Kepala Garuda Bisa Jadi Penanda

Pas lagi duduk di ruang tamu sama istri, aku melihat tas handphone di stang sepeda Bani, anak kami. Di tas kecil dari kain itu aku lihat gambar gajah. Aku langsung tahu kalau tas itu dari Thailand. Eh, ternyata bener.

“Itu untuk pemred. Kalau untuk yang lain cukup pembatas buku,” kata Lode, istriku. Tas itu diberi Ike yang ke Thailand Maret lalu. Ike wartawan Kulkul, tempat istriku kerja jadi Pemimpin Redaksi.

Bukan soal aku iri karena aku cuma dikasih pembatas buku lalu Lode dikasih tas mungil itu, aku tiba-tiba saja berpikir, “Iya ya, kalau melihat gajah itu kok kita langsung tahu ya kalau gajah itu identik sebagai lambang Thailand?”

Bener juga sih. Coba lihat benda berisi gambar gajah menunduk dari samping, maka aku langsung mikir kalau benda itu made in Thailand. Atau setidaknya berhubungan dengan Thailand. Begitu juga kalau aku lihat gambar kepala singa, pasti dah langsung mikir Singapura.

Beberapa kali dapat oleh-oleh dari Singapura, aku pasti dapat sesuatu yang berisi gambar kepal singa. Marlone apa siapa itu nama ikon Singapura tersebut. Begitu juga Australia. Kalau lihat Kanguru aku langsung ingat Australia meski belum pernah ke sana.

Thailand punya gajah. Singapura (belum tentu) punya singa. Australia punya kanguru. Lalu Indonesia punya apa? Aneh juga. Padahal Indonesia juga punya gajah, singa, kanguru, dan banyak lagi binatang lain. Lalu kenapa Indonesia tidak punya satu penanda yang bisa membuat orang berpikir bahwa sesuatu itu dari Indonesia?

Sesuatu itu, penanda itu, ikon itu, bisa mewakili keindonesiaa. Ya tinggal pilih saja. Ada badak bercula satu ujung kulon, ada orang utan kalimantan, ada harimau sumatera, ada jalak bali, ada komodo, ada cendrawasih papua, dan banyaaaaaaaak lagi binatang lain yang mungkin sangat khas Indonesia. Lalu kenapa Indonesia tidak bisa membuat salah satu di antara binatang2 itu sebagai penanda, sebagai ikon.

Sepertinya sepele, tapi penanda jelas penting untuk mempermudah ingatan. Misalnya meru yang sangat identik dengan Bali. Tapi kan tidak mungkin pakai meru sebagai ikon Indonesia. Bisa2 Ngruki minta merdeka dari Indonesia. He.he.

Lalu gimana kalau garuda saja. Ini kan binatang yang sudah disepakati, paling tidak oleh pendahulu kita, sebagai lambang negara. Tapi garuda ini harus dibuat lebih eye catching. Jangan kayak garuda pancasila itu, terlalu resmi. Tidak gaul sama sekali.

Jadi mumpung hari ini hari lahir Pancasila, mari kita memulainya. Menjadikan kepala garuda sebagai penanda Indonesia.. [+++]

1 Comment

Filed under Daily Life, Keluarga, Pikiran, Uncategorized

One response to “Kepala Garuda Bisa Jadi Penanda

  1. Nisa

    kalau dari Indonesia, biasanya ada corak batik. ya gak? kayak di topeng aja ada corak batiknya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s