Tag Archives: Narkoba

Togel, Godel, Whadehel!

Tak terasa, ternyata sudah lama juga aku tidak ketemu dengan karibku yang satu ini. Namanya tidak boleh disebut. Tidak etis. Soale ini hubungannya dengan konfidensialitas, prinsip di mana kerahasiaan status seseorang harus disimpan sampai dia sendiri yang membuka statusnya. Teman itu positif HIV. Aku boleh nyebut status saja, asal tidak menyebut nama. Sebut sajalah namanya Adi. Dia pernah bertahun-tahun kecanduan heroin. Dan karena ini dia tertular HIV.

Kami teman akrab sejak aku kenal lebih dekat isu HIV/AIDS dan narkoba di Bali pada 2005 lalu. Tapi teman ini pula, yang aku wawancarai pertama kali ketika aku menulis isu AIDS untuk GATRA, tempatku kerja waktu itu. Adi inilah orang dengan HIV/AIDS yang kukenal pertama kali, sekitar 2002. Eh, lha dalah, ketika aku kenal lebih intens soal HIV/AIDS ternyata dia jadi teman akrabku.

Continue reading

10 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Mengenal Marjinal Lebih Dalam

Ah, dasar aku bukan orang gaul. Jadi baru kenal dengan Marjinal. Tadi Moyong, teman di drugs user movement IKON Bali, kasi lagu2nya Marjinal. Sebelumnya teman lain, Gendo, sudah pernah cerita soal anak-anak ini. Nyesel juga aku baru tau sekarang. Lagu2nya asik. Aku sih tau liriknya keren. Misalnya soal Marsinah, pendidikan gratis, kemiskinan, dst.

Maka hari ini aku tanya ke Pak De Google. Dan ini yang aku temukan di blog Marjinal.

Continue reading

88 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Uncategorized

Akhirnya Buku Lentera Terbit Juga

Kami duduk lesehan di lapangan rumput belakang Danes Art Veranda Jl Hayam Wuruk, sore tadi. Ada sekitar 50 orang. Suasana santai. Aku aja cuma pake celana pendek dan kaos oblong seperti biasa. Pak Alit Kelakan, wakil gubernur Bali yang datang telat satu jam setelah acara berlangsung pun kemudian ikut lesehan di sana. -btw, pejabat yang satu ini memang rada edan. Dia tidak pernah menganggap diri sebagai pejabat. Selalu santai. Tapi omongannya berisi. Aduh, kok jadi jurkamnya dia. :))-

Petang itu kami merayakan terbitnya Buku Lentera, Lembaran tentang Realitas AIDS. Ini buku terbitan Sloka Institute tapi pesanan Komisi Penanggulangan AIDS Bali dan didanai Australia Indonesia Partnership. Aku dan dua teman lain, Ervi dan Mercya, bantu ngedit buku kumpulan artikel tersebut.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Daily Life, Pekerjaan, Pikiran

Satu Teman Lagi Masuk Penjara

“Aku baru saja mau mulai hidup baru. Tiba-tiba saja bruk!” kata Sara, temanku. Ketika ngomong dia mengangkat tangan lalu menurunkannya dengan cepat. Mungkin jatuh seperti nasibnya sekarang.

Sara, temanku itu, baru kukenal seminggu ini. Kami sama2 jadi peserta Pelatian Relawan Sobat Orang dengan HIV/AIDS (Odha) pekan lalu. Selama seminggu dalam ruangan dan tema sama membuat kami cepat akrab. Sara waria. Dan dia cerita lumayan soal kisah hidupnya. Seperti pada umumnya waria di Indonesia, Sara juga dapat diskriminasi luar biasa.

Continue reading

2 Comments

Filed under Daily Life, Uncategorized

Jarum Suntik Tersandung Masalah Klasik

Penularan HIV/AIDS karena jarum suntik lebih tinggi dibanding karena hubungan seks. Penanganannya membentur masalah klasik, dana.

Ketika mengangkat secangkir kopi, tangan kanan laki-laki itu gemetar. Terlihat tidak kuat. Tangan kirinya lalu menopang bagian bawah cangkir keramik putih itu. Matanya menatap kosong. Wajah ovalnya kurus sehingga tulang iganya terlihat menonjol. Beberapa bercak putih panu pun ada di wajah laki-laki berumur 22 tahun itu. Sinar matanya tidak bersemangat.

Dia memberikan nama samaran Suharta untuk ditulis. “Saya tidak mau keluarga saya tahu kalau saya juga mengidap HIV/AIDS,” pintanya. Siang itu di sebuah kafe, dia mengenakan celana jeans dan baju hitam dengan kancing bagian atas terbuka memperlihatkan singlet putihnya. Sekitar dua jam, Suharta menceritakan pengalamannya sehingga mengidap HIV/AIDS.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping

Buronan Italia Ditangkap di Bali

Kado ulang tahun Kristina Harald Dotter kali ini tak biasa. Persis sehari setelah merayakan ulang tahunn yang ke-33, pacarnya ditangkap polisi. Antonio Pereira Bianchi, 35 tahun, ditangkap polisi atas pesanan Kepolisian Italia Minggu (18/9) lalu di Bandara Ngurah Rai, Bali. Maksud untuk berlibur pun batal. Malah, pacarnya tersebut meringkuk di tahanan Polda Bali, hingga hari ini.

Penangkapan ini terjadi Minggu malam. Sekitar jam 19.30 wita. Tempatnya di Bandara Ngurah Rai Bali. Begitu turun dari pesawat GA 406, satu tim Polda Bali terdiri dari lima anggota dipimpin Kabag Narkoba Kompol Adhitya Wiratama menangkap mereka. Sembari tangan diborgol, mereka pun diperiksa di Ruang Imigrasi Bandara. Hasilnya, tak ada yang salah dengan paspor dan visa mereka. Lolos dari imigrasi, diperiksa di Bea dan Cukai. Juga tak ada barang terlarang di bawaan mereka. Toh, Antonio tetap saja dibawa ke Polda Bali. Dia pun ditahan di Polda Bali malam itu juga. Antonio memang tidak ditahan karena kejahatan yang dilakukannya di Bali. Tapi, dia buronan negara asalnya, Italia.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Pekerjaan