Mengawali Tahun dengan Puja

Puja pagi mengawali tahun baru 2008. Ketika hari masih gelap dan orang-orang mungkin masih terlelap, kami duduk bersila di ruang belakang gedung pertemuan. Bale puja yang biasa digunakan untuk berdoa agak basah karena hujan yang mengguyur semalam. Udara pun masih lembab. Dingin.

Sekitar 15 menit sebelumnya aku sudah ke tempat itu. Kadek Dian, koordinator murid-murid di ashram, semalam bilang puja pagi akan dimulai pukul 5. Tapi ketika aku ke sana pukul 5 pagi itu, belum ada satu orang pun. Aku lalu kembali ke kamar ashram di lantai dua gedung Taman Kanak-kanak. Aku kembali merebahkan badan, menarik selimut, lalu berbaring sambil melihat Bani dan Bunda di kasur sebelahku.

Lima menit kemudian, salah satu murid di ashram mengetuk pintu. Aku beranjak. Lalu ikut dengannya di beranda belakang gedung pertemuan. Belum ada orang lain. Wayan, murid itu, lalu memukul kulkul untuk membangunkan penghuni ashram. Puja pagi akan segera dimulai.

Satu per satu penghuni ashram berdatangan. Sebagian masih dengan wajah kuyu. Mereka semalam begadang hingga melewati pergantian tahun. Tiga belas orang itu, sebagian besar masih remaja, duduk melingkar di ubin dingin pagi itu. Lalu, Kadek Dian merapal puja. Gumaman suara murid lain mengikuti Puja Tri Sandya yang dibacanya..

Inilah pagi pertamaku di 2008. Berbaur dengan penghuni Ashram Gandhi Candi Dasa, sekitar 75 km timur Denpasar. Ini pengalaman pertamaku, melewati pergantian tahun di tempat kegiatan spiritual. Ashram Gandhi Candi Dasa adalah tempat orang belajar agama Hindu terutama nilai-nilai yang diajarkan Mahatma Gandhi, tokoh spiritual kelahiran India.

Semula aku dan anak istri berniat bermalam di rumah dadong pekak di desa Pekarangan, Manggis, Karangasem. Niat itu langsung berubah setelah usulan Lode ke The Jakarta Post untuk menulis tentang Ashram Gandhi disetujui. Setelah mampir dan basa-basi di rumah dadong pekak, kami pun ke ashram yang didirikan Ibu Gedong Bagoes Oka tersebut.

Sekitar pukul 8.30 malam, ketika kami sampai sana, anak-anak sedang bernyanyi. Mereka baru saja usai berdoa malam sebelum kemudian berlanjut dengan acara bebas hingga pagi berganti. Meski tidak ada radio, TV, apalagi internet di Ashram Gandhi, anak-anak di sana tidak kalah gaul. Anak di sebelahku dengan PD bernyanyi lagu sendu, “Oooh, aku tak ingin kau tahu..” Semuanya hafal lagu-lagu gaul dari Radja, Ada Band, Repvblik, Ratu..

Ketika Bani sudah mulai ngantuk dan ngambul tidak jelas, kami pamit ke ruang tidur berjarak sekitar 30 meter dari beranda tempat pertemuan. Kami lalu terlelap di antara suara debur ombak, persis di depan ruang tidur kami. Tempat ini memang asik. Selain pantai, di sebelah kami juga ada lotus pond alias kolam teratai. Dari jendela ruang tidur ini kami masih bisa menikmati kerlip-kerlip Candi Dasa, pusat pariwisata Karangasem ini. Suasananya tenang. Jauh dari ingar bingar perayaan tahun baru.

Mungkin karena takut terlelap sehingga melewatkan puja pagi, aku beberapa kali terjaga. Suara petasan dan kembang api dari hotel di sekitar ashram terdengar keras. Aku lihat jam di handphone sudah pukul 00.03 Wita. Tahun 2007 sudah berlalu.

Pukul 5 pagi seluruh penghuni ashram duduk khusyuk di beranda belakang gedung pertemuan. Mereka berdoa dalam dua bahasa. Berganti-ganti. Sansekerta, Inggris. Puja pagi itu ditutup dengan agni hotra. Satu per satu mereka mencium bau dan asap dupa. Sepertinya damai sekali. Semoga begitu pula tahun ini..

11 Comments

Filed under Bali, Daily Life, Keluarga, Perjalanan

11 responses to “Mengawali Tahun dengan Puja

  1. met tahon baru,semoga tahon ini lebih damai dan lebih sejuk.

  2. coba tanyain anak2, tau lagu ini gag?

    aaaaaa, owwwkee..
    bilang sajaaa, owwkee..

    hehehe.. salam kenal.

  3. Semoga Damai di hati damai di dunia damai selalu🙂

  4. met taon baru 2008, semoga selalu bahagia diantara orang-orang terkasih!

  5. itulah hebatnya bali, selalu mengawali pagi dgn puja😀

  6. Indahnya memulai tahun baru dengan doa…

  7. wah tahun baru dilewatkan di tempat yg jauh ya hehehe… candi dasa been long time since the last time i went there🙂

  8. #bodhi
    oowwwww… toke..!
    bilang saja, toke..!

  9. goyangan

    kok kl di radio puja jam 6 ?

  10. @ semuanya: met taun baru juga. *aduh, udah berapa kali ya ngucapin ini. hehehe*

    @ bodhi + wira: kok jd main tokek di sini?😀

    @ didut: sama saja. di jawa kan ada juga adzan subuh. cuma krn sudah biasa, jd ya sekarang ganti suasana saja dg puja. kuwi jengene sawang sinawang. hehe..

    @ sherly: yowis. ntar pulang dr UK aku anter ke Candi Dasa.🙂

    @ goyangan: beda aliran kali. kalo di Candi Dasa itu cenderung ke India sptnya. jd beda cara. tp kan sama saja tujuannya. yg jelas bukan utk brgoyang.😀

  11. Kristianto Batuadji

    Salam kenal, Bro. Sering ke Ashram Gandhi juga? 2 tahun yg lalu saya sempat tinggal di sana 2 bulan utk merampungkan riset saya. Memang sungguh damai rasanya berada di tengah warga Ashram Gandhi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s