Monthly Archives: February 2008

Terjawab Sudah Kegelisahan Itu

Lega rasanya setelah aku baca hasil tes darah itu. Tidak ditemukan malaria. “Trombosit juga normal. Gejala DB juga tidak ada. Silakan lanjut saja minum obatnya,” kata dokter cantik di Nikki Media siang ini. Waah, tidak sia-sia aku merapal doa pas Jumatan tadi. Hihi..

Hasil tes darah itu memang jadi jawaban menyenangkan. Soale aku kepikiran banget soal kemungkinan kena malaria. Pikiran ini muncul setelah kemarin siang mampir ke kantor. Tidak tahan hanya diam di rumah, siangnya aku ke kantor juga untuk sedikit pekerjaan. Padahal fisikku sepertinya belum fit benar. Tapi ya maksa dikit sing ken-ken lah.

Continue reading

18 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Maka Tidurlah Aku dengan Harry Potter

Tiba-tiba sesuatu dari perutku seperti mau keluar. Padahal, tas sudah di punggung. Kunci motor sudah di tangan. Aku sudah siap kerja hari ini. Tapi sesuatu itu terus mendesak-desak meski aku sudah berusaha keras menahannya. Dan, aku pun tak bisa menahannya. Aku muntah, persis pas mau berangkat ke kantor.

Aku pikir hari ini kondisiku sudah bagus. Apalagi kemarin sudah ke dokter dan istirahat di rumah sambil ngenet seharian. Tiga jenis obat, sesuatu yang sangat tidak aku sukai, pun sudah kutelan semuanya sejak kemarin dan hari ini. Eh, ternyata salah. Hari ini fisikku belum mau diajak ke kantor.

Maka, aku pun menyerah pada fisikku. Sudahlah, istirahat saja di rumah. Kembali ke kasur dan menyelesaikan buku terakhir Harry Potter..

18 Comments

Filed under Daily Life

Ternyata Kita Memang Perlu Aturan

Kita memang tidak bisa hidup nyaman tanpa aturan. Awalnya aku pikir kedewasaan sebuah kelompok tidak dinilai dari banyaknya aturan pada kelompok itu namun pada bagaimana anggota kelompok saling menghormati satu sama lain. But, then, itu tetep perlu sebuah aturan meski aturan itu tidak tertulis.

Ini pula yang aku pelajari di mailing list (milis) Bali Blogger Community (BBC).

Ketika membuat milis ini, aku hanya berpikir untuk membuat tempat blogger Bali bisa saling kenal. Ide bikin milis ini muncul dari Dewi dan Prima pas kami ketemuan pertama kali. Bolehlah aku sebut kopdar pertama ini sebagai cikal bakal berdirinya BBC. Sebab dari kopdar bareng Kang Ayip juga ini lalu muncul ide bikin mailing list dan agregator untuk blogger Bali.

Continue reading

25 Comments

Filed under Blogging, Pikiran

Tiada Hujan Tiada Badai

Begitulah, tiada hujan tiada badai, tiba-tiba badanku demam ga karuan dua hari ini. Tubuh yang aneh. Cepet banget sih KO?

18 Comments

Filed under Uncategorized

Ayo Boikot Ahmad Dhani!

boikot ahmad dhaniDua hari lalu, Bunda bilang ke aku soal Ahmad Dhani, musisi pentolannya Dewa. “Jangan dengerin lagu-lagunya Dhani lagi kalau ada aku,” katanya. Alasan Bunda, Dhani sudah melecehkan perempuan. “Masak dia bilang dia yang menciptakan Mulan Jameela untuk melawan Maia. Itu kan merendahkan perempuan banget,” kata Bunda yang sekali waktu memang nonton infotainmen sama aku. Hehe.. Aku sih tidak terlalu peduli waktu itu. Dengernya juga sambil lalu.

Lalu, pagi ini, pas lagi blogwalking pagi ini, aku nemu tulisan menariknya Rama soal Ahmad Dhani. Intinya Dhani telah melecehkan semua blogger maupun pembaca blog. Hmm, ternyata Dhani memang makin tidak beres sekarang.

Continue reading

66 Comments

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

Togel, Godel, Whadehel!

Tak terasa, ternyata sudah lama juga aku tidak ketemu dengan karibku yang satu ini. Namanya tidak boleh disebut. Tidak etis. Soale ini hubungannya dengan konfidensialitas, prinsip di mana kerahasiaan status seseorang harus disimpan sampai dia sendiri yang membuka statusnya. Teman itu positif HIV. Aku boleh nyebut status saja, asal tidak menyebut nama. Sebut sajalah namanya Adi. Dia pernah bertahun-tahun kecanduan heroin. Dan karena ini dia tertular HIV.

Kami teman akrab sejak aku kenal lebih dekat isu HIV/AIDS dan narkoba di Bali pada 2005 lalu. Tapi teman ini pula, yang aku wawancarai pertama kali ketika aku menulis isu AIDS untuk GATRA, tempatku kerja waktu itu. Adi inilah orang dengan HIV/AIDS yang kukenal pertama kali, sekitar 2002. Eh, lha dalah, ketika aku kenal lebih intens soal HIV/AIDS ternyata dia jadi teman akrabku.

Continue reading

10 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Ciri-ciri Cowok Salah Tingkah

Ini hasil obrolan kemu mai pas ngumpul beberapa belogger sambil bakar ikan dan ayam di rumah malam ini. Ada Yanuar, Arie, Ivan, dan Novan. Bani dan Bunda jadi tuan rumah yang baik.

Habis makan kami duduk di halaman rumah dengan obrolan tidak jelas. Sisa arang pemanggangan yang masih membara lumayan hangat di tengah rintik hujan. Sekitar pukul 10 malam, Sakti dan Opie datang. Oleh-olehnya roti bakar.

Continue reading

28 Comments

Filed under Daily Life

Kata-kata yang Sering Salah Tulis

Di tengah banyak kerjaan yang tidak selesai juga, aku bikin tulisan ini saja. Sekali-kali belajar jadi guru bahasa Indonesia yang baik dan benar. Makanya menulis masalah ini pun menggunakan ejaan yang disempurnakan. Resmi sekali. Hihihi..

Ini sekadar menulis tentang beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang sering kali salah ditulis. Modal sambil menulis ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka. Kata-kata yang sering salah ditulis antara lain:

Continue reading

27 Comments

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

Susahnya Cari Alamat di Denpasar

Maka, aku pun tak bias lagi menahan dongkol hati gara-gara masalah ini. Soalnya memang menyebalkan banget. Dan berkali-kali terjadi. Begitu pula hari ini.

Sebelum ke kantor pagi ini, aku dipesenin Bunda agar mampir ke tempat Arie untuk nagih utang. Ini memang profesiku yang lain, debt collector. Hehe. Namanya nagih utang, maka aku harus ho’oh saja menuruti kemauan Arie yang ngajak ketemu di rumah. Tanpa kemaluan, aku pun yamperin pasangan Yanuar ini ke rumahnya.

Continue reading

16 Comments

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. :)

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga