Monthly Archives: October 2007

Transkrip Jeruk Minum Jeruk

Prodita Sabarini, wartawan The Jakarta Post, hari ini wawancara aku per telepon. Temanya tentang blogging di Bali. Ini ibarat jeruk (J1) minum jeruk (J2) alias wartawan wawancara wartawan. Jadi ya narasumber pun membuat transkip wawancara tersebut. Kurang lebih, ini transkripnya.

Jeruk 1: Sejak kapan ngeblog?
Jeruk 2: Sekitar Maret atau April 2004

J1: Gimana ceritanya?
J2: Waktu itu kenal blog dari teman di Bandung yang ketemu di internet. Dia yang ngajarin aku untuk bikin blog. *Thx, Sireum..* Setelah itu keterusan sampe sekarang.

Continue reading

7 Comments

Filed under Aneka Rupa, Bali, Blogging, Daily Life, Jurnalisme, Pikiran

Hanya Satu Kata: Capek

Pada akhirnya, tubuhku menyerah. Sabtu ke Jatiluwih. Hari ini ke Jatiluwih lagi. Hari ini lebih parah. Meski naik mobil, sementara Sabtu lalu naik motor sendiri, tapi kali ini medannya jauh lebih berat. Aku dan Raras, temanku, ke Wongaya Gede dulu. Dari Wongaya Gede kami ke Jatiluwih.

Medannya? Whuhh! Berat. Naik turun. Berkelok-kelok. Jalan rusak. Kanan kiri tebing. Agak ngeri meski tak sebanding dengan perjalanan ketika ke kaki Semeru akhir 2004 lalu.

Sejak semalem tubuhku sudah protes. Sakit sekali di pinggang. Lalu hari ini perjalanan jauh lagi. Huh.

Paling parah: pas sampe Denpasar mampir tempat lain untuk cari foto lagi. Kami diberi wine. Aku pikir tidak terlalu berat untuk diminum. Aku masukkan penuh ke cangkir. Lalu, tanpa basa-basi, aku habiskan. Aku pikir akan menyegarkan kayak minum bir dingin pas capek. Eh, setelah itu, nut!, kepala langsung muter. Makin parah!

3 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pekerjaan, Uncategorized

Kampung Ndeso Masuk Kompas

Informasinya sudah sejak Kamis lalu. Kakakku yang di Jakarta SMS ngasih tau kalau kampung kami yang ndeso itu masuk Kompas. Aku cek, walah, ternyata benar.

Wartawannya teman sendiri, Faiq, yang ngepos di Bandung sekarang tapi teman sejak masih SMA. Sangat mungkin dia ambil foto pas main ke kampungku Lebaran lalu. Maklum, dia tetangga kampung dan sama aktif di organisasi primordial itu.

Suwun, Cak Faiq. Sori juga kaos pesananmu lupa kubawa pas mudik. Ada salah kaham antara aku dan istri sehingga kaos itu dikeluarkan lagi dari tas.

Yowis. Ini aku upload di blog. Biar semua orang tau (*pamer, bo! ha.ha.ha.*) kalau kampungku yang ndeso itu pernah juga masuk Kompas, koran terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia.

corek-kompas.jpg

1 Comment

Filed under Aneka Rupa, Keluarga, Uncategorized

Sumpah Blogger Indonesia

Awalnya aku pengen posting soal perjalanan ke Jatiluwih kemarin. Menikmati terasering sawah yang sedang diproses untuk menjadi Warisan Budaya Dunia Unesco itu lumayan menarik. Lebih menarik setelah tahu bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan di sana untuk tujuan tersebut.

Tapi, ah, aku malas nulis panjang. Seharian nyelesaiin kerjaan lumayan melelahkan. Apalagi ini hari Minggu, waktunya nonton Simpsons. *He.he.he*

Lagian ini 28 Oktober 2007. Tidak enak hati sama para pendahulu yang sudah susah-susah bikin Sumpah Pemuda. Jadi ya mengingat para pendahulu sajalah dulu. Tadi maunya posting Sumpah Rakyat, yang terakhir kami serukan ketika aksi solidaritas untuk Myanmar 30 September lalu. Tapi kok romantik amat. Hormat sajalah buat Pak Afnan Malay yang sudah bikin Sumpah Rakyat.

Continue reading

3 Comments

Filed under Aneka Rupa, Blogging, Daily Life

Things To Do This Week

Menjelang perjalanan ke Jatiluwih pagi ini, aku catat pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Inilah dia:
- Silabus Walhi Bali untuk workshop jurnalis meliput Konferensi Perubahan Iklim (it’s been delayed for 1 week)
- Buku NGO (yang namanya tidak mau disebut dulu)
- Proposal citizen journalism ke Yayasan Tifa (it’s been a long-long time ago and not finish yet)
- Survei tempat dan persiapan teknis untuk field trip Internews Fellowship dalam rangka Konferensi Perubahan Iklim
- Proposal buku IB Cetana Putra (with Dwiyani dan Ervi)
- Media campaign tentang kebebasan informasi di Bali FM
- Media internal Joint Conference Bali 2007 untuk Ikatan Ahli Geologi Indonesia
- Media propaganda IKON Bali (with Noldy dan Asep)
- Pelatihan AO dan PO KPA Bali
- Buku De Mahendra (?)

Tulisan-tulisan yang di otak maupun dalam proses:
- Bank benih IDEP Bali
- Climate change impact in Jatiluwih
- Mercure Culinary
- Nasi campur bali
- Street showroom
- Aneka rupa gigi
- Pan Belog: tusuk gigi, kentut di hotel, merica vs garam, red light vs police, hp is back.

What a fu*k! Ternyata banyak yang harus dikerjakan. Dan, sampai sekarang aku hanya bisa mencatat dan menjadikannya sebagai agenda..

1 Comment

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pekerjaan

Vox Bloggeri Vox Dei

pesta-blogger.jpg

Sabtu besok, ratusan Blogger Indonesia kumpul di Jakarta dalam Pesta Blogger. Karena tidak bisa hadir, jadi ya posting ecard made by Kang Ayip ini. Mari merayakan kebebasan ini. Vox Bloggeri Vox Dei.. -*Halah!*

Di Bali, sayangnya, belum pada oke nih diajak kumpul-kumpul. Padahal sepertinya seru juga kenal tidak hanya di dunia maya. Ayo, semetone.. Kapan kumpul-kumpul nih?

4 Comments

Filed under Aneka Rupa, Blogging

Habis Blogspot, Terbitlah WordPress

Minggu-minggu ini aku kembali bergairah otak-atik blog. Gara-garanya: wordpress!

Sebenarnya sudah kenal lama dengan wordpress. Aku tahu pertama kali ketika buka blog jurnalisme.wordpress.com punya Budi Putra, redaktur Koran Tempo yang sekarang jadi blogger professional. Lupa kapan persisnya buka blog itu. Tapi kalau tidak salah dua tahun lalu. Dasar aku yang males urusan teknis-teknis gitu, jadi ya sebatas tahu saja.

Aku masih asik dengan blogspotku. Maklum, ini blog pertama yang aku bikin sejak 2004. Tidak hanya ada beban emosi, berat melepas sesuatu yang sudah lama kita akrabi, tapi juga karena beban citra. Mirip-mirip sepeda motorlah. Meski Yamaha, tetap saja disebut Honda. Blogspot pun begitu: kadung jadi nama generik, meski dia hanya merk.

Dari sekian alasan itu, sebenarnya paling penting adalah karena aku memang males otak-atik. Beberapa kali coba ubah desain blogspotku, tetap saja tidak bisa. Pernah nambah link, eh aku otak-atik malah ilang. Pernah ganti desain bagus banget, aku obok-obok, eh malah tidak karuan. Jadilah desain blogspotku tetap saja begitu. Meski tidak puas, ya bisanya cuma itu, jadi ya puas-puasin.

Continue reading

1 Comment

Filed under Aneka Rupa, Blogging, Daily Life, Pikiran

Aneka Rupa Satu Agama

Gara-gara tulisan sebelumnya, aku jadi ingin nulis soal agama lagi. Kali ini soal bagaimana sih kehidupan beragamaku, atau keluarga besarku. Ini masih oleh-oleh dari Lebaran kemarin.

Hmm, mulai dari mana ya?

Dari keluarga besar saja deh. Keluarga besar ini merujuk ke keturunan kakek nenek kami. Meski tidak formal, kami biasa nyebut keluarga kami sebagai Bani Taqrib alias keturunan Taqrib, nama kakekku yang punya anak lima orang. Anak pertama dari lima anak ini, alias pamanku yang paling tua, sudah meninggal ketika aku masih kecil. Jadi aku tidak terlalu mengenalnya. Empat anak lain, di mana ibuku adalah yang paling tua, masih segar bugar dan tinggal di desa merana yang sama.

Kehidupan beragama keluarga besar kami cukup unik. Kakek nenek kami termasuk tokoh agama di Mencorek, desa kecil nan panas di pesisir utara Lamongan, Jawa Timur, tempat kami tinggal. Buktinya pada saat itu mereka pemilik satu-satunya langgar, tempat orang belajar agama, di desa kami. Namun, anak cucu mereka justru sering jadi pembangkang, seperti halnya mereka. Continue reading

4 Comments

Filed under Aneka Rupa, Keluarga, Pikiran

Satu per Satu Mereka Tertipu

Tidak banyak yang berubah ketika aku mudik Lebaran tahun ini. Kampungku ya tetep saja kampung dan udik. Kalo bukan kampung, pasti namanya bukan pulang kampung. Terus kalau bukan udik juga pasti namanya bukan mudik. :))

Meski tidak seperti tiga empat tahun lalu, pluputan -ritual berkunjung dan minta maaf ke keluarga- bersama sepupu-sepupu tetap mengesankan. Tapi ya pelan-pelan semangat itu makin hilang. Mungkin karena kami makin tua: kali ini bahkan sudah empat orang yang punya anak, termasuk aku.

Kami termasuk keluarga besar di kampung kecil itu. Dan, kami semua menyebar: Malang, Surabaya, Ponorogo, Lamongan, Denpasar, Jakarta, Yogyakarta, Riau, Malaysia. Maka Lebaran jadi waktu kami bertemu dan membagi cerita.

Di antara semua riuh rendah kami berbagi itu, ada satu yang paling membekas di otakku. Continue reading

1 Comment

Filed under Aneka Rupa, Keluarga, Pikiran

Soal StarOne yang Menyebalkan

Ini sekaligus klarifikasi soal StarOne.

Pekan lalu, pas bayar langganan StarOne bulan pertama, aku sekalian tanya soal pemakaian yang makin menyebalkan. Mbak di customer service melayani dengan simpatik. Di tengah panas dan kemacetan tengah hari Jl Teuku Umar, pelayanannya mengesankan. Apalagi aku udah pasang tampang judes duluan ketika tanya2.

Soal pemakaian StarOne yang makin sering tulalit, kata mbak itu sih, tidak semata karena StarOne. Bisa jadi karena modemnya. Aku pakai modem merk Venus.

“Kalau pake Wawe (?) mungkin lebih stabil,” katanya sembari menyusulkan kalimat bahwa dia tidak bermaksud menjelek2kan produk tertentu dan mempromosikan produk lain.

Continue reading

8 Comments

Filed under Aneka Rupa, Blogging, Daily Life