Biar Miskin Asal Sehat

Melalui Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, warga Kabupaten Jembrana bebas biaya ketika berobat.

Ide awalnya karena tidak ingin daerahnya semakin tertinggal dari daerah lain di Bali. Sebut saja dari sisi pendapatan. PAD Jembrana tak sampai Rp 6 milyar per tahun. Bandingkan dengan PAD Kabupaten Badung yang mencapai sekitar Rp 300 milyar. “Saya ingin meningkatkan kualitas hidup warga Jembrana,” kata bupati Jembrana I Gde Winasa. Paremeter kualitas hidup itu, tambah bupati yang juga profesor tersebut, adalah peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, dan daya beli.

Dan, bagi Winasa, program itu tidak sebatas angan-angan. Di bidang kesehatan misalnya, bupati yang juga dokter gigi itu membuat program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Program ini dilakukan sejak April 2003 lalu. Intinya berupa memberikan jaminan dan menyalurkan subsidi ksehatan kepada masyarakat. Sebagai badan pelaksana dibentuklah Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) yang berada di bawah Dinas Kesehatan kabupaten paling dekat dengan Jawa tersebut.

Teknisnya, Pemkab Jembrana akan membayar setiap biaya kesehatan warganya yang sudah menjadi anggota JKJ. Pembayaran ini dilakukan di setiap Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) seperti rumah sakit, dokter, pusat kesehatan masyarakat, maupun perangkat kesehatan lain yang telah terikat kontrak dengan Pemkab Jembrana. Setiap warga Jembrana berhak menjadi anggota JKJ dengan syarat menyerahkan identitas diri dan foto. Kartu JKJ itu diterbitkan untuk satu keluarga dengan foto kepala keluarga dan anggotanya di kartu tersebut. Selain itu peserta JKJ juga mendapat buku berobat. Untuk dapat kartu dan buku berobat ini warga hanya membayar Rp 2000.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga tersebut antar lain penyuluhan, pencegahan, penyembuhan, pengobatan, pemeriksaan, hingga pelayanan KB dan pemeriksaan ibu hamil. Ketika mendpatkan pelayanan kesehatan, peserta JKJ tinggal memperlihatkan kartu tersebut untuk kemudian PPK yang menangani akan menandatangani kartu obat si pasien. Setiap bulan PPK akan mendapatkan biaya berdasarkan jumlah pasein yanhg ditangani. Besarnya tarif pelayanan kesehatan tersebut Rp 20.000 untuk pemeriksaan dan obat oral. Sedangkan untuk suntik dan obat biayanya Rp 27.000 per pasien. Biaya tersebut terdiri dari biaya jasa medis Rp 10.000 sedangkan sisanya untuk obat atau suntik itu tadi.

Menurut Winasa, untuk program tersebut, Pemkab mengalokasikan dana Rp 3,4 milyar per tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 230 ribu, Winasa menyatakan tiap warga mendapat premi Rp 1.080 per bulan. Toh, untuk tahun ini dana tersebut masih tersisa Rp 1 milyar. “Kalau tidak ada program ini dana tersebut pasti sudah habis,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya tersebut. Sebab, tambahnya, JKJ merupakan pemindahan alokasi subsidi kesehatan kepada warga dari yang sebelumnya ke puskesmas dan rumah sakit. Sebelumnya subsidi diberikan langsung kepada puskesmas sebeasr Rp 1,8 milyar dan rumah sakit Rp 1,6 milyar. “Sudah habis banyak, subsidi itu belum tentu dinikmati warga,” ujar Winasa.

Maka, JKJ pun disambut suka cita oleh warga. “Saya sudah sepuluh kali berobat dan selalu gratis,” kata Made Asa, 40 tahun. Kelian Dinas Dusun Biluk Poh Kangin, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo itu memang mengidap penyakit flu. Setiap berobat dia selalu datang ke dr Nyoman Susila di Desa Posanten, sekitar 2 km dari rumahnya. Sebelum ada JKJ, bapak dua anak itu harus mengeluarkan setidaknya Rp 20 ribu tiap kali berobat. Hingga saat ini, sesekali Made Asa masih berobat.

Ketika ditemui GATRA pada Rabu pekan ini, pemilik bengkel sepeda motor itu baru saja selesai mendaftarkan tiga KK warganya untuk mendapatkan kartu JKJ. Menurutnya, dari 285 KK di dusunnya sudah 150 KK yang mendaftar JKJ. “Sisanya belum mendaftar selain karena belum butuh juga karena malas karena harus foto,” kata bapak bertubuh tinggi besar itu.

Selain Made Asa, masih ada beberapa orang yang antri mengurus kartu JKJ tersebut. Menurut salah satu pegawai, tiap hari rata-rata ada 200 orang yang mendaftar. Hingga saat ini baru 34 ribu warga Jembrana dari sekitar 230 ribu jumlah penduduk.

Adanya program ini pun disabut baik oleh kalangan medis di Jembrana. “Program ini sangat positif bagi masyarakat,” kata Dewa Gde Sidan Ardhana, dokter yang berpraktik di Desa Dangintukadaya, Negara. Secara medis, adanya JKJ membuat dokter saling berlomba memberikan pelayanan terbaik. Penjelesannya demikian. Sebelum ada JKJ, warga memilih dokter salah satunya karena tarif. Saat ini tarif semua dokter sama. Sebab telah distandarkan oleh Pemkab Jembrana. Selain itu, warga bisa berobat kapan pun mereka mau karena tidak perlu bayar lagi. “Kalau dulu mereka lebih memilih puskesmas karena lebih murah. Sekarang terserah mereka,” katanya.

Hal ini pun mengakibatkan warga lebih selektif memilih dokter. “Sebab kalau tidak suka, mereka bisa milih dokter yang lain,” kata dokter di puskesmas Dangintukadaya, Negara ini. karena biaya gratis itu pula, warga yang berobat ke dokter semakin banyak. Sebelum ada JKJ, pasien yang datang ke dokter lulunsa UGM Yogyakarta ini sekitar 5-10 orang. Sedangkan saat ini sekitar 15-20 orang per hari. Otomatis pendapatan dokter pun bertambah. Sebab mereka tinggal minta klaim ke JKJ tiap bulan.

Namun, menurut Dewa Gde Sidan, hal ini mengakibatkan jumlah pasien yang berkunjung ke puskesmas atau rumah sakit menurun. Sebab, sebagian besar warga lebih memilih berobat pada sore hari. Padahal puskesmas sudah tutup pada pukul 2 siang. “Selain itu juga karena alasan kualitas pelayanan,” kata mantan pegawai Dinas Kesehatan Jembarana ini.

Toh masih ada celah praktik tidak benar antara pasien dan dokter. “Bisa saja ada kolusi antara doker dan pasien untuk sama-sama mendapatkan uang,” kata Winasa. Untuk itu, menurut Winasa, selanjutnya perlu ada pengawasan. Sebab selama ini JKJ hanya melibatkan pasien, JKJ, dan PPK. Pengawasan ini pun perlu dilakukan agar pasien tidak menggunakan kartu JKJ seenaknya.

Sebagai contoh, seorang pasien diberikan jatah waktu tiga hari untuk menghabiskan obat. Misalnya pasien mengaku sakit dan diberi obat, maka pasein dapat berobat lagi setelah tiga hari kemudian. Jika sebelum tiga hari si pasien sudah datang, maka dia harus membayar sesuai tarif. Tidak pakai kartu JKJ.

Seperti pada Rabu sore pekan ini. Ketika sedang GATRA sedang wawancara dengan dokter Dewa Gde Sidan, tiba-tiba datang seorang pasien. Laki-laki berumur 31 tahun bernama Komang Suparta itu mengaku matanya sakit. Matanya memang terlihat memerah dan bengkak. Ketika diperiksa kartu berobatnya, ternyata Komang Suparta baru selesai berobat di Puskesmas Pembantu di Yehembang, Mendoyo pagi harinya. “Kalau belum tiga hari, bapak tidak belum bisa pakai kartu JKJ,” kata dokter Dewa Gde Sidan kepada pasiennya. Setelah pasien itu bersedia membayar, barulah pemeriksaan dilakukan di ruang praktik dokter Dewa.

1 Comment

Filed under Kliping, Pekerjaan

One response to “Biar Miskin Asal Sehat

  1. g
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1. 1. Latar Belakang.
    Pada naskah GBHN 1993, dikemukakan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk makin menigkatkan kualitas dan pemerataan jangkaan pelayanan kesehatan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tingginya kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu jaminan akan keberhasilan program / pelayanan kesehatan yang diberikan (Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia, Tamrin XXII, No : 4, 1994 )
    Pemerataan jangkauan kesehatan diwujudkan dengan adanya penyelenggaraan upaya kesehatan yang merupakan tanggung jawab bersama antara, pemerintah, swasta dan masyarakat.
    Saat ini peranan swasta dan masyarakat tampaknya lebih menonjol, yang tercermin dari bertambahnya penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan, menurut data tahun 1994 : dari 1.039 Rumah Sakit di Indonesia : 42,3 % milik swasta, 57, 7 % milik pemerintah (Kompas, 1 November 1996), sebagaimana dikutip Sudasini, 19997).
    Munculnya Rumah sakit Provit akan menimbulkan dampak, makin ketatnya persaingan usaha perumasakitan, masyarakat dapat memilih yang paling dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan serta yang dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.
    Salah satu keluaran dari jasa pelayanan Rumah Sakit dan juga sebagai peruwujudan suatu pelayanan yang berkualitas adalah kepuasan pasien, beberapa orang telah melakukan penelitian tentang kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan kesehatan.
    Mengingat pelayanan penerimaan pasien merupakan pintu masuk yang memberikan kesan pertama pasien / keluarga pasien tentang baik / tidaknya pelayanan dari suatu Rumah Sakit tersebut, upaya peningkatan pelayanan penerimaan pasien merupakan upaya yang cukup penting karena :
    1. Dapat mempengaruhi kepuasan paien / keluarga pasien yang merasa puas bila membutuhkan pelayanan yang sama.
    2. Pasien / keluarga pasien dianggap penyebar informasi pada lingkungan sekitarnya, mengenai apa yang mereka rasakan terhadap pelayanan yang diterimanya.
    3. Diharapkan dapat meningkatkan BOR (Bed Occupancy Rate) di Rumah sakit. Dengan meningkatnya BOR Rumah Sakit diharapkan dapat menngkatkan pendapatan dari Ranap yang selama ini pendapatan Ranap mencapai rata-erata 60 % dari pendapatan seluruh Rumah Sakit (Sumber Biro Akutansi RKSC, 1994).

    Berdasarkan alasan di atas, penulis menyadari bahwa usaha dan upaya pimpinan, khususnya kamar pelayanan pasien rawat inap untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien / keluarga pasien memerlukan banyak informasi dan untuk mendapatkan informasi pasien diadakan penelitian khususnya mengenai kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan penerimaan pasien rawat inap

    Rumusan Masalah
    Dari uraian di atas, dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut bahwa Belum diketahuinya karakteristik dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien / keluargan pasien terhadap pelayanan pasien di rawat Inap di Klinik Al-Fauzan Condet Jakarta timur

    Tujuan
    Tujuan Umum

    Diperolehnya informasi mengenai tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan penerimaan pasien ranap dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan penerimaan pasien ranap

    Tujuan Khuus.
    1. Diketahuinya gambaran kepuuasan pasien / keluarga pasien rawat inap
    2. Diketahuinya karakteristik pasien / keluarga pasien yang mencakup umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, cara bayar, asal pengantar rawat inap dan kelas perawatan tempat pasien dirawat.
    3. Diketahuinya hubungan anatara umur pasien / keluarga pasien dengan tingkat kepuasan terhadap pel;ayanan pasien ranap.
    4. Diketahuinya hubungan anata jenis kelamin pasien / keluarga pasien dengan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan penerimaan pasien ranap.
    5. Diketahuinya hubungan antara pendidikan pasien / keluarga pasien dan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan penerimaan pasien ranap.
    6. Diketahuinya hubungan antara pekerjaan pasien / keluarga pasien dan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien terhadap pelayanan penerimaan pasien ranap.
    7. Diketahuinya sistim / cara pembayaran biaya Rumah sakit pasien dengan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien.
    8. Diketahuinya asal surat pengantar rawat dengan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien.
    9. Diketahuinya kelas perawatan yang ditempati pasien rawat inap dengan tingkat kepuasan pasien / keluarga pasien.

    Manfaat Penelitian
    1. Sebagai bahan masukan bagi pelayanan kesehatan di Praktek Bersama Dokter Spesialis (PBDS) Al-Fauzan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan penerimaan pasien ranap sesuai dengan harapan – harapan masyarakat.
    2. Sebagai pengembangan ilmu ilmu yang mungkin dapat dipergunakan oleh peneliti lain sebagai pembanding.
    3. Menambah pengetahuan penulis dalam melakukan pengamatan terhadap masalah yang diteliti, sehingga dapat membantu dalam menjalankan tugas dimasa yang akan datang.

    Ruang Lingkup Penilitian
    1. Peneliti ini dilakuakn pada pasien / keluarga pasien yang telah mendapatkan
    pelayanan dan penerimanaan pasien ranap yang dirawat di …..
    2. Penelitian ini dilakukan pada pasien / keluargfa pasien yang pasienya mulai masuk unit ranap di Praktek Bersama Dokter Spesialis (PBDS), pada tangaal ……..s/d……..200…. kecuali pada perawatan kebidanan di mana pasien yang langsung masuk ke kamar bersalin dan langsung masuk ke unit perawatan kebidanan karena pasien sudah langsung mendapatkan penjelasan pada saat pemeriksaan kehamilan di BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak )

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    Gambaran klinik Al – Fauzan Data dari profil Al-Fauzan
    II.1 Jenis Pelayanan kesehatan
    Hendrik M Taurany (1986) menyatakan bahwa pada dasarnya jenis pelayanan kesehatan dapat dikelompokkan ke dalam :
    a. Pelayanan Medis
    Pelayanan Medis harus disediakan dan diberikan kepada pasien sesuai ilmu pengethuan kedokteran mutakhir, serta memanfaatkan kemampuan dan fasilitas rumah sakit secara optimal, tujuan pelayanan medis adalah mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    b. Pelayanan Penunjang Medik
    Pelayanan Penunjang Medik Yaitu pelayanan yang diberikan oleh tenaga ahli dalam bidang labotarium, radiologi, physiotherapy, farmasi, sterilisasi yang menunjang kegiatan medic dalam menegakkan diagnose pasien, pengobatan pasien, penyembuhan dan rehabilitasi pasien.
    c. Pelayan Penunjang Umum
    Merupakan kegiatan penunjang yang memberikan dukungan untuk melaksanakan jasa profesaioanal, terdiri dari administrasi umum dan administrasi pasien yang mengelola informasi dengan cepat, tepat dan teliti dalam bidang ketata usahaan, keuangan, kepegawaian dan dalam asuhan pasien sesuai dengan pelayanan yang ada.Untuk menunjang perkembangan teori kedokteran yang makin hari makin berkembang seirama dengan perkembangan tersebut.

    PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU
    Mutu Pelayanan kesehatan adalah derajat kesempurnanaan pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen akan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di tempat pemberi pelayanan kesehatan secara wajar, efesien, efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika, hokum dan sosio budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah dan masayarakat konsumen. ( Depkes RI, 1994 )
    Mutu adalah derajat dipenuhinya kebutuhan masyarakat atau perorangan akan asuhan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi yang baik, dengan memanfaatkan sumber daya yang wajar, efisien, efektif dalam keterbatasan kemampuan pemerintah dan masyarakat, diselenggarakan secara aman dan memuaskan pasien, sesuai dengan norma etika yang baik dengan tujuan untuk mencapai, menjaga dan memulihakan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat atau perorangan dengan hasil akhir yang selayaknya diharapkan.(Yacobalis, 1989)
    Mutu pelayanan Rumah sakit dapat dikatakan sebagai produk akhir dari interaksi dan ketergantungan yang rumit antara berbagai komponen atau aspek rumah sakit itu sebagai suatu sistem.
    Mutu pelayanan yang baik dikaitkan dengan kesembuhan, meningkatnya derajat kesehatan, kecepatan pelayanan, kepuasan terhadap lingkungan fisik rumah sakit dan tarif yang memadai.
    Pembicaraan tentang mutu pelayanan dan penelitian ini dikaitkan dengan kehendak untuk memenuhi kebutuhan serta tuntutan para pemakai jasa pelayanan tersebut. Terpenuhi atau tidaknya kebutuhan dan tuntuntan para pemakai jasa pelayanan, terkait denagan timbul atau tidaknya rasa puas terhadap pelayanan kesehatan, sehingga pembicaraan tentang mutu pelayanan kesehatan sangat erat hubungannya dengan aspek kepuasan tersebut, maka dapat dikatakan makin semourna kepuasan pasien, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan.
    Suatu pelayanan kesehatan disebut sebagai pelayanan kesehatan yang bermutu apabila penerapan semua persyaratan pelayanan kesehatan dapat memuaskan pasien. Dengan pendapat ini mudahlah dipahami ukuran-ukuran pelayanan kesehatan yang bermutu lebih bersifat lebih luas, karena di dalamnya tercakup penilaian terhadap kepuasan pasien mengenai : (Azrul Anwar, 1996)
    1. Ketersedian pelayanan kesehatan (Aviability) . Untuk dapat menimbulkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan, banyak syarat yang harus dipenuhi. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang cukup penting adalah ketersediaan pelayanan tersebut.
    2. Kewajaran pelayanan kesehatan (appropriatness). Syarat lain yang harus dipenuhi untuk dapat menimbulkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan, adalah kewajaran pelayanan kesehatan dalam arti dapat mengatasi kesehatan yanag diatasi.
    3. Kesinambungan pelayanan kesehatan (continuity) . Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan juga ditentukan oleh kesinambungan pelayanan kesehatan, dalam arti tersedia setiap saat baik menurut waktu ataupun kebutuhan pelayanan kesehatan.
    4. Penerimaan pelayanan Kesehatan (acceptability). Dapat diterima atau tidaknya pelayanan kesehatan sangat menentukan puas atau tidaknya pasien terhadap pelayanan kesehatan.
    5. Ketercapaian pelayanan kesehatan (accessibility). Karena kepuasan pasien ada hubungannya dengan mutu pelayanan, maka disebutkan suatu pelayanan kesehatan yang bermutu adalah apabila pelayanan kesehatan tersebut dapat dicapai oleh pemakai jasa pelayanan kesehatan.
    6. Keterjangkauan pelayanan kesehatan (offordability) . Pelayanan kesehatan yang terlalu mahal tidak akan dapat dijangkau oleh semua pemakai jasa pelayanan kesehatan dan karenannya tidak akan memuaskan pasien.
    7. Efesieni Pelayanan Kesehatan (Efficiency). Efesiensi pelayanan telah diketahui mempunyai hubungan yang erat dengan kepuasan pemakai jasa pelayanan. Dengan demikian untuk dapat menimbulkan kepuasan tersebut, perlulah diupayakan peningkatan efesiensi pelayanan.
    8. Mutu pelayanan kesehatan (Quality). Mutu pelayanan kesehatan yang dimaksud disini adalah yang merujuk pada kesembuhan penyakit serta keamanan tindakan, yang apabila berhasil diwujudkan pasti akan memuaskan pasien.
    (Azrul Anwar, 1996)

    Mutu pelayanan rumah sakit ataupun klinik merupakan produk akhir dari interaksi dan ketergantungan antara komponen rumah sakit sebagai suatu sistem. Komponen pelayanan tersebut terdiri daripada :
    1. Input
    Input adalah semua hal yang diperlukan untuk terselenggaranya suatu pelayanan rumah sakit dengan hal-hal yang penting. Yang termasuk di dalamnya adalah sarana, tenaga, organisasi, dan manajemen.

    2. Proses
    Proses adalah semua tindakan yang dilakukan didalam kegiatan pelayan yang baik secara medic maupun nonmedik. Proses harus dilakukan sesuai dengan standar yang ditentukan untuk menghasilkan mutu pelayanan yang baik.

    3. Lingkungan
    Lingkungan di sini merupakan keadaan lingkungan disekitarnya yang mempengaruhi mutu pelayanan. Lingkungan itu terdiri atas organisasi, nilai-nilai dan manajemen. Jika kondisi lingkungan mendukung dan sesuai dengan standar yang ditentukan maka mutu pelayanan dapat tercapai dengan baik.

    4. Output
    Output dari pelayanan kesehatan terdiri dari 3 macam yaitu :
    – Aspek Medik : angka kematian, angka kesembuhan, malpraktek oleh provider.
    – Aspek social : kepuasan pasien dan pendapat yang baik dari masyarakat.
    – Aspek Ekonomi : efesinsi biaya rumah sakit atau klinik.
    ( Jacobalis 1989),

    KEPUASAN
    Kepuasan adalah sesuatu yang bersifat abstrak dan sukar diukur karena bersifat subjektif. Kepuasan secara sederhana adalah suatu keadaan dimana kebutuhankeinginan dan harapan dapat terpenuhi. Faktor kepuasan mempengaruhi penilaian mutupelayanan terhadap citra suatu tempat pemberi pelayanan kesehatan yang bersangkutan (Lumente, 1986)
    Dilapangan sering terlihat bahwa tingkat kepuasan seseorang terhadap suatu bentuk pelayanan bervariasa dari yang sangat puas, puas, kurang puas, dan tidak puas. Pada kasus dan pelayanan yang sama pada pasien dapat terjadi tingkat kepuasan yang berbeda. Hal ini tergantung pada latar belakang masyarakat seperti : tingkat pendidikan, social budaya, social ekonomi, dan jenis kelamin. Kepuasan lebih mengacu kepada pengalaman yang menyenagkan pada saat terpenuhinya kebutuhan (Azrul Anwar 1996 )
    Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purna beli dimana alternative yang dipilih sekurang – kurangnya memberikan hasil yang sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul apabila hasil yang peroleh tidak memenuhi harapan pelanggan (Engel, 1990).
    Menurut Parasuramen, Zeithme dan berry ada 10 komponen yang berhubungan dengan kepuasan atau harapan klien / pelanggan yang terdiri dari : 5 komponen yang berhubungan dengan personil, 3 komponen yang berhubungan dengan proses, dan 2 komponen yang berhubungan dengan proses (Philip Kotler, 1989).
    5 Komponen yang berhubungan dengan personil adalah:
    1. Tanggap : Petugas harus siap dan bersedia melayani, petugas harus dapat mengatur janji dengan tepat, petugas harus dapat melayani dengan cepat dan segera.
    2. Kompeten : Petugas harus dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, petugas harus terampil, dan penampilannya harus mencerminkan pengalaman kerjanya.
    3. Ramah : Petugas harus bersifat sopan, luwes, menghargai dan menerima keluhan pelanggan dengan baik.
    4. Dapat dipercaya : Petugas harus jujur, dapat dipercaya, serta menghargai kepentingan pelanggan.
    5. Peka : Petugas harus cepat tanggap dalam melakukan dan memahami keinginan pelanggan, dapat menemukan kebutuhan dan kesukaan pelanggan yang spesifik, peka terhadap minat pelanggan, memperlakukan pelanggan dengan baik sehingga pelanggan dapat mengenal petugas dengan baik pula.

    3 Komponen yang berhubungan dengan tempat
    1. Akses : Mudah dijangkau oleh konsumen yakni : tempat atau ruangan strategis dan nyaman, jam operasionalnya tepat, pelayanan tersedia setiap saat dibutuhkan, suasana mencerminkan situasi yang tenang, pelanggan menunggu tidak terlalu lama untuk dilayani.
    2. Keamanan : Tempat dan lingkungan aman
    3. Penampilan : Penampilan pasilitas fisik harus menarik.
    2 Komponen yang berhubungan dengan proses
    1. Reliabilitas (hal-hal yang dapat dipercayai) : pelayanan harus dilakukan dengan benar sejak awal, pelayanan harus memberikan kualitas yang konsisten.
    2. Komunikasi : konsumen ini dijelaskan mengenai apa yang petugas lakukan terhadap mereka, resiko dan efek sampingnya harus dijelaskan.

    Philpp Kolter (1984), menjelaskan bahwa untuk mengetahui apa yang disukai atau tidak disukai oleh pelanggan, melakukan survey berupa :
    – Directly report satisfaction
    Menanyakan tingkat kepusan konsumen atas pelayanan kesehatan baik secara kesuluruhan atau khusus yang akan memperoleh jawaban mulai dari sangat puas sampai dengan tidak puas dan kemudian disajikan dalam bentuk diagram.

    – Derrived dissatisfaction
    Dengan meminta partisipasi pelanggan untuk menilai kualitas pelayanan saat ini dan ditanyakan bagaimana seharusnya menurut mereka.

    – Problem analisys
    Dengan menanyakan apa yang menjadi masalah pelanggan dan mendapatkan pelayanan sekaligus usulan mereka sebagai bahan koreksi di masa mendatang.
    – Importance
    Denagan menanyakan kepada pelanggan menegenai tingkat kepentingan tiap pelayanan dan bagaimana tempat pelayanan kesehatan yang diberikan pada tiap mpelayanan tersebut.

    BAB III
    KERANGKA KONSEP DAN
    DEFINISI OPERASIONAL
    III.1. Kerangka Konsep
    Mengacu dari pasien sebagai pengguna jasa pelayanan di klinik, maka pasien jugalah yang menentukan baik buruknya pelayanan yang diberikan selama pasien dalam perawatan.
    Pada kerangka konsep peneliti membuat karakteristik pasien sebagai input, adapun karakteristik pasien tersebut terdiri dari jenis kelamin, umur, pendidikan pasien sampai dengan status perkawinan, lama haru dirawat dan penanggung jawab pembiayaan perawatan.

    Pelayanan Kesehatan yang mendukung pelayanan yang diberikan pada proses dalam kerangka konsep, pelayanan keperawatan yang dilakukan melalui pendekatan proses keperawatan yaitu : pengkajian, perencanaan, implementasi / pelaksanaan dan evaluasi, proses tersebut akan menghasilkan kepuasan pasisen sebagai outpunya.

    III.2. Definisi Operasional dan Skala Pengukuran
    Untuk menjelaskan kerangka konsep tersebut maka diberikan definisi operasional dan setiap variabel penelitian.

    Variabel
    Definisi Operasional Kategori Skala
    No Karakteristik
    Pasien
    1 Umur Dihitung berdasarkan tanggaal, bulan tahun lahir kelahiran s/d saat responden mengambil data, di mana yang lebih 6 bulan dibulatkan ke atas dan yang yang kurang 6 bulan dibulatkan ke bawah

    12-18 thn
    19-30 thn
    31-65 thn
    > 65 tahn

    Interval
    2 Jenis Kelamin Ciri yang membedakan responden berdasarkan pengamatan dari luar -laki-laki
    -Perempuan

    Normal

    3.
    Pendidikan
    Pendidikan formal terakhir responden saat pengambilan data -tidak sekolah / lulus SD.
    – SD, SLTP
    SLTA,Akademi
    Strata -1 , 2, dll

    Ordinal
    4 Pekerjaan Jenis pekerjaan / kegiatan yang menghasilkan sesuatu / berpenghasilan tetap -Pelajar / Mhsw
    IRT,PNS,ABRI, Karyawanswasta
    Wiraswasta, buruh dll.

    Nominal
    5 Sistem
    Pembayaran Sistem pembayaran yang dilakukan oloeh responden, pembayaran atas biaya rawat inap, pengobatan ditanggung oleh siapa – Biaya sendiri
    – Asuransi
    -ditanggung
    kantor
    -Yayasan Sosial

    Nominal
    6 Lama Rawat Lama hari Perawatan responden 1 – 3 hari
    4 – 7 hari
    > 7 hari
    Interval

    7

    Kelas
    Perawatan Klasifikasi ruangan dan biaya tempat pasien dirawat berdasarkan fasilitas perawatan yang tersedia
    Kelas 1
    Kelas 2
    Kelas 3

    Nominal

    8 Status Ciri yang membedakan status perkawinan responden -Kawin
    -Belum Kawin
    -Janda / Duda
    Nominal
    Pelayanan Kepuasan
    Pasien Persepsi Pasien terhadap pelayanan, sikap, pengetahuan ketrampilan & keramahan nakes terhadap pasien selama di dalam perawatan dgn melalui pendekatan proses askep yaitu : pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

    Ada 4 kategori :
    1. Sangat Puas : bila pelayanan yang diterima > yang dibutuhkan / diharapkan.
    2. Puas : bila bila pelayanan yang diterima yang dibutuhkan / diharapkan.
    3. Kurang Puas : bila pelayanan yang diterima < yang dibutuhkan / diharapkan.
    4. Tidak Puas : bila pelayanan yang diterima yang dibutuhkan / diharapkan.

    1 Pengkajian Suatu proses kegiatan pengumpulan dan pengelompokan data serta perumusan diagnosit keperawatan yang yang tidak terdiri dari 4 komponen.
    1. Kesedian perawat untuk mendengarkan keluhan pasien / anda
    2. Pemeriksaaan fisik yang dilakukan perawat pada anda dengan menggunakan alat-alat kesehatan
    3. Perhatian perawat terhadap hal-hal yang memberatkan pikiran anda selaku dirawat di rumah sakit / klinik
    4. Perhatian perawat terhap kebutuhan rohani anda
    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas
    Ordinal

    2 Perancanaan Merencanakan tindakan yang akan dilakukan yang terdiri dari 4 komponen
    1. Penjelasan perawat tentang peraturan tata tertib rumah sakit / klinik
    2. Penjelasan perawat tentang rencana tindakan yang akan dilakukan.
    3. Perawat melibatkan keluarga dalam perawatan pasien.
    4. Penjelasan perawat tentang rencana kegiatan pasien Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas
    Ordinal

    3
    Implementasi
    Tindakan yang dilakukan perawat kepada pasien berdasarkan rencana yang telah dibuat terdiri dari :
    1.Cara perawat memperkenalkan diri pada saat menjalankan tugas.
    2.Sikap perawat selama menjalankan tugas.
    3.Kecepatan datangnya perawat untuk memberikan pertolongan.’
    4.Perhatian perawat terhadap kebutuhan BAB / BAK.
    5.Kegepatan perawat terhadap kebutuhan makan dan minum.
    6.Ketrampilan perawat dalam melaksanakan tugasnya.
    7.Bantuan perawat untuk menyiapkan / meminumkan obat.
    8. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan perawat terhadap pasien dan keluarga.

    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas
    Ordinal

    4
    Evaluasi
    Hasil yang dicapai dari rencana yang dibuat dan tindakan yang telah dilakukan, terdiri dari :
    1. Pemahaman pasien terhadap semua penjelasan yang telakakan oleh perawat.
    2. Perawat menanyakan perasaan pasien setelah melakukan tindakan pengobatan.
    3. Perawat yang selalu mengawasi keadaan anda / pasien secara teratur
    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas
    Ordinal

    5
    Pelayanan gizi makanan
    Menu makanan yang disajikan, ketepatan waktu penyajian makanan dan rasa makanan
    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas

    Ordinal

    6

    Fasiltas Rawat Inap

    Adanya fasilitas yang memadai selama pasien dirawat seperti :
    1. AC / Ventilasi
    2. PENERANGAN KAMAR
    3. Perabot kamar

    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas

    Ordinal

    7
    Kondisi Lingkungan Fisik
    Keadaan ruangan pasien yang dirawat, seperti :
    1. Keterangan di sekitar lingkungan pasien
    2. Kebersiha dan kerapian kamar.
    3. Kebersihan dan kerapian kamar mandi / WC
    4. Jaminan keamanan barang yang dibawa.

    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas

    Ordinal

    8
    Kepuasan Pasien
    Perasan yang diungkapkan pasien secara keseluruhan tentang pelayan yang diterima
    Sangat Puas
    Puas
    Tidak Puas
    Kurang Puas
    Ordinal

    BAB IV
    METODOLOGI PENELITIAN

    IV .1. Ruang Lingkup Penelitian
    Penelitioan ini dilakukan di Ruang Rawat Inap Klinik Bersalin dan PBDS (Praktek Bersama Dokter Spesialis ) Al-Fauzan, Jalan Raya Condet No 13 Balekembang Jakarta Timur
    IV .2. Jenis Penelitian
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan metode survey dan menggunakan desain cross sectional. Peneliti mengggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden.

    IV .3. Populasi dan Sampel
    Pupulasi pada penelitian ini adalah pasien dewasa baik pria maupun wanita yang di rawat di Klinik al-Fauzan yang dapat menjawab sendiri kuesioner yang diberikan.
    Yang dimaksud dengan pasien pada penelitian ini adalah orang yang memperoleh pelayanan kesehatan dengan cara menginap atau dirawat di Klnik al-Fauzan.
    Yag dimaksud keluarga pasien adalah orang yang bertindak untuk dan atas nama serta mewakili kepentingan pasien yang mengurus proses mulai masuknya pasien ke rawat inap sehubungan dengan :
    1. Keadaan pasien yang tidak mungkin mengurus langsung proses penerimaan pasien rawat inap sampai dengan pengurusan administrasi dan kepulangan pasien.
    2. Pasien belum dewasa
    3. Ketidak mapuan pasien sehubungan dengan penyakitnya (pasien dalam keadaan tidak sadar atau tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
    Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan berdasarkan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak tujuh tempat tidur, kemudian dari BOR tahun 2007 sebesar ………….% didapat jumlah tempat tidur sebayak ……..tempat tidur.

    Untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus :
    d = Z x √ p x q
    n

    d = Penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang diinginkan sebesar 0,05.
    Z = Standar deviasi normal, ditentukan pada 1,96 yang sesuai denagn dengan kemaknaan
    95 %
    P = asumsi proporsi pasien yang tidak puas untuk proses pelayanan rawat inap di Klinik
    Al-Fauzan sebesar 50 %
    q = 1,0 – p
    N = Jumlah tempat tidur terpakai
    n = Jumlah sampel yang dicari.
    (Notoatmodjo, 1993)

    Dari perhitungan diatas diperoleh sampel minimal ……………… orang
    Karena jumlah populasi ada ….orang dan tersedia cukup sumber daya manusia dalam penelitian ini maka jumlah sampel diambil …….orang sesuai dengan jumlah populasi (tidak dilakukan penarikan sampel)
    IV .4. Pengumpulan Data
    Data yang dikumpulkan merupakan data primer melalui pengisian kuesioner oleh pasien atau keluarga pasien. Sebelum dilakukan pengumpulan data, dilakuakan uji coba kuesioner terlebih dahulu terhadap sepuluh pasien tanpa melihat latar nlekang pendidikan dan pekerjaan pasien. Tujuannnya adalah untuk mengetahui sejauh mana pasien dapat mengerti isi dari kuesioner tersebut, apakah ada pertanyaan-pertanyaan yang tidak jelas maksudnya. Setelah diyakini bahwa responden dapat mengisi kuesioner tersebut., formulir diperbanyak dan dibagikan kepada pasien dirawat inap dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik.
    IV .5. Alat pengumpul data
    Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesiner yang berisi pertanyaan – pertanyaan tentang identitas pasien dan kepuasan pasien d tau keluarga terhadap pelayanan rawat ianp di Klinik Al-Fauzan yang terdiri dari pelayanan medis, paramedia, dan non medis.
    IV .6. Tenaga Pengumpul Data
    Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan dibantu oleh tenaga para medis (bidan pelaksana) yang sebelumnya telah diberi pengarahan mengenai tata cara pengambilan data terhadap pasien / keluraga.

    IV .7. Cara Pengukuran Data
    Variabel karakteristik dari responden diukur betrdasarkan pengkategorian seperti yang diuraikan dalam definisi operasional. Variabel kepuasan pasien yang terdiri dari 28 Pertanyaan, setiap pertanyaan responden akan diberi nilai sebagai berikut :
    Nilai I : Responden menjawab tidak puas
    Nilai 2 : Responden menjawab kurang puas
    Nilai 3 : Responden menjawab puas
    Nilai 4 : Responden menjawab sangat puas.
    Penilaian kepuasan pasien / keluarga terhadap pelayanan rawat rawat inap dilakukan dengan terbih dahulu member skor pada masing-masing pertanyaan, di mana setiap pertanyaan merupakan pendapatkan skor seperyti tertera diatas.
    IV .8. Waktu Pengumpulan Data
    Penelitian ini dilakukan di Klinik al-Fauzan dan pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan, yaitu : bulan Januari sampai bulan Maret. Hal ini dilakukan untuk menghindari duplikasi data, penelitian ini dilakukan mulai jam 0.9.00 – 16.00 …..dengan cara responden dipersilahkan mengisi formulir kuesioner.

    Sebelum pengisian kuesioner oleh peneliti diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai cara pengisian dan maksud penelitian. Dalam penelitoian ini disertakan ……. Responden untuk mewakili kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kesehatan di Klinik Al-Fauzan.
    4.9. Pengolahan Data
    Data yang sudah terkumpul, diteliti secara deskriptif dan analisis univariate, kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS 12 dengan tahapan sebagai berikut :
    1. Editing Data
    Kegiatan ini untuk meneliti setiap kuesioner yang telah diisi oleh pasien mengenai kelengkapan pengisiannya sehingga diharapkan data yang terkumpul dapat lengkap, jelas dan sesuai dengan jawaban serta dapat dibaca.

    2. Koding Data
    Pada tahapan dilakukan pemberian kode pada jawaban pertanyaan dalam kuesioner, kegiatan ini dilakukan oleh peneliti.
    3. Pengukuran dan Penentuan Nilai.

    Depok, 4 Januari 2008

    Kepada
    Yth. Direktur Klinik dan PBDS Al-Fauzan
    Dr.Basuki Supartono SPOT, FICS ,MARS
    Di Tempat

    Assalaamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Puji syukur ke hadirat Illahi robbi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhamaad SAW keluarga serta para sahabat juga kepada pengikutnya yang tetap istiqomah dijalan-Nya.
    Sehubungan dengan adanya tugas kuliah berupa penyusunan skripsi Yang berjudul “Hubungan karakterisrik pasien / keluarga pasien dengan kepuasan terhadap pelayanan rawat inap di klinik Al-Fauzan jakarta timur”sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di Perguruan tinggi Yayasan pendidikan MH Thamrin Pondok Gede Jakarta Timur, maka saya :
    Nama : Evi Yuzana Am.Keb
    Alamat : Jl.A.Ghani No 2 Rt 03 Rw 02.Cilodong depok Jawa Barat
    Jabatan : Bidan Klinik Al-Fauzan
    Dengan ini saya memohon kesediaan Bapak untuk memberikan izin dalam pengambilan data dan penyebaran kuesioner kepada pasien rawat inap di Klinik Al-Fauzan. Adapun data yang akan saya ambil meliputi: Profil Al-Fauzan beserta struktur organisasinya, Protap rawat ianap, alur pasien rawat inap, Jenis pelayanan yang ada di Klinik Al-Fauzan. Dan mungkin data penunjang lainnya yang saya perlukan untuk penyusunan skripsi ini.
    Untuk kepentingan diatas saya mohon pertimbangan Bapak untuk mengabulkan permintaan ini.
    Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalaamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Hormat saya

    Evi Yuzana Am.Keb

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN / KELUARGA PASIEN DENGAN KEPUASAN TERHADAP PELAYANAN RAWAT INAP DI KLINIK AL – FAUZAN JAKARTA TIMUR
    TAHUN 2008

    DISUSUN OLEH
    EVI YUZANA

    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MH Tamrin
    Jl. Raya Pondok Gede No. 23 Jakarta Timur
    2008

    S 1928
    S 1807

    /

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s