anda gak bisa melihat dengan waspada mana yang baik dan mana yang buruk.
 
Selamat, anda sekarang sedang belajar jadi observer, jadilah observer yang bijak dan jujur agar tak menyesatkan masyarakat.

Amin, amin, amin, yaa robbal alamin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang bernama Retno mengirim tanggapan ke emailku. Ini isinya.</p>
<p>&#8211; </p>
<p>Tulisan ini sebagai tanggapan atas tulisan anda tentang &#8220;ada uang anda masuk koran&#8221; dimana anda menyoroti Bali Post seolah anda marah banget karena mungkin pernah dikecewakan oleh Bali Post. Aapapun alasan anda menulis seperti itu sangatlah tidak fair karena anda menyoroti dari satu sisi saja. </p>
<p>Coba anda ingat berapa puluh tulisan anda yang telah dimuat oleh Bali Post mulai sekitar 5 tahun/10 tahun lalu persisnya saya lupa. Sdr. Anton, anda ingat khan ketika anda datang ke Bali Post membawa artikel lalu akhir bulan anda ambil honor ke Bali Post. Tapi sudahlah itu masa lalu yang mungkin ingin anda tutupi karena ketika itu anda masih hidup susah yang mengandalkan hidup dari honor-honor itu. </p>
<p>Kalau anda pernah mengklaim pernah jadi jurnalis di beberapa media terkenal (pasca nulis di Harian Bali Post) tentunya anda berpikiran cerdas dan berwasan luas namun nyatanya anda berpikiran sempit. </p>
<p>Anton muhajir yang terhormat, sekarang ini media mana yang tidak &#8220;menjual&#8221; halamannya? Tahu nggak anda, hampir 90% kue iklan di Indonesia ini berada di Jakarta dan dari 90% itu yang nyampe ke daerah (dalam hal ini Bali tentunya) paling-paling nggak nyampe 20% itupun masih harus dibagi ke media-media yang ada di Bali (tentu saja Bali Post kebagian paling banyak karena memang Bali Post menjadi rujukan client agency iklan di Jakarta), sedangkan media massa bisa hidup dari iklan jadi mereka harus kreatif &#8220;membuat iklan&#8221;. </p>
<p>Media cetak dan televisi nasional di Jakarta juga &#8220;kreatif&#8221; menggali potensi iklan dari client misalnya dengan mengemas acara seperti B News, News Flash, Pariwara, Usaha Kita, dll. Bali Post pun begitu, masih untung lho Bali Post terbuka dengan menandai berita advertorial dengan tanda bintang, coba koran lain selain media Kelompok Media Bali Posti, mana berani. </p>
<p>Ada koran yang sembunyi-sembunyi menjual halamannya ke humas pemda atau perusahaan swasta seolah itu berita biasa padahal itu adalah promosi. Ada koran yang bisa terbit kalau ada &#8220;booking&#8221;an dari Pemda, kalau gak ada ya tiarap.</p>
<p>Ach&#8230;. Anda sebenarnya udah tau semuanya cuma pura-pura nggak tau aja,  anda nulis begitu karena sakit hati, iri hati sama Bali Post. Tapi itu semua hak anda, negara ini bebas kok nulis apa aja tapi dengan tulisan anda itu berarti nurani anda udah tumpul, mata hati anda gak bisa melihat dengan waspada mana yang baik dan mana yang buruk.</p>
<p>Selamat, anda sekarang sedang belajar jadi observer, jadilah observer yang bijak dan jujur agar tak menyesatkan masyarakat.</p>
<p>Amin, amin, amin, yaa robbal alamin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ini tulisan bukan sebagai hak jawab tapi harap diposting &#171; Rumah Tulisan</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-562</link>
		<dc:creator>ini tulisan bukan sebagai hak jawab tapi harap diposting &#171; Rumah Tulisan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 08:58:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-562</guid>
		<description>[...] tulisan bukan sebagai hak jawab tapi harap&#160;diposting  Jump to Comments Masih soal tulisan Ada Uang Anda Masuk Koran. Hari ini ada email masuk ke inbox-ku mengomentari tulisan tersebut. Pengirimnya Retno Endah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tulisan bukan sebagai hak jawab tapi harap&nbsp;diposting  Jump to Comments Masih soal tulisan Ada Uang Anda Masuk Koran. Hari ini ada email masuk ke inbox-ku mengomentari tulisan tersebut. Pengirimnya Retno Endah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Komang</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-561</link>
		<dc:creator>Komang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 03:18:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-561</guid>
		<description>Terserah Bali Post mau gituan. Kan kita bisa baca media harian lain seperti Radar Bali, NusaBali, bahkan koran alternatif seperti Koran Pak Oles, Musik Bali, dll. 
Kalo Bali Post rasa nyaman dengan gaya mereka, plis... pasti nanti juga ditinggalkan pembaca yang kian pintar. Bosan baca koran dengan isi advetorial.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terserah Bali Post mau gituan. Kan kita bisa baca media harian lain seperti Radar Bali, NusaBali, bahkan koran alternatif seperti Koran Pak Oles, Musik Bali, dll.<br />
Kalo Bali Post rasa nyaman dengan gaya mereka, plis&#8230; pasti nanti juga ditinggalkan pembaca yang kian pintar. Bosan baca koran dengan isi advetorial.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: viar ms</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-538</link>
		<dc:creator>viar ms</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 05:49:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-538</guid>
		<description>Bali Post, Pikiran Rakyat, whatever lah yang mana....
Jika semua berbuat bukan berarti tindakan itu jadi benar bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bali Post, Pikiran Rakyat, whatever lah yang mana&#8230;.<br />
Jika semua berbuat bukan berarti tindakan itu jadi benar bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antonemus</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-526</link>
		<dc:creator>antonemus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 14:19:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-526</guid>
		<description>ini adalah tanggapan dari teman wartawan koran Tokoh, anak media Bali Post Group.

-- 

Aku mau posting di rumahtulisan malah error. Tolong diposting ya.

Jangan hanya mengkambinghitamkan Bali Post mas. Saya tukang deal iklan, saya tahu betul apa yang terjadi di lapangan. Yuk, mari bertaruh kalau media lain tidak melakukannya.

Anda yakin media lain, bahkan media terbitan Jakarta tidak melakukannya? Hmm…saya nggak yakin. Belum genap seminggu aku nego iklan dengan lembaga di Jakarta. Tahu apa yang ditawarkan sebuah media terbitan Jakarta? Mas, mas mendingan dibuatkan berita saja kalau dananya minim. Saya memilih buatkan iklan display saja untuk mereka. Wong minta iklan display.

Aku juga bertemu rombongan wartawan dari Riau, ada Riau Pos, Riau TV, Tribun …(grup Kompas, lupa namanya) dll. Tahu pertanyaan sebagian dari mereka? Kalau di Riau, pemda tuh kontrak halaman dengan kami. Bagaimana dengan di Bali? Upsss…

Oya, ada juga media lain di Bali, yang minta ke beberapa pemkab: jatahnya harus sama dengan Bali Post. Hihihi..sampai-sampai, ada pemkab yang nggak berani bilang kalau ada kontrak dengan Bali Post karena tuh media maksa bener minta jatah yang sama. Pemasang iklan juga kerap curhat kok. Makanya saya tahu.

Saya di Koran Tokoh. Redaktur merangkap manajer iklan. Saya pikir, mas tahu kebijakan yang diambil Tokoh. Apa semua berita bayar? Apakah itu berita? Salah, itu advertorial. Itu iklan pariwara mas. Jelas-jelas ada kodenya yang memisahkan dengan berita. Tokoh punya garis-garis haluannya bukan? Coba cek, media apa di Bali yang mau nulis tentang HIV/AIDS di halaman 1 selama tiga edisi berturut-turut? Cuma Tokoh. Mas tau, kalau ngomongin bisnis, berita itu “nggak bernilai jual”. Apakah Tokoh minta imbalan dari para aktivis HIV/AIDS? Tokoh menjualnya? Hmmm…tanya Mbak Mercya atau Pak Alit Kelakan sekalian.

Buat Tokoh, sebuah koran akan hidup jika memenuhi tiga prinsip: idealisme, bisnis, profesionalisme. Kami akan menambah halaman tanpa menaikkan harga koran jika iklan kami ternyata melebihi kuota dan itu sering kami lakukan.

Kenapa mas “menggugat” Bali Post aja? Bagaimana dengan yang lain? Bali Post lebih fair dibandingkan yang lain karena mencantumkan kode advertorial. Oya, bagaimana pula dengan tayangan televisi yang kerap kali memasukkan iklan di program mereka? Tonton Metro TV. Ada BNI News Flash. Itu iklan dalam program mas. Itu jurnalisme juga loh. Lihat juga acara tv yang lain: penuh dengan iklan built in program.

Oya, tahu nggak kalau beberapa perusahaan berpikir, saya akan beriklan di media tertentu, bonusnya diberitakan? Itu terjadi, dan saya mengalaminya. Beritanya tanpa kode, tapi jelas dimuat karena pasang iklan.

So, what do you think?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini adalah tanggapan dari teman wartawan koran Tokoh, anak media Bali Post Group.</p>
<p>&#8211; </p>
<p>Aku mau posting di rumahtulisan malah error. Tolong diposting ya.</p>
<p>Jangan hanya mengkambinghitamkan Bali Post mas. Saya tukang deal iklan, saya tahu betul apa yang terjadi di lapangan. Yuk, mari bertaruh kalau media lain tidak melakukannya.</p>
<p>Anda yakin media lain, bahkan media terbitan Jakarta tidak melakukannya? Hmm…saya nggak yakin. Belum genap seminggu aku nego iklan dengan lembaga di Jakarta. Tahu apa yang ditawarkan sebuah media terbitan Jakarta? Mas, mas mendingan dibuatkan berita saja kalau dananya minim. Saya memilih buatkan iklan display saja untuk mereka. Wong minta iklan display.</p>
<p>Aku juga bertemu rombongan wartawan dari Riau, ada Riau Pos, Riau TV, Tribun …(grup Kompas, lupa namanya) dll. Tahu pertanyaan sebagian dari mereka? Kalau di Riau, pemda tuh kontrak halaman dengan kami. Bagaimana dengan di Bali? Upsss…</p>
<p>Oya, ada juga media lain di Bali, yang minta ke beberapa pemkab: jatahnya harus sama dengan Bali Post. Hihihi..sampai-sampai, ada pemkab yang nggak berani bilang kalau ada kontrak dengan Bali Post karena tuh media maksa bener minta jatah yang sama. Pemasang iklan juga kerap curhat kok. Makanya saya tahu.</p>
<p>Saya di Koran Tokoh. Redaktur merangkap manajer iklan. Saya pikir, mas tahu kebijakan yang diambil Tokoh. Apa semua berita bayar? Apakah itu berita? Salah, itu advertorial. Itu iklan pariwara mas. Jelas-jelas ada kodenya yang memisahkan dengan berita. Tokoh punya garis-garis haluannya bukan? Coba cek, media apa di Bali yang mau nulis tentang HIV/AIDS di halaman 1 selama tiga edisi berturut-turut? Cuma Tokoh. Mas tau, kalau ngomongin bisnis, berita itu “nggak bernilai jual”. Apakah Tokoh minta imbalan dari para aktivis HIV/AIDS? Tokoh menjualnya? Hmmm…tanya Mbak Mercya atau Pak Alit Kelakan sekalian.</p>
<p>Buat Tokoh, sebuah koran akan hidup jika memenuhi tiga prinsip: idealisme, bisnis, profesionalisme. Kami akan menambah halaman tanpa menaikkan harga koran jika iklan kami ternyata melebihi kuota dan itu sering kami lakukan.</p>
<p>Kenapa mas “menggugat” Bali Post aja? Bagaimana dengan yang lain? Bali Post lebih fair dibandingkan yang lain karena mencantumkan kode advertorial. Oya, bagaimana pula dengan tayangan televisi yang kerap kali memasukkan iklan di program mereka? Tonton Metro TV. Ada BNI News Flash. Itu iklan dalam program mas. Itu jurnalisme juga loh. Lihat juga acara tv yang lain: penuh dengan iklan built in program.</p>
<p>Oya, tahu nggak kalau beberapa perusahaan berpikir, saya akan beriklan di media tertentu, bonusnya diberitakan? Itu terjadi, dan saya mengalaminya. Beritanya tanpa kode, tapi jelas dimuat karena pasang iklan.</p>
<p>So, what do you think?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antonemus</title>
		<link>http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-464</link>
		<dc:creator>antonemus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 13:40:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/28/ada-uang-anda-masuk-koran/#comment-464</guid>
		<description>@ indrapendent: semua media umum begitu, bos. terseret arus bisnis. makanya mari ngeblog saja.

@ widi: hehehe. begitulah. Ajeg Bali itu hanya topeng utk ngeruk keuntungan pribadi. sayangnya suara-suara kritis terhadap apa yg disebut Ajeg Bali jg kurang mendapat tempat di media. ya, gimana bisa. Bali Post kok dilawan. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ indrapendent: semua media umum begitu, bos. terseret arus bisnis. makanya mari ngeblog saja.</p>
<p>@ widi: hehehe. begitulah. Ajeg Bali itu hanya topeng utk ngeruk keuntungan pribadi. sayangnya suara-suara kritis terhadap apa yg disebut Ajeg Bali jg kurang mendapat tempat di media. ya, gimana bisa. Bali Post kok dilawan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
