Blog antara Adsense, Narsis, dan Isi

Lagi males nulis panjang. Jadi masukin saja hasil diskusi kecil di milis pantau-komunitas@yahoogroups.com. Diskusi ini dipicu tulisan Imam Shofwan di PANTAU. Sayangnya aku lagi males juga utk membuat link ke tulisan itu. Kapan2 aja deh aku bikin link ke sana. Sekarang aku masukin diskusi kecil ini saja. Ya, sekadar ngungkapin kegelisahan soal perkembangan blog di Indonesia, termasuk Bali. Sekaligus utk bernarsis ria itu tadi. :p

Membaca banyak tulisan di media massa soal Pesta Blogger kemarin, sepertinya memang masih ada soal yang belum terjawab: seberapa seriuskah blogger Indonesia menulis secara kritis?

Pengalaman saya sendiri, sepertinya berharap terlalu banyak blogger juga agak susah. Rata-rata isi blog di Indonesia, atau Bali lah sebagai contoh kecil, hanya bersifat self exhibitionist. Mungkin termasuk saya.🙂

Blog juga masih sesuatu yang elit karena mahalnya infrastruktur. Sayangnya Pak Menteri seperti tidak terlalu peduli soal ini. Eh, malah minta bikin lagu. Menteri yang aneh.🙂

~anton~
https://rumahtulisan.wordpress.com

Buat saya tidak masalah apakah seorang blogger menulis secara kritis atau tidak.

Blog yg isinya curhat dan masalah pribadi pun tidak masalah, memiliki blog dan punya kebiasaan mengisi blognya membutuhkan sebuah komitmen dan konsistensi serta membiasakan diri untuk menulis dan mengekspresikan diri serta tidak apatis, yang mana sudah lebih sehat dari mereka yang tidak memiliki blog😀

Blog yang isinya curhat pun dapat seketika berubah menjadi kritis dan berisi kritik sosial saat pemiliknya berhadapan dengan masalah atau keadaan yang sifatnya sosial.

Dan lagi soal kritis atau tidak, topik serius atau tidak akan mengalir sejalan dengan makin dewasanya si pemilik blog,

Let’s ask “Why?” a lot,
Enda Nasution.
YM: enda_001
Visit my blog http://enda. goblogmedia. com »

Emangnya, menulis itu harus selalu kritis?

mr_tajib@yahoo.com

Nggak, Mas. Silakan dilihat konteksnya.

Saya hanya prihatin dengan kecenderungan blogger (entah Bali, entah Indonesia) untuk bernarsis ria. Ini hanya dari pengalaman pribadi liat2 blog yg pernah saya kunjungi. Itu pun bukan sesuatu yg secara serius saya cari: soal keseriusan isi blog.

Sekilas saya lihat, blog2 di Indonesia sedikit yg mau menyampaikan hal2 di luar dirinya, paling tidak yg di sekitarnya. Berapa sih blogger di Indonesia yg mau nulis2 hal “berguna” macam Bang Enda dan Pak Wimar?

Kekhawatiran itu muncul karena jangan2 kita terlalu berharap banyak, seperti halnya saya meyakini itu, bahwa blogger bisa jadi sumber informasi alternatif, atau malah tandingan bagi media mainstream. Ini merujuk pada tulisan2 yg ada selama ini ttg blogger.

Namun keyakinan itu mulai berubah jadi kekhawatiran. Bahwa blog, jangan2 hanya jadi eforia juga.

Parahnya lagi makin banyak blogger yg sekarang sibuk beradsense ria. Sekadar gambaran, lima bulan terakhir banyak sekali blog baru di Bali yg motivasinya utk adsense itu.

Apakah berarti saya mengharamkan itu? Tidak juga. Blog kan urusan masing2, Mas. Saya hanya belum (semoga tidak) mau masuk blogger aliran itu. Lagian motivasi orang ngeblog jg balik pada mereka masing2. Sebab, menurut saya, karena itulah blog itu ada: merayakan kebebasan dan keragaman berekspresi.

Terima kasih

~anton~
https://rumahtulisan.wordpress.com

Masalahnya itu dia Mas Anton, “berguna” atau “tidak berguna” itu lumayan tipis.

Istilahnya lain2x, bisa “berguna/tidak berguna”, “penting/tidak penting” dll, tapi intinya adalah, mereka yang ngeblog tidak berguna hari ini bisa ngeblog berguna esok atau minggu depan dan sebaliknya kan?🙂

Enda.

Mas Anton,

Kalau boleh saya menambahkan, aktivitas ngeblog kan boleh dibilang baru, jadi maklum kalau content nya belum sesuai seperti yang Anda harapkan. Tapi lambat laun pasti akan berkembang dan semakin berkualitas kok. Saya yakin itu.

Nah, sekarang blog mulai dipakai buat kampanya, entah kampanye simpatisan parpol tertentu, atau kampanye untuk meraih jabatan tertentu seperti dilakukan Betti Alisjahbana, presdir IBM Indonesia, yang bikin blog khusus agar dia bisa tampil sebagai ketua umum alumni ITB. Ini kan bagus?

Sebuah blog bikinan orang Indonesia pernah dipersoalkan oleh Menteri Pariwisata Malaysia, dan ramai. Ini kan bagus juga?

Untuk blog Anda bernama balebengong (?cmiiw) bisa juga dikembangkan untuk mengkritisi dunia pariwisata di Bali dan sekitarnya. Misal kenapa Lombok yang terhitung tetangga dekat Bali kok tidak maju-maju walau ada “sejuta masjid” di sana? Itu kan bagus…

mediacare@cbn.net.id

Sepakat, Bang Enda. “Berguna” itu relatif. Tergantung siapa yang butuh. Lagian, sekali lagi, blog memang sesuatu yang personal. Jadi ya urusan masing-masing.

Mungkin tanggung jawab kita kemudian adalah menjaga agar “berguna” itu bisa utk sesuatu yg lebih bersifat umum, sesuatu yg lbh besar dari sekadar self-exhibition itu. Seperti yg dibilang Mas Radityo. Dan, ini yg belum saya lihat saat ini. Belum banyak blogger yg peduli pada content seperti yg sering kali disampaikan Mas Budi Putra.

Menurut saya saat ini perkembangan blog di Indonesia masih berkutat pada kuantitas, kualitas belum jd perhatian. Kali ini juga yg bisa kita diskusikan lagi kalau ada pertemuan blogger “Indonesia”. Tidak sekadar pesta, setor muka, lalu selesai. Kesan ini saya baca dari blog beberapa blogger yg datang ke Pesta Blogger.

Kalau para adnsenser bisa begitu agresif, kenapa blogger yg peduli content blm “terorganisir” dengan baik. Mungkin kita bisa memulainya.

Salam,

~anton~
https://rumahtulisan.wordpress.com

12 Comments

Filed under Blogging, Jurnalisme, Pikiran

12 responses to “Blog antara Adsense, Narsis, dan Isi

  1. wey.. nah ini baru tulisan 2 keren.. asli deh gk rugi kunjungin link ini.. tapi sayang nie mas.. blogku narsis abis hehe ehhe.. isinya gamabar aj..foto2 hahh whaa ha ha ha ah… cos lagi ada hobi baru nie

  2. iphan
    intinya, dengan adanya blog ini mari kita budayakan negara ini untuk bersuara dan terus bersuara… Entah mungkin dimulai dari narziz dulu, toh, lama-lama diantara banyak tulisan itu, pasti ada yang bermutu dan berguna. Jangan pesimis dulu, tentang content blog… Yang dikhawatirkan justru, berapa banyak orang di indonesia yang mau menyuarakan suaranya…

  3. mengubah indonesia dengan blog? ini justru yang euforia.

  4. aLe

    Narsis dapet duit gapapa khan😆

  5. iwi

    bloging yang narsis bisa dapet duit boleh khan…

  6. Kalau para adnsenser bisa begitu agresif, kenapa blogger yg peduli content blm “terorganisir” dengan baik. Mungkin kita bisa memulainya.—–> ini yang harus di kongkritkan!

  7. Suara Baru ? Janji pemerintah tidak ada pembredelan atau pembungkaman blogger ? Baru beberapa waktu lalu seorang blogger dipaksa tutup postingan oleh sebuah perusahaan komunikasi raksasa. Baru beberapa waktu lalu seorang blogger di somasi ‘selebriti dakwah’. Baru kemarin saya disuruh ‘ngalir’ saja. Don’t care. Yang penting eksperimen …
    Hidup Anton ! 😀

  8. @ bambang: koyoe aku kenal kamu deh. tp yg mana ya? agak penasaran gara2 baca tulisanmu soal unud.🙂

  9. @ ale + iwi: sepakaaaat. asal jgn smp trlalu agresif lalu menempuh segala cara. kan banyak tuh yg smp nipu2 di blognya biar dkunjungin.

  10. @ brokencode: hidup liong! :p

    @ mas keke: mbok ya skali2 bantuin. masa ngurus marketbiz terus. :))

    @ yanuar: belogodog itu kumpulan orang2 belog yg suka makan godog, eh, godoh.

    @ firma+iphan: mmm, mai ngenblog aja deh. pang sing belog!

  11. ah, jadi inget blog saya yang ndak berguna itu …😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s