Jangan Globalwarmingkan Tulisan Ini

Sore tadi ada diskusi di Sloka sama Hira Jhamtani, aktivis Third World Network, dan Harry Surjadi, Direktur Eksekutif Society of Indonesian Environtmental Journalist (SIEJ). Diskusi ini tindak lanjut pasca-Konferensi Tingkat Tinggi tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua 3-14 Desember lalu.

Kami ngobrol soal bagaimana sih media memberitakan UNFCCC dan apa yang bisa ditulis media pasca konferensi yang membuat Bali layaknya darurat militer saking banyaknya petugas keamanan tersebut. Ada sekitar 13 orang aktivis dan wartawan yang ikut diskusi lesehannya Walhi Bali, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, dan Sloka Institute ini. Eh, ada empat blogger anggota Bali Blogger Community juga ding.

Ada beberapa pendapat menarik dalam diskusi itu. Salah satunya bahwa media ternyata juga larut dalam jebakan negara-negara maju yang dikenal sebagai Annex 1. Misalnya, media selalu menulis bahwa Protokol Kyoto akan berakhir pada 2012. “Padahal Protokol Kyoto akan terus ada. Hanya Amerika Serikat yang terus berupaya agar Protokol Kyoto tidak dilanjut setelah 2012,” kata Hira yang sudah biasa terlibat di lobi internasional untuk mewakili kalangan non-govermental organisation (NGO).

Media sudah ikut pada framing yang dibuat oleh Amerika Serikat terutama bahwa Protokol Kyoto tidak perlu dilanjutkan lagi. Kata Hira, Amerika Serikat dan Uni Eropa memang berperan banyak mengendalikan konferensi tersebut. Dan, itu tadi, media sudah jadi kepanjangan tangan mereka.

Tapi, menurutku, bagian paling menarik justru disampaikan Harry Surjadi. Mantan wartawan Trubus, Kompas, dan Astaga ini menyatakan media juga mengalami euforia untuk memberitakan isu climate change. Jadi setiap isu seolah-olah terkait climate change. “Sampai anak orang hamil pun dianggap karena climate change,” canda Harry.

Omongan Harry ini sama dengan apa yang ku pikir beberapa minggu terakhir. Kayaknya isu paling hot di media sebulan terakhir memang soal global warming. Climate change mungkin kurang dikenal karena lebih susah juga bacanya. Kalau global warming kan lebih familiar.

Dari wawancara, ngobrol, blogging, dan seterusnya, isu ini yang sepertinya paling banyak dibahas. Aku lihat di blogku misalnya, posting yang paling banyak dibaca tetep soal global warming.

Padahal isu ini sebenarnya sudah lama. Di Indonesia pun, sepertinya tidak gawat-gawat amat. Isu kerusakan lingkungan kayak kebakaran hutan (apa pembakaran ya?) sudah dari dulu terjadi. Hancurnya pantai, seringnya banjir, dan masalah lain sudah sering terjadi. Tapi tiba-tiba kini semua seperti punya kambing hitam: global warming.

Gara-gara ini, makanya istilah kambing hitam sebagai sesuatu yang selalu jadi tempat untuk menyalahkan, sepertinya harus diganti. Jadi bukan lagi kambing hitam, tapi global warming.

Contohnya begini: Awas Jangan Mau Dikambinghitamkan. Maka sekarang kalimat ini pun harus diganti, Awas Jangan Mau Diglobalwarmingkan!

Kalau tetap tidak ngerti maksudku setelah baca tulisan ini, maaf, jangan globalwarmingkan tulisanku. Hehehe..

7 Comments

Filed under Pekerjaan, Pikiran

7 responses to “Jangan Globalwarmingkan Tulisan Ini

  1. Made

    heheh saya kurang ngeh ttg panas2 global ini, di Nusa Penida dari zaman dulu sudah panasnya minta ampun, ga bakalan kuat deh diluaran, betewe, bang apa itu prokotol kyoto? lg males ngugel🙂

  2. goyangan

    kalau saya takut dirumahtulisankan…😀

  3. @ made: kalo nusa penida mungkin local warning, bukan global warming. hehe. soale kan sempet mau dipake pulau kasino tuh. soal protokol kyoto, hmm, aku jg ga tau2 amat.

    soal protokol kyoto. ini kesepakatan bersama utk menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca (pnyebab global warming) oleh negara2 maju (biasa disebut negara annex 1). periode penurunan ini antara 2008-2012. kenten, pak made.

    @ goyangan: kok mirip ya. kalo aku takut digoyangkan. hehe..

  4. haha~ ya begitulah manusia indonesia😛

  5. @ brokencode: mantapz! new comment. :p

    @ didut: termasuk kita semua.🙂

  6. salam kenal buat para blogger lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s