Yang Aneh Tapi Benar di Bom Bali

Pas Lagi nunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jimbaran, Minggu siang pekan lalu, polisi dikagetkan kedatangan Ni Kadek Suastari. Ibu rumah tangga warga Jimbaran itu tiba-tiba datang ke lokasi yang diamankan petugas. Dalam kondisi kerauhan (trance) Suastari menyebut dirinya sebagai Gajah Mada dan Dewi Kwan In. Dia pun menyebut nama tersangka pelaku bom di Jimbaran dan Kuta serta tempat mereka pernah tinggal. Suastari menyebut nama Abdullah, Abdul Gani, dan Dedy Miswar.

Selain itu, menurutnya, mereka pernah tinggal di Jl Anggrek No 32 Denpasar. Anehnya, apa yang dikatakan Suastari itu sebagian besar memang benar termasuk nama tersangka pelaku dan dugaan lokasi mereka pernah tinggal.

Suastari menyebut nama tersangka dan tempat tingal mereka Minggu siang. Namun pada Sabtu malam, hanya berkisar dua jam setelah bom meledak, polisi sudah mendatangi tempat kos di Jl Anggrek, Denpasar. Di jalan kecil ini polisi bertanya pada warga tentang keberadaan suami istri yang perempuannya berjilbab. Kepada warga setempat, polisi juga bertanya apakah pernah melihat mobil kijang hijau dan karimun silver di sekitar tempat itu.

Di sepanjang jalan itu sendiri ada tiga rumah yang jadi tempat kos yaitu di No 19, No 23, dan No 5. Polisi mendatangi semua tempat kos itu dan menanyakan identitas penghuninya. “Mereka juga bawa alat kaya GPS (Global Positioning System),” kata tambah IGN Raden Suardana, warga setempat. Ketika bertanya padanya, Suardana mendengar suara tit tit tit dari alat seperti laptop tersebut.

Seluruh warga yang ditanya di sekitar tempat itu mengaku tidak mengenal sepasangan suami istri yan dicari polisi tersebut. “Di sini tidak ada orang baru akhir-akhir ini,” kata Mertadana kelian adat setempat. Sementara itu pemilik kos di Jl Anggrek No 19, AA Kompyang Gede, mengaku mereka yang kos di rumahnya hanya mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta tak jauh dari situ. “Itu pun cewek semua,” tambahnya.

Toh, polisi tetap mendatangi tempat kos itu beberapa kali. Dan, hasilnya tetap nihil.

Beberapa jam setelah bom meledak, polisi juga sudah menyebar nama yang diduga terlibat pengeboman. Melalui radio, polisi menyebut nama Abdullah, Abdul Gani, dan Dedy Miswar itu. Dan, nama itu sama dengan yang disebut Suastari esok hari. Tiga nama itu oleh polisi kemudian diinformasikan ke seluruh Bali terutama di Tabanan, Gianyar, dan Badung, tiga daerah tetanggan kejadian. Selain itu, polisi di pintu keluar masuk Bali di Gilimanuk, Jembrana dan Padangbai, Karangasem pun ditugaskan untuk memeriksa tiap orang yang keluar.

Perintah itu pun sampai di KP3 Gilimanuk malam itu juga. Minggu pagi, sekitar pukul 06.00 wita, polisi setempat menahan seseorang bernama Abdullah. “Kami mengamankan dia karena nama yang sama,” kata Kapolsek KP3 Gilimanuk AKP Agung Sukasana per telpon.

Di Bali, memang banyak hal yang kadang2 ga bisa diterima akal sehat. Ini salah satunya..

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Yang Aneh Tapi Benar di Bom Bali

  1. Anonymous

    Just thought I’d let you know about a site where you can make over $800 a month in extra income. Go to this site   MAKE MONEY NOW  and put in your zip code….. up will pop several places where you can get paid to secret shop, take surveys, etc.  It’s free.  I found several and I live in a small town!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s