Mencolek Cewek adalah Pelecehan!

Kemarin ketika dalam perjalanan ke Jimbaran.

Pas lagi asik ngebut, aku ngeliat dua orang kurang ajar. Mereka naik Honda Supra Dk 3507 CA ke arah yang sama. Jalan By Pass Ngurah Rai yang menghubungkan Denpasar – Nusa Dua memang relatif besar. Sehingga naik kendaraan bisa ngebut. Termasuk dua orang yang berboncengan itu. Beberapa kali aku salip-salipan dengan mereka. Tumben-tumben aja sih.

Entah kenapa mereka lalu mengurangi laju motornya. Gak tau juga, kok aku juga ikut pelan. Feeling aja. Aku di belakang mereka. Tak lama kemudian kami hampir menyalip pengendara motor yang lain. Aku gak ingat persis apa motornya dan nomor polisinya. Keduanya cewek. Karena di belakang mereka, aku bisa melihat dengan leluasa.

Dua cowok seumuranku yang sempat salip-salipan sama aku itu mepet dua cewek yang berboncengan. Aku pikir sih temannya. Soalnya dua cowok itu sempet ngajak ngobrol meski motornya melaju. Mereka jalan agak pelan. Dan aku tetap di belakang mereka.

Tiba-tiba cowok yang dibonceng mengarahkan tangannya ke dada cewek yang nyetir motor. Karena aku pikir temannya, aku sih gak pikir macem-macem. Eh, cowok itu mau nyolek lagi. Si cewek berkelit. Lalu marah-marah. Wah, gawat. Ternyata pikiranku salah. Cowok itu ternyata bukan temannya. Dan cowok itu memang berniat mengganggu. Sebab setelah itu mereka ngebut kembali. But sebelum ngebut, sempat di depan motor dua cewek itu lalu mengata-ngatai dan menunjukkan jempol lalu jempol itu dibalik ke bawa. Isyarat bahwa cowok itu memang mengejek.

Huh, aku geregetan lihat cowok itu. Sempat aku mau tanya dua cewek yang dilecehkan itu. But, kalo aku jalan pelan juga, pasti gak bisa lihat nopol dan kedua orang itu. Aku langsung perhatiin nomor polisi motor dua cowok kurang ajar itu.

Aku kejar keduanya. “Kurang ajar kalian! Nyolek-nyolek cewek. Itu pelecehan!” Maunya sih aku bilang gitu, tapi pas tak pikir lagi gak jadi. Pikirku kalo aku gituin mereka, bisa jadi ntar malah panjang urusannya. Ya kalau si cewek itu ngerasa dilecehkan, lha kalau tidak? Atau ya kalau polisi mau ngurusi laporanku, lha kalau tidak?

Akhirnya aku cuma bisa ngedumel dalam ati.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s