Monthly Archives: December 2003

Mbanyol namun Nyelekit di Darga Gallery

Didik menyindir kondisi sosial politik Jawa sebagai representasi Indonesia melalui objek lukisan anekdotis dan lucu. Padahal, dia sendiri orangnya serius.

Bukan kebetulan kalau pameran tunggal Didik Nurhadi di Darga Gallery, Sanur, Bali dibuka Jaya Suprana Sabtu pekan lalu. Pemilihan bos perusahaan jamu yang juga humorolog serba bisa itu dilakukan karena ada kemiripan tematis antara karya yang dipamerkan dengan Jaya Suprana. Keduanya segar, lucu, namun melontarkan kritik-kritik nyelekit lewat candaannya.

Enam karya Didik yaitu Pesta Balon, Pesta Ulang Tahun, Selamat Datang Demokrasi, Wake Up, Simbol dan Kenyataan, serta Bapak Poligami seluruhnya menunjukkan objek lucu dan seluruhnya berukuran 1,4 m x 2 m. Cukup besar untuk ukuran lukisan. Maka tiap dinding di galeri Darga yang tiga tingkat itu hanya memajang satu lukisan. Pameran yang berlangsung hingga 17 Januari mendatang itu menampilkan karya-karya mbanyol namun nyelekit yang berasal dari pengalanan pelukisnya sehari-hari.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping

Menikmati Dana Purnabakti

Menjelang akhir masa jabatan, anggota DPRD di Bali juga mulai kasak-kusuk soal dana akhir jabatan alias dana purnabakti. Di DPRD beberapa kabupaten memang tidak ada. Misalnya di Kabupaten Karangasem ataupun Jembrana. Di Jembrana, Bupati I Gede Winasa kepada GATRA mengaku memang tidak menyediakan alokasi dana tersebut. Malah, aku Winasa, dia minta gajinya sebagai bupati diturunkan pada APBD tahun depan. “Kalau bupati saja minta gajinya diturunkan, masa anggota DPRD tidak malu kalau minta uang akhir masa jabatan,” kata Winasa Rabu pekan lalu.

DPRD Bali pun sama saja. Dalam rapat penetapan APBD Selasa (hari ini) mereka sepakat tidak menyediakan dana purnabakti tersebut. “Kalau tidak percaya, silakan tanya ke anggota yang lain,” kata Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa kepada GATRA. Namun, menurut sekretaris panitia anggaran DPRD Bali AA Rai Wirjaya anggota DPRD Bali tak menerima karena sudah ada dana masa bakti yang diterima setiap bulan oleh anggota Dewan sejak tahun 2002. Jumlah dana masa bakti itu besarnya Rp 3 juta per bulan pada tahun 2002, Rp 5 juta pada tahun 2003, dan tahun depan Rp 5,5 juta.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping

Biar Miskin Asal Sehat

Melalui Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, warga Kabupaten Jembrana bebas biaya ketika berobat.

Ide awalnya karena tidak ingin daerahnya semakin tertinggal dari daerah lain di Bali. Sebut saja dari sisi pendapatan. PAD Jembrana tak sampai Rp 6 milyar per tahun. Bandingkan dengan PAD Kabupaten Badung yang mencapai sekitar Rp 300 milyar. “Saya ingin meningkatkan kualitas hidup warga Jembrana,” kata bupati Jembrana I Gde Winasa. Paremeter kualitas hidup itu, tambah bupati yang juga profesor tersebut, adalah peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, dan daya beli.

Dan, bagi Winasa, program itu tidak sebatas angan-angan. Di bidang kesehatan misalnya, bupati yang juga dokter gigi itu membuat program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Program ini dilakukan sejak April 2003 lalu. Intinya berupa memberikan jaminan dan menyalurkan subsidi ksehatan kepada masyarakat. Sebagai badan pelaksana dibentuklah Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) yang berada di bawah Dinas Kesehatan kabupaten paling dekat dengan Jawa tersebut.

Continue reading

1 Comment

Filed under Kliping, Pekerjaan

Habis Terapi Hilang Gynechomasti

Setelah berusia dua minggu, bayi gynechomasti di Bali kembali normal.

Ketika baru lahir awal November lalu, tidak ada yang berbeda pada kondisi fisik putri pasangan Dewa Ketut Oka Wijaya dan Ni Wayan Sulasih. Bayi yang hingga kini baru dipanggil Desak Made (panggilan pada anak kedua di Bali) itu lahir dengan berat 4 kg dan panjang 50 cm. Kulitnya putih, rambutnya hitam lebat, tangisannya juga biasa saja.

Dua hari kemudian pasangan muda itu melihat ada yang lain pada Desak Made. Buah dadanya terlihat membesar tidak seperti bayi lain. Buah dada itu kalau dipencet terlihat memerah dan mengeluarkan air susu. Namun, hal yang membuat pasutri warga Banjar Cemenggon, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung sekitar 30 km utara Denpasar itu tambah khawatir adalah kulit wajah anaknya yang menguning. Padahal anak pertama mereka juga meninggal setahun lalu karena penyakit kuning tersebut.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping