Pulang Marilah Pulang. Pulang Bersama Bani

Ternyata rencanaku berubah. Seharusnya Rabu ini aku udah di Lamongan. Menikmati terik matahari atau hujan badai di sana -Cailah!. Tapi eng ing eng. Rencana berubah. Pas ke rumah mertua untuk pamit Senin sore kemarin ternyata mertua tidak ada di rmah. Mereka juga pulang kampung ke Karangasem, sekitar 75 km dari Denpasar. Ada otonan ponakan dan odalan di pura keluarga. Pamitan pun tidak jadi.

Tapi rencananya tetap ke Lamongan Selasa sore.

Pas sampai rumah ngobrol lagi sama istri. Kami rebahan di kasur ruang utama keluarga yang jadi tempat tidur, tempat ngobrol, tempat nonton TV, tempat baca koran, tempat momong. :)) Bani di tengah-tengah kami. “Aku pikir-pikir kayaknya memang mending aku ikut juga ke Lamongan. Tapi berankatnya Rabu sore saja. Biar kerjaan udah beres. Terus Sabtu sore udah balik,” kata istriku.

“Serius?” tanyaku.

“Ya. Susah juga kalau kamu tinggal.”

Aku girang bukan kepalang. Jelas saja girang. Rencananya pulang sendiri. Tapi ternyata kini bareng istri dan, BANI! Rabu sore ini kami akan pulang naik bis. -ah, kenapa ya kami masih saja menyebutnya pulang, padahal rumah kami di Denpasar?-. Besok pagi, kami akan menghirup aroma sawah di pinggir rumah. Hmmm…

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s