Colourful is Beautiful+Powerful!

Jumat sore pekan lalu, akhirnya aku ma istri bisa juga main ke kampung di Lamongan, Jawa Timur. Abis nikah Januarilalu pengennya bisa segera main ke kampuang. Selain buat syukuran di sana juga ngenalin istri lah pada keluarga. Biar ga dianggep anak durhaka. :)) But, rencana itu gagal terus. Pas abis nganten, tiba2 istri harus ke Surabaya. Ada pelatihan Gaya Nusantara Surabaya soal kesehatan reproduksi dan gender 10 hari. Jadi ya nunda..

Pulang dari Surabaya, eh, istri udah isi. Perutnya mules terus. Tiap pagi muntah2. Jelas ga mungkin kan Dede Oetomo yg melakukan. Pasti aku.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€. Jadi ya nunda lagi. Nunggu sampe istri agak mendingan. Pas udah mendingan, eh kerjaan mulai numpuk. Sempet harus keluar kota: Jakarta dan Jogja. Jadi ya sabar lagi..

But, setelah nunda lagi karena rencana tabrakan ma Malam Puncak Renungan AIDS Nusantara 27 Mei lalu, akhirnya kami pun ke Lamongan. Kangen aja ma tongkol goreng, nasi liwet, sambel goreng. Hmm..

Jumat sore lalu, dg rombongan 11 dewasa+3 ponakan, kami pun ke kampuang nan jauh di mato. Lebih cepat dibanding perkiraan.

Banyak yg udah berubah setaun terakhir. Rumah udh ditembok. Lantai keramik. Kamar mandi +toilet baru dibangun. Banyak yg harus disyukuri.

Di rumah tidak banyak yg dilakukan. Mertua+ortuku terlihat akrab. Juga paman2 dan bibi2ku dg paman2 dan bibi2 istriku, bahkan ponakan2 kami begitu akrab. Sempat pula jalan bareng ke Goa Akbar, Tuban dan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Mereka ngobrol tentang banyak hal. Termasuk cerita ttg bagaimana ibu mertuaku, yg Hindu Bali, pernah diasuh keluarga Muslim India di Denpasar. “Kalau tidak karena Pak Haji, saya mungkin tidak akan seperti ini,” katanya. Banyak lagi. Aku juga baru tau ttg itu.

Kalo melihat dua keluarga ini lagi ngobrol, dadaku membuncah. Mungkin, terharu dg keakraban mereka. Mereka berbeda suku, agama, status sosial. Aku pernah mengkhawatirkan perbedaan itu akan jadi masalah. But, melihat mereka begitu akrab, begitu terbuka, aku makin yakin bahwa tidak perlu ada yg ditakutkan dengan ragam2 rupa. Biarkan semua jadi kekuatan dan keindahan..

Wadawwww!!! -serius amat-

Senin dini hari, sekitar pukul 3 pagi, kami udah sampe Bali lagi. Cuma sehari di rumah. But, ya lumayanlah daripada ga sama sekali..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s