Polisi Itu Menghajarnya di Tengah Jalan!

Tanpa ba bi bu, lelaki tegap berseragam itu meninju muka laki-laki yang lain. Dug! Laki-laki yang dipukul itu hanya menunduk. Tatapan matanya jelas tatapan mata orang tak berdaya. Jangankan balik memukul, melihat wajah orang yang meninjunya pun dia tak berani.

Kejadiannya di pagi hari ketika aku berangkat kerja. Ada kecelakaan kecil di perempatan kecil Jl Gatsu I dan Jl Gatot Subroto Tengah. Ketika aku lewat di sana, posisi mereka masih sama-sama jatuh di jalan. Aku tidak tahu persis bagaimana kejadiannya. Pokoknya pas lihat mereka sudah sama-sama jatuh.

Aku lihat kejadian setelah itu. Keduanya sama-sama berdiri membawa motor masing-masing ke pinggir jalan. Tapi itu tadi, laki-laki yang berseragam coklat itu langsung menghantam muka laki-laki lainnya. Bruak! Dia lalu memaki-maki, dan bruak!, memukul lagi. Terus berulang-ulang: mulut memaki, tangan memukul.

Laki-laki lain, yang janggutnya berdarah itu seperti ketakutan.

“Keluarkan surat-suratmu!” bentak laki-laki berseragam itu. Dia masih saja memaki-maki.

Aku lihat di dada kirinya ada pin coklat polisi. Mungkin karena itu dia merasa berhak memukul dan memerintah orang lain yang bahkan mukanya sudah berdarah.

Tidak perlu yang mana salah, mana yang benar. Saat itu yang lebih penting adalah siapa berkuasa siapa tidak. Itu saja. Miris..

Leave a comment

Filed under Aneka Rupa, Bali, Daily Life, Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s