Ada Apa di Bali Penolakan Playboy di Bali?

“boz tulisan ente di playboy memancing kemarahan besar bali post krn krama balinya. gmn nih? skrg mereka kondisikan hajar playboy. ngr swasta jd bamper.”

Pesan dari teman wartawan media lokal itu masuk Minggu malam pas aku lagi santai baca koran. Aku nggak terlalu serius nanggepin. Aku jawab, “Wah, masa sih segitunya? Siapa yang bilang mereka marah karena tulisanku?”

Istriku yang justru agak khawatir. Bukan karena isi SMS itu tapi karena takut temanku itu akan membuat maalah jadi besar. Menurutku kami, teman itu memang kadang membuat berita sepele seolah-olah gawat.

Temanku bales. “Barusan ada pertemuan tokoh2 di rumah ng suasta. playboy ditolak mrk di bali. Trus Iwan fotografer BP smpt komentari berita smpyn.”

“Waduh, kalau gitu sih udah parah nih,” pikirku. Kalau sampe ada pertemuan banyak tokoh terus mereka menolak Playboy di Bali, berarti gerakannya sudah sistematis. Malam itu aku mulai kepikiran. To be honest dari awal aku memang agak takut tulisan itu akan dianggap gak bagus. Bagiku sih biasa saja. Cuma karena ngritik -secara tersirat- soal Ajeg Bali, padahal aku bukan orang Bali asli, aku pikir itu akan jadi masalah. Apalagi ada nuansa ngritik Bali Post, media terbesar dan konservatif di Bali.

Untungnya istriku yang nenangin.

Ga ngerti ya aku memang penakut banget. Aku bayangin yang nggak2. Misalnya sampai diteror, didemo, atau malah “diusir” dari Bali. Aku inget waktu zaman mahasiswa pernah diteror preman bahkan diskusi kami dibubarkan dan seorang teman dikeroyok pas diskusi soal kasus reklamasi Pulau Serangan. Waktu itu selama dua bulan aku selalu paranoid. Tiap jalan merasa ada yang buntutin. Padahal ya ga ada apa-apa. Malam itu ketakutan itu muncul.

Untungnya ada Piala Dunia. Jadi ga terlalu kepikiran setelah itu.

Esok pagi aku baca di Radar Bali. Di halaman satu ada berita soal pertemuan itu. Tapi tidak semua menolak Playboy. Sebgain malah mengaku dijebak untuk menolak. Bali Post hari itu juga menulis HL halaman dua tentang penolakan adanya Playboy di Bali. Padahal, aku inget banget, mereka tidak pernah nulis Playboy pindah ke Bali.

Dua hari berturut-turut setelah itu berita tentang penolakan Playboy pindah ke Bali masih ada di media-media lokal. Sementara sih aksi-aksi itu biasa saja. Semoga besok2 malah ga ada lagi. :))

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s