Di Belakang Meja yang Membosankan

Sekitar 30 menit menjelang pulang kerja pukul lima sore, Bu Yuli, Office Manager kantor tanya ke aku, “Gimana kesan dan pesannya satu bulan kerja di sini, Mas?”

“Membosankan,” kataku spontan. Bu Yuli diam. Dalam hati aku langsung tidak enak hati. “Soalnya di belakang meja terus. Biasanya kan di lapangan tidak jelas,” lanjutku.

Waduh, kok aku polos banget ya? he.he. Soale, jawaban yang sama aku katakan pas ditanya teman dari bagian lain soal kerja di kantor baru itu. Dia tanya apakah grade kemampuan jurnalistikku sudah meningkat setelah bekerja di situ. Eh, dengan sok-nya aku bilang malah menurun. Gara-garanya ya kerja di belakang meja itu. Aduh, kok penyakit sok-ku tidak ilang-ilang sih? :((

Sebulan pertama bekerja di VECO mungkin ini yang paling membekas di otakku. Soale aku memang lebih banyak duduk di belakang meja menghadapi komputer. Padahal biasae aku di lapangan ke sana ke mari tidak jelas. J Jadi ya wajar kalau jawaban, “Membosankan.” itu yang muncul pertama kali. Tapi ini kan jawaban jujur. Tidak mungkin dong aku bilang tidak bosan ketika aku memang bosan. Bohong kan dosa. :))

Meski hanya tiga hari tiap minggu, kerja kantoran bagiku memang membosankan. Mungkin bukan karena kantorannya itu sendiri. Setelah aku inget-inget lagi sih karena tidak banyak pekerjaan yang bisa kulakukan. Kerjaan utamaku mengedit tulisan orang, bukan membuat tulisan sendiri. Dan ini kelemahanku: gampang larut dalam tulisan orang lain sehingga cenderung tidak kritis. Nah, maka ini yang harus jadi tantangan: belajar untuk bisa mengedit tulisan orang dengan benar.

Kalau tidak salah, sebulan ini aku mengedit total hanya dua tulisan. Enam tulisan lain hanya recek hasil edit teman lain. Berapa lama sih waktu untuk mengedit satu tulisan? Pengalamanku sih paling lama ya sehari. Jadi begitu selesai mengedit tulisan-tulisan itu, aku tidak punya tanggung jawab lagi. Akibatnya selama di kantor, mungkin hanya separuh untuk kerjaan itu sendiri. Sisanya untuk yang lain-lain. Paling jelas sih cek email dan blog. :))

Kayaknya kurangnya kerjaan ini faktor utama yang bikin cepat bosan.

But, overall ini tempat kerja yang asik. Aku menemukan orang-orang baru yang bersahabat. Meski statusku hanya part time –dan ini hal yang tidak biasa di VECO- aku tetep ngrasa tidak ada perbedaan dengan yang lain. Buktinya bisa ngopi tiap sore. He.he. Bisa diajak makan kalau ada yang ulang tahun. –sudah dua kali lho sebulan ini. Selain itu suasana kerjanya juga relatif santai. Aku masih bisa pakai kaos dan sandal jepit. Masih bisa molor-molor dikit kalau masuk kantor. He.he.

Jadi, mari menikmati pekerjaan ini dan membuatnya lebih menyenangkan. [+++]

Leave a comment

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s