Akhirnya Buku Lentera Terbit Juga

Kami duduk lesehan di lapangan rumput belakang Danes Art Veranda Jl Hayam Wuruk, sore tadi. Ada sekitar 50 orang. Suasana santai. Aku aja cuma pake celana pendek dan kaos oblong seperti biasa. Pak Alit Kelakan, wakil gubernur Bali yang datang telat satu jam setelah acara berlangsung pun kemudian ikut lesehan di sana. -btw, pejabat yang satu ini memang rada edan. Dia tidak pernah menganggap diri sebagai pejabat. Selalu santai. Tapi omongannya berisi. Aduh, kok jadi jurkamnya dia. :))-

Petang itu kami merayakan terbitnya Buku Lentera, Lembaran tentang Realitas AIDS. Ini buku terbitan Sloka Institute tapi pesanan Komisi Penanggulangan AIDS Bali dan didanai Australia Indonesia Partnership. Aku dan dua teman lain, Ervi dan Mercya, bantu ngedit buku kumpulan artikel tersebut.

Buku itu sendiri pekerjaan lama banget. Dia berupa kumpulan artikel yang dimuat media lokal kayak Bali Post, Denpost, Tokoh, dst.

Menariknya ngurusi buku ini karena sebagian besar penulis ini bukanlah penulis profesional, wartawan, dan semacamnya. Penulis buku ini ada junkie, orang dengan HIV/AIDS, aktivis, mahasiswa, gay, waria, ibu rumah tangga, bahkan ada yang sudah almarhum. Karena itu, buku ini memberikan sesuatu yg berbeda bagiku. -INI CAMPUR PROMOSI! :))-

Leave a comment

Filed under Bali, Daily Life, Pekerjaan, Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s