Maunya Untung Malah Kepentung Sampe Buntung

Senin sore pekan lalu dia ketangkap polisi gara-gara main ceki. Sore itu juga dia dibawa ke Polsek Denpasar Timur. Ketika ngobrol ma aku di Polsek, bapak bilang main ceki hanya untuk ngisi waktu. “Maunya hasil main ceki nanti dipake rame-rame untuk beli babi buat hari raya Galungan,” kata bapak. Babi itu, lanjutnya, akan dibagi sesama mereka sendiri.

Aku mengiyakan aja. Tiap orang punya cara merayakan sesuatu masing-masing.

Namun niat merayakan Galungan itu jadi cerita panjang bagaimana jual beli hukum, setidaknya di tempat-tempat yg berhubungan dengan kasus tersebut. Intinya gimana caranya biar bapak ga harus lama2 ditahan, atau malah syukur2 dibebaskan saja dari semua sangkaan.

Tahap pertama di polisi. Ada beberapa jalan. Aku coba telpon teman anggota polisi utk tanya gimana biar bisa 86 alias selesai di bawah tangan. Teman itu bilang agak susah. “Soalnya Kapolda baru. Jadi anggota belum tau gimana caranya,” kata teman itu. Sejak zaman Kapolri Soetanto, menurut dia memang susah nglepasin kasus judi dan narkoba. Penangguhan penahanan alias ditahan di rumah pun susah. Jadi jalan ini mentok.

Jalan kedua lewat polisi yg temannya teman kakak. -Kebayang ga ya? :))- Konon dari jalan itu bisa dipercepat prosesnya sehingga tersangka bisa cepet dilimpahkan ke Kejati. Tapi ya harus bayar. Ternyata jalan ini bisa. Cuma ya harus nyiapin duit.

Jalan ketiga di tahap ini, lewat tetangga yg jadi jaksa. Tetangga itu ngaku sebenarnya tidak mau bantu yg gitu2. Tp karena sudah seperti keluarga jd dia bersedia bantu. Caranya mirip jalan kedua: dipercepat di polisi biar segera dilimpahkan. Nanti tinggal bayar di jaksa agar tersangka bisa ditangguhkan penahanannya. Jalan ini juga bisa. Cuma ya harus bayar dobel, di polisi iya, di jaksa juga.

Eh, ternyata dua jalan terakhir bisa. Jadi dua2nya harus bayar. Totalnya ternyata sampe Rp 8 juta utk empat tersangka.

Hari ini, katanya bapak akan dilimpahkan ke kejaksaan negeri. Setelah itu harus bayar ke jaksa agar tersangka dijadikan tahanan luar. Kalau ini selesai, tetep harus mikir bahwa nanti juga harus bayar ke hakim agar vonis diringankan.

Pelimpahan ke kejaksaan bukan akhir perjalanan. Masih banyak duit yg harus disiapkan pada para pengabdi hukum, eh, penjual hukum itu.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s