Pemikul Jualan dan Ibu Pincang Bersama Anaknya

Rasa pedes sambel dan segarnya ikan Languan belum hilang dari lidahku setelah makan siang kemarin. Pas minum segernya teh botol dingin, seorang bapak lewat. Umurnya mungkin di atas 70 tahun. Dia renta. Kulitnya terliat keriput.

Aku duduk di meja makan ngobrol dengan dua teman. Bapak itu lewat di tengah terik hari. Agak tertatih memikul beban di pundaknya, peralatan rumah tangga. Bapak itu mungkin sudah setengah hari keliling memikul jualannya. Ada sapu, pengkik, kemucing, dan peralatan lain.

Kami tidak bertatap mata. Kami tidak bertegur sapa. Atau pun mengenal nama. Aku hanya meliat semangat perjuangannya di usia senja. Aku menghelas nafas panjang.

Bapak itu berteduh di gardu kecil tak jauh dari warung makan. Aku pikir dia akan istirahat agak lama di sana. Aku bermaksud membeli salah satu jualannya. Bukan karena butuh mungkin. Tapi karena iba. Atau penghargaan atas usahanya memikul jualan itu.

Kami berdiri. Bapak itu berdiri. Lalu dia pergi ke tempat lain. Aku tidak mungkin mengejarnya untuk membeli jualannya. Bapak itu pergi. Meninggalkan pelajaran beratnya perjuangan hidup..

Lalu, pelajaran itu muncul lagi ketika aku dalam perjalanan pulang.

Sekitar pukul lima sore. Aku berhenti di lampu merah. Di zebra cross di depanku, lewat seorang ibu dan anaknya. Pakaian mereka terlihat kusam. Paling menyentuhku adalah karena ibu itu berlari menyeberang. Mungkin takut lampu akan segera hijau dan dia tak bisa ke seberang jalan. Dia berlari sambil menarik tangan anaknya. Anak kecil itu, perempuan mungkin empat tahun, sampai terangkat dari aspal.

Sampai di seberang, aku baru tahu kalau ibu ternyata jalan agak pincang. Mereka berjalan lalu menadahkan mangkuk pada seseorang. Hidup mungkin jauh lebih berat bagi mereka.

Aku menghela nafas panjang. Menelan ludah. Hanya selalu begitu. Tak bisa berbuat lebih..

2 Comments

Filed under Daily Life, Pikiran, Uncategorized

2 responses to “Pemikul Jualan dan Ibu Pincang Bersama Anaknya

  1. nie

    Hidup ini yah… ada yang tetap berusaha semampunya, ada yg seharusnya mampu, tapi tak mau berusaha😦

    met weekend yah rov!

  2. nie

    hueheuheuehue pengen kenalan toh?!😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s