Akhirnya Aku Jadi Korban Banjir Juga

Hujan mengguyur deras ketika aku cabut dari akademika kemarin sore. Aku udah menunggu sekitar setengah jam setelah kursus feature itu selesai. Namun hujan tak juga berhenti. Hampir setengah enam ketika aku putuskan cabut saja dari akademika. Aku toh tinggal pakai jas hujan lalu naiki motor sampai rumah.

Menurutku hujan tadi memang kenceng banget. Tapi itu kan juga sering terjadi. Jadi ya aku ga terlalu mikir.

Tapi pas belok kanan dari lampu merah Matahari ke arah Renon aku mulai merasa ada yang gak beres. Tumben-tumben macet di situ. Udah gitu beberapa pengendara motor pada milih balik. Karena kupikir cuma macet biasa, aku tetep aja melaju. Eh, ternyata banjir di depan kantor Mahkamah Militer Denpasar. Tingginya kira-kira sampai lutut.

Aku ragu-ragu. Maju terus apa balik kayak yg lain ya. Ah, nanggung. Maju aja. Terjang aja airnya. Toh cuma selutut. Aku maju dengan Legendaku. Semula lancar. Tapi pas udah agak masuk air, grek-grek, motorku mulai tersendat-sendat kayak mau mati. Aku tarik gas. Sempat hidup bentar. Lalu mati. Persis di tengah banjir.

Ya ga ada pilihan lain. Aku terjun ke air setinggi lutut itu. Mobil di belakang hampir aja nabrak aku. Di tengah guyuran hujan itu, dengn pakai jas hujan, aku dorong motor. Ah, akhirnya aku jadi korban banjir juga kayak di TV-TV. He.he.

Pas sampai di tempat yang tidak kebanjiran, ternyata ada sekitar lima orang bernasib sama. Motor mereka mati karena nekat melewati banjir itu. Mereka lagi otak-atik busi motor di pinggir jalan. Aku kepikiran melakukan hal yang sama. Tapi aku coba injek dulu starter pakai kaki. Satu. Dua. Tiga. Eh, motorku hidup. Syukurlah.. [***]

2 Comments

Filed under Bali, Daily Life

2 responses to “Akhirnya Aku Jadi Korban Banjir Juga

  1. herman

    Yah inilah kebiasaan meniru. Bali telah meniru jakarta, biar proyek pada jalan. nasib-nasib

  2. Anonymous

    Hebat akhirnya saya bisa menemukan harta karun Blogger Taman 65. Bertahun-tahun menelusuri akhirnya ketemu juga. Megulat ginting ngalih rumus carane muka Blog dan syukur akhirnya ketemu. Pokoknya taman 65 hebat. Kangwang monto malu nah yang kel nganti popok. Tiyang Cucun Kak Rai nomer kalih uli puri cemadik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s