Tag Archives: Advokasi

Ayo Boikot Ahmad Dhani!

boikot ahmad dhaniDua hari lalu, Bunda bilang ke aku soal Ahmad Dhani, musisi pentolannya Dewa. “Jangan dengerin lagu-lagunya Dhani lagi kalau ada aku,” katanya. Alasan Bunda, Dhani sudah melecehkan perempuan. “Masak dia bilang dia yang menciptakan Mulan Jameela untuk melawan Maia. Itu kan merendahkan perempuan banget,” kata Bunda yang sekali waktu memang nonton infotainmen sama aku. Hehe.. Aku sih tidak terlalu peduli waktu itu. Dengernya juga sambil lalu.

Lalu, pagi ini, pas lagi blogwalking pagi ini, aku nemu tulisan menariknya Rama soal Ahmad Dhani. Intinya Dhani telah melecehkan semua blogger maupun pembaca blog. Hmm, ternyata Dhani memang makin tidak beres sekarang.

Continue reading

66 Comments

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Karena ada beberapa teman yang menanyakan kronologi kasus Bersihar Lubis, maka aku posting kronologi kasus tersebut di blog ini. Semuanya aku ambil dari milis Pantau Komunitas.

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Oleh Bersihar Lubis
Menulis itu, Kapok Sambal (Untuk Rekan Bonnie Triyana dan kawan-kawan)

Belum seratus hari saya bekerja di Majalah B-Watch pada awal Maret 2007 itu. Majalah Berita Dwimingguan MEDIUM, tempat saya bekerja sebelumnya, tak lagi terbit sejak awal 2006. Majalah ini sudah “megap-megap” sejak 2005. Biasalah. Soal modal, dan sebagainya, “bahaya laten” yang selalu mengintai penerbitan pers. Apa yang bisa saya kerjakan hanya menulis, dan menulis.

Saya sudah menjadi wartawan sejak 1970, menjadi reporter koran Medan, Mercu-Suar dan Mingguan Taruna Baru.  Jadinya, saya “dungu” – dan ini bukan dosa — untuk bekerja di bidang lain. Misalnya membuka kedai kopi, atau menjadi pedagang ikan di kampungku, Sibolga yang pantai pasir putih dan rimbunan pohon kelapanya molek di pantai barat Sumatera Utara. Saya juga “dungu” soal nuklir. Yang Maha Tahu segalanya, hanya DIA.

Continue reading

6 Comments

Filed under Jurnalisme, Kliping, Pikiran

Karena Diam Bukan Jawaban

Headline koran-koran hari ini:
– Rusuh di Myanmar, Tiga Biksu Tewas (Bali Post)
– Darah Akhirnya Tumpah di Pagoda (Jawa Pos)
– Junta Tembaki Pemrotes (Kompas)
– Myanmar Memanas Militer Pukuli Biksu (Media Indonesia)
– Myanmar junta acknowledges one kill, three wounded in suppression of protests (The Jakarta Post)

Ada masalah di Myanmar. Para biksu yang menuntut keadilan dan bersenjata doa itu melawan junta otoriter bersenjata militer. Kita tidak pernah kenal mereka. Tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka selain sesama manusia.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Abuan village implementing fair trade system

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar

Ni Nengah Rasa was desperate, to the point she was prepared to sell the property she had just inherited from her late husband to pay the Rp 5 million bill for his cremation.

Men Nengah, as she is known to neighbors in their small village near the Kintamani resort in Bangli, was given six months to pay the debt.

But no matter how hard Men Nengah, 51, worked on her little plot of land, she was never able to save enough money.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping, Pekerjaan