God is Dead!

——- Kita telah meninggalkan daratan dan sudah menuju kapal! Kita sudah membakar jembatan di belakang kita– dan lagi, kita sudah menghanguskan daratan di belakang kita. Dan kini, hati-hatilah kau kapal mungil. Samudera raya mengelilingimu: memang benar dia tidak senantiasa mengaum, dan kadang-kadang dia tampak lembut bagaikan sutra, emas, dan mimpi yang indah. Namun akan tiba waktunya, bila kau ingin tahu, bahwa dia itu tidak berbatas.—– (Hal 31)

Dari buku yang baru saja kubeli. Judulnya Nietzsche. Karangan St Sunardi. Terbitan LKIS Yogya. Buku lama sih. Aku bahkan sudah membacanya sekitar empat tahun lalu pas pinjam dari teman. Tadi pas di Gramedia Matahari Denpasar aku beli. Soalnya buku itu yang dulu bisa membakar semangatku tentang kapal kecil, pelabuhan yang dibakar, dan gelombang tak berkesudahan. Bahwa aku bisa melewati semua.

But, kenapa ya Nietzsche -aku malah sering salah nulisnya- justru lebih terkenal karena kredonya: God is Dead? Atau biar kita tidak terlalu pasrah pada takdir kali ya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s