Blogging, Nungging, Anjing

Melawan hujan dan badai (cailah..) kami tetap berangkat ke Ubud pagi ini. Sejak dari rumah, hujan campur angin tidak juga berhenti. Tapi demi sebuah janji (mmm, tepatnya kesanggupan untuk datang, sih) maka aku dan istri tetap ke sana untuk melihat pameran di Komaneka Gallery Ubud.

Pameran karya Wayan Suja bertema plush-tick ini termasuk unik. Setidaknya aku belum pernah nemu tema pameran begini. Bagaimana plastik itu menjadi penanda (tick) dari sebuah kesenangan sesaat (plush). Hmm, ini cultural studies banget..

Sebenarnya, bukan pameran itu yang membuatku tertarik ke sana. Tapi si pengundang yang membuatku penasaran. Dian Ina, manager gallery Komaneka yang mengundangku lewat email, itu juga blogger. Karena aku sudah mengiyakan untuk datang, maka meski hujan badai ya kami tetep ke sana.

Karena ngobrol sama blogger, maka usai ngobrolin soal pameran dan temanya yang unik itu, kami ganti topik ngomong tentang blogging. *Btw, Dian Ina ini aku pikir wajahnya mirip kartun kayak profilnya di facebook, eh, ternyata sama sekali tidak ada tampang kartun. Hehe..*

Bagiku sih terasa banget bedanya ngomongin dua hal ini. Kalau ngomongin pameran itu agak kaku, maka pas ngomongin blog malah ngalir banget. Kami ngomong tentang si A, si B, si C, dan seterusnya yang kami sama-sama kenal. Juga tentang rencana launching Bali Blogger Community (BBC), milis BBC, dan Enda. Soale ternyata si mbak yu ini juga manajer Enda Fans Club. *Oalah dasar! Pantes dia ketawa-ketawa pas kami bilang Enda udah oke untuk datang pas launching BBC Januari nanti.*

Usai ngomong ngalor ngidul di Komaneka Gallery dengan Dian, aku dan istri cabut. Jam makan siang di Ubud, ke mana lagi kalau bukan cari Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku. Ini menu wajibku kalau ke Ubud.

Pas mau masuk tempat makan ini aku melihat beberapa orang yang sepertinya akrab banget: Aji, Putra, dan Adi. Karena cuma keliatan punggungnya, kami tidak terlalu yakin. Pas keliatan mukanya, eh, ternyata benar. Mereka temen-temen di Taman 65 dan Mitra Bali.

Pas baru selesai salaman dengan mereka di depan warung, Aji langsung nyerocos soal rencana launching BBC. Katanya Sabtu lalu dia main ke Djendelo Cafe di Renon, tempat rencana launching akan digelar. Walah, lha ini kok ketemu di tempat makan enak tetep saja ngomongnya soal blog. Penuh semangat 45 lagi. Sayangnya cuma sebentar karena kami sudah kadung lapar dan mereka sudah bersiap hendak pergi.

Sorenya, sekitar pukul 5, aku dan Agung main ke tempat Kang Ayip. Rencana main ini juga sudah lama dan selalu tertunda gara-gara kerjaan. Maka meski hujan dan badai tiada usai (gawaaat) maka aku dan Agung tetap berangkat ke kantor Kang Ayip di Jl Imam Bonjol ini. Rencananya kami akan ngobrol tentang kampanye Nyepi lewat website. Dan, otomatis ngobrol tentang blogging juga tidak bisa dihindarkan.

Inilah tema yang, mungkin, paling banyak aku diskusikan akhir-akhir ini: blogging. Ketemu Dian, Aji, Agung, Kang Ayip, semua tentang blogging. Ngobrolinnya juga bisa sambil ngapain saja. Ibaratnya, bahkan sambil nungging pun ngomongin blogging. Hehe. Sabtu malam lalu ketemu Yanuar dan Arie pas di Gramedia pun langsung ngomong ttg rencana launching.

Begitulah, makin banyak teman yang sekarang ngeblog. Ervi, Wasti, Jengki, dan Beny, sudah pada ngeblog. terakhir Aik (srikandi Walhi Bali) pun bilang mau belajar blogging. Mungkin gara-gara tidak tahan dikomporin Agung (srimulat Walhi) untuk bikin blog juga.

Makin banyak teman yang ngeblog ini mungkin yang bikin blogger Bali makin banyak. Aku cek di blogspot, jumlah blogger di Bali minggu ini sampai angka 2.100an. Wah, itu buanyak banget. November lalu aku cek di blogspot saja masih 1000an. Ini yang pakai blogspot, belum yang pakai domain lain kayak wordpress atau bikin domain pribadi. Satu blogger pun bisa punya beberapa blog, tidak hanya satu.

Makin menarik bagiku karena aku juga kenal dengan blogger-blogger ini secara fisik maupun maya. Tidak seperti awal-awal aku ngeblog pada April 2004 bahkan sampai awal tahun ini. Waktu itu kenal blogger hanya sambil lalu. Bahkan aku tidak tahu apakah makhluk yang aku kenal di blog itu juga memang ada. Apalagi memang ada adagium bahwa, “Di internet kita bahkan tidak tahu kalau kita bicara dengan anjing.” Ini merujuk pada fakta bahwa setiap orang bisa jadi apa pun dan siapa pun di internet.

Sekian tahun ngeblog dan gaul di blogosfere, kini aku tahu bahwa blogger-blogger itu bukan anjing. Hehe..

6 Comments

Filed under Blogging, Daily Life, Pikiran

6 responses to “Blogging, Nungging, Anjing

  1. *baca judul*
    satu lagi lupa BLOGWALKING😛

  2. @ didut: *baca ikonmu* travel warning.😀

  3. Tiang usahakan hadir pas sangkepan nanti. Jangan lupa kulkulnya ditepak.
    Kenal juga sama mbak Aik? Salam aja deh dari meonx surabaya. Satyam Eva Jayate!!!

  4. Saya sampe capek klik kanan di link2 bloggers di tulisan ini😀

  5. @ meonx: siap, bli. kalo jd pasti dikabari. soal aik, oke deh. ntar kalo ketemu aku bilangin.

    @ imsuryawan: hehe, apalag yg ngetik, bli. capek sampek elek.😀

  6. hwa! ada namaku disini.
    jadi kapan launchingnya? hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s