(Jangan-jangan) Keluarga Itu Candu?

Denpasar terasa agak sepi. Sudah jarang ada yang jual gorengan, atau martabak, atau penjual di pinggir jalan lainnya. Sepertinya karena sebagian warganya -yang ngrayain lebaran- pada mudik. Sebab, lebaran tinggal lima hari lagi. Banyak orang mulai berbenah, siap2 mudik.

Tradisi mudik ini memang dilakukan banyak orang menjelang hari raya keagamaan. Umat Islam menjelang lebaran. Umat Nasrani menjelang natal. Umat Hindu menjelang Nyepi. Dst. Kalo gak salah, Amrik pun mengenal Thanksgiving Day, dimana mereka biasanya kumpul, selain natal tentu saja.

Mudik biasanya dilakukan untuk silaturahmi, kumpul keluarga, juga liburan. Poin pentingnya adalah kumpul keluarga. So, dimana pun seseorang tinggal, biasanya akan berusaha bisa mudik menjelang lebaran, natal, atau nyepi. Aku jadi mikir aja. Mungkin gak ya, kita hidup sendiri? Maksudnya gak harus mudik, gak harus ketemu keluarga. Jangan-jangan keluarga itu kaya candu? Membuat orang ketagihan untuk ketemu. Padahal di sisi lain juga membuat kita tergantung pada mereka. Ya, kali aja..

Oya, met mudik buat yang mudik. Hati-hati di jalan..

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga, Pikiran, Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s