Menjatuhkan Abu Lalu Berlalu

Sekitar pukul 8 pagi dalam perjalanan ke tempat kerja part time. Aku berhenti di lampu merah pertigaan Jl Hayam Wuruk dan Jl Kapten Japa. Seorang laki-laki dengan kumis tebal melintang, aku liat dari spion motornya, berhenti di depanku. Tangan kirinya memegang rokok. Lalu menghisap rokok itu.

Dan, plung!, dia membuang puntung rokok itu di depanku. Masih dengan asap tipis keluar dari sisa isapan terakhir, rokok itu dibiarkan begitu saja. Laki-laki itu seperti tanpa dosa membuangnya di sana.

Aku hanya melihatnya.

Kadang-kadang ingin juga mengambil puntung rokok itu lalu menjejalkan kembali ke mulut orang yang membuangnya sembarangan. Dia pikir kota ini miliknya sendiri sampe dijadiin tempat sampah semaunya. Huh!

Leave a comment

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s