Birokrasi yang Bikin Makan Ati

Well, setelah menunggu enam bulan lebih, akhirnya aku dapet jawaban soal molornya pengurusan kartu tanda penduduk [KTP] dan kartu keluarga [KK]. Sejak 23 Januari lalu aku dan istri ngurus surat pindah untuk bikin KTP dan KK. Kami serahkan ke pengurus banjar. Katanya sih silakan nanti cek ke Kepala Lingkungan.

Sekitar dua minggu setelah itu cek ke Kepala Lingkungan. Susah banget. Selain karena dia memang jarang ada di rumah pas kami, atau gantian salah satu di antara kami, ke rumahnya. Begitu terus. Pernah ketemu, dia bilang akan cek dulu. Lalu sekitar dua bulan lalu kami tanya lagi. Hasilnya? Tidak jelas!

Kepala lingkungan bilang mungkin masih di pengurus yang waktu itu terima atau sudah di tempek [semacam ketua RT]. Kami cek ke tempek banjar, tidak ada. Dia bilang tidak pernah terima. Tanya lagi ke kepala lingkungan, dia bilang mungkin di pengurus. Karena males, urusan itu tak kami lanjutin. Pasif aja dulu.

Lalu, awal Juli lalu kami harus ngurus perpanjangan STNK motor. Istriku ga masalah karena pake KTP mertua. Lha aku, jelas ga bisa. Karena KTP udah mati. SIM juga. Keduanya mati pas 19 April lalu. Abis itu aku baru inget lagi soal KTP. Yaudah kami pun tanya2 lagi. Terakhir dapatlah pengurus banjar yang dulu terima surat pindah dan semua tetek bengek yang dulu kami urus.

Hasilnya? Ilang sodara-sodara! Itu pun harus cek2 lagi ke tempek banjar. Sebagai jalan keluar, pengurus banjar meminta kami mengurus surat pindah lagi. Aku dari awal udah bilang keberatan kalau harus ngurus lagi. But, ga ada pilihan lain. Ngurus lagi atau ga dapat KTP selamanya?

Jadi ya, sejak kemarin kami pun ngurus surat pindah lagi. Untungnya barusan aja dapat semua dari Kepala Desa dan Kecamatan asal. Jadi ya mulai lagi berurusan sama birokrasi yang bikin makan ati itu..

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Birokrasi yang Bikin Makan Ati

  1. Anonymous

    Pengalaman Pak. Jirov hampir sama dengan yang saya alami. Sampai saya pindah..KTP yang dijanjikan tidak nongol. Seharusnya Pemda setempat harus memperhatikan hal tersebut sebab sulitnya pengurusan KTP membuat kita malas ngurusnya, na ya kalau ada teror lagi di Bali yang disalahkan sipendatang, katanya malas ngurus KTP, ijin tinggal dll. Namanya juga birokrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s