Penangkapan Teman dan Kepercayaan yang Hilang

Pagi tadi aku kaget banget baca koran. Satu teman lagi ditangkap polisi gara-gara bawa heroin. Aduh, ini telak banget bagiku. Soalnya Novian, teman yg ditangkap itu, akrab banget sama aku. Dia sering cerita masalah pribadinya: ceweknya hingga keputusannya utk berhenti minum ARV, obat terapi HIV. Beberapa kali dia cerita dengan embel-embel, “Gua cerita ini hanya ke Elu..” Aku sih yakin tidak begitu. Tapi keterbukaannya padaku, dan mungkin pada tiap temannya, membuatku merasa dipercaya. Kepercayaan bukankah sesuatu yg susah didapatkan?

Dalam beberapa kasus tentang HIV/AIDS, aku juga sering tanya ke dia. Soale, Novian memang salah satu aktivis LSM yang peduli pada pengobatan. Aku inget ketika liputan masalah ini, melihat dia mendampingi ODHA sakit, mengganti infus, ngelapin badan. Semua membuatku tersentuh.

Sejak September lalu, aku, dia, dan Wahyu, teman lain juga menggagas Ikatan Korban Napza (IKON). Aku tidak pernah make, namun ketika tahu beratnya perjuangan pecandu utk berhenti, serta melihat mantan pecandu membantu pecandu, aku mikir aku harus ikut terlibat masalah ini. Setidakya dengan pikiran.

Maka kami, dengan beberapa teman lagi membuat organisasi untuk memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia (HAM) bagi pecandu tersebut. Kami jadi tim. Dan sangat yakin bisa memperjuangkan cita-cita itu. Aku begitu bersemangat membantu mendesain program, kegiatan, dan berbagai strategi kelompok ini.

Lalu, pagi ini semua semangat itu tiba-tiba hilang. Membaca nama Novian sebagai orang yang ditangkap karena menjual putaw membuatku begitu kecewa. Ternyata orang yg aku percayai pun tak bisa jadi tempat meletakkan kepercayaan itu. Kepercayaan itu hilang: bahwa kami bisa berjuang bersama, bahwa kami bisa mewujudkan cita-cita bersama, bahwa kami bisa melakukan sesuatu yg lebih baik utk pecandu.

Teman ditangkap polisi gara-gara bawa heroin bukan hal baru bagiku. Aku inget Laurens yg udah lebih dari 30 tahun pake ditangkap ketika kami baru selesai bikin film tentang program pertukaran jarum suntik bagi pecandu. Aku inget Elel ditangkap padahal bulan itu dia baru aku wawancarai sebagai pecandu yg selesai make. Aku inget Rocky, Ronald, Cung, dan nama lain yg juga ditangkap polisi entah karena pakai atau jual beli. Namun pada mereka aku tidak punya kepercayaan seperti halnya aku pada Aak, panggilan akrab utk Novian.

Seharian ini, kekecewaan itu begitu besar. Dan aku berpikir ulang: apakah masih perlu membantu pecandu jika mereka tidak bisa memegang kepercayaan itu? [+++]

1 Comment

Filed under Daily Life, Keluarga, Pikiran

One response to “Penangkapan Teman dan Kepercayaan yang Hilang

  1. sutrisno mahardika

    dulu pernah ada temen, ngakunya udah berhenti, udah gak “make ” lagi. tapi kenyataan nya kos ku digrebek! dia ditangkep! trus sekarang kabarnya meninggal di penjara!😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s