Satu per Satu Semua Berlalu

Kabar duka datang sore kemarin. Pas lagi nunggu beberapa teman untuk ngobrol tentang pelatian meliput masalah pariwisata, tiba2 adik di kampung telpon. Yang ngomong Tu An, sepupuku. “Kak Ton. Bapak wis ga onok. Njaluk doane, yao..” Suara sepupuku yg ngajar di Surabaya itu agak tersendat-sendat. “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..” kataku. Telpon ditutup. Lalu hening.

Aku tidak terlalu dekat dengan paman itu. Dia suami dari saudara ibuku. Meski rumah kami dekat, tapi memang Pak Lik Yar, yang meninggal itu, tak terlalu dekat sama aku. Kami jarang ngobrol. Paling hanya say hello kalo aku pulang kampung. But, kabar meninggalnya tetap saja meninggalkan sedih. Mataku tiba2 panas. Lalu berkaca2. Aku turut merasakan kehilangan..

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Satu per Satu Semua Berlalu

  1. nie

    turut berduka cita ya, rov. semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s