Nyepi tinggal tiga hari. Tahun ini kebetulan Nyepi pas hari Jumat. Seingetku ini sudah yang kesekian kali Nyepi barengan dengan Jumatan. Unik aja sih. Jadi meski yang Hindu melaksanakan Nyepi, yang muslim tetep bisa Jumatan. Ini pengalaman yang asik bagiku tentang bagaimana saling menghargai di tengah perbedaan. Malah kadang-kadang yang Jumatan itu ada yang sok-sokan [...]
Posts Tagged as ‘Cultural Studies’
March 3, 2008
Ketakutan yang Sengaja Diciptakan
Dua hal yang terjadi secara acak membuatku berpikir kembali tentang perlunya sebuah ketakutan diciptakan. Dua hal tersebut adalah maraknya penangkapan preman di Denpasar dan lepasnya tokoh Jaringan Islamiyah (JI) Singapura Mas Slamet bin Kastari dari pusat penahanan di Singapura. Keduanya membongkar ingatanku kembali soal terorisme.
Pikiranku hanya sebuah pikiran yang berangkat dari pesimisme juga skeptis, sebuah [...]
February 4, 2008
Nak Jawa Belajar Bahasa Bali
Nyempal dikit dari tulisan bersambung soal perjalanan ke Flores. Tiba-tiba aku pengen nulis soal bahasa.
Jawa dan Bali itu memiliki karakter yang tidak jauh beda. Misalnya soal feodalisme. Menurutku keduanya memiliki budaya yang bertingkat-tingkat dalam interaksi, termasuk soal bahasa. Kalau di Jawa, terutama Mataraman alias Jawa Timur bagian barat daya dan Jawa Tengah bagian selatan serta [...]
January 4, 2008
Rwa Bhineda di Pulau Dewata
Tadi siang ada diskusi kecil dengan Win, semeton blogger Bali yang lagi studi di Pittsburgh, Amrik sono. Obrolan via Yahoo Messenger ini bermula dari tulisan dia di blognya soal kekerasan di Bali. Win mempertanyakan apakah orang Bali sudah berubah sehingga sudah demikian akrab dengan kekerasan?
Pemicu pertanyaan itu adalah tawuran di Kuta pas tahun baru lalu. [...]
November 27, 2007
Rebutan Wacana di Rumah Tangga
Sebenarnya hari ini aku berniat posting tentang Bali Post. –Aduh, kok aku sentimen banget sih sama mereka?-. Tapi karena ada diskusi “gawat” di rumah pagi ini, maka aku pikir hasil diskusi atau diskusinya itu sendiri lebih menarik untuk ditulis. Kali ini soal rebutan wacana di rumah tangga.
Pagi ini, ketika aku menikmati sarapan dengan menu ayam [...]
November 21, 2007
Ada Udang di Balik Jancuk!
Tulisan ini dibuat ketika aku sedang menunggu proses komputer di tempatku kerja part time. Entah kenapa komputer ini tiba-tiba agak lambat ketika lagi buka imel dan blogging. Jadi, daripada bengong mikir jorok, aku bikin aja tulisan ini. Kali ini soal..
–eh, sik. Aku teken Alt+Tab dulu untuk lihat apakah prosesnya sudah kelar… Kutu kupret tenyata semua [...]
April 14, 2005
Rambut Keriting Bukan Kejahatan!
Pas aku lagi baca koran pagi tadi, tetangga sebelah ngobrol. Suaranya agak kenceng jadi aku bisa dengar dengan jelas. Topik bahasannya soal rambut.
Ceritanya ada dua anak kecil, ponakan tetangga, yang datang ke kos. Kakak beradik. Cowoknya adik, ceweknya kakak. Si kakak rambutnya lurus, sedangkan adiknya berambut agak keriting. Lalu datang ibu, tetangga yang lain, dan [...]
December 19, 2004
Tidak Ada Lagi Penulis Nakal Itu..
Pagi yang melelahkan. Setelah semalem nglembur nunggu hasil Munas Golkar di Nusa Dua, pagi ini aku ingin sesuatu yang agak santai. Tidur. Denger musik. Baca hal-hal santai. Aku terlelap, lalu bangun jam 10an karena ada telpon. Minum teh hangat. Satu donat. Lumayan buat ngangetin perut.
Lalu, koran hari ini datang. “Kebetulan hari Minggu. Biasanya beritanya kan [...]
June 20, 2004
Menonton Akademi Fresiden Indonesia…
[tulisan ini modifikasi dari yg sebelumnya. ya, biar agak aktual dikitlah]
Cek kali cek, ternyata pemilihan presiden mendatang tidak jauh berbeda dengan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang heboh itu. Selain peran politisasi tubuh, iklan untuk memperbagus kesan (image) pun turut mendongkrak popularitas calon presiden.
Tidak usah mikir yang gawat-gawat soal pemilihan presiden 5 Juli mendatang. Seperti juga [...]
June 11, 2004
Inul dan Dunia yang Maskulin
Memperdebatkan apakah goyangan Inul Daratista itu boleh atau tidak, pada hari-hari ini jauh lebih menarik daripada mendiskusikan bagaimana para partai politik mempersiapkan calon presidennnya masing-masing untuk Pemilu 2004 nanti. Sebabnya bisa jadi karena kejenuhan terhadap hal-hal yang terlalu serius. Bisa jadi karena fenomena Inul itu sendiri memang menarik untuk diobrolin.
Inul muncul bukan oleh industri musik [...]










