Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..

Usai ngobrol sama Yanuar, Arie, dan Novan, soal persiapan launching Bali Blogger Community (BBC) di Popo Danes, aku makan siang di Warung Tresni Renon. Tentu saja setelah jadi umat yang taat. Jumatan maksudnya. Pas aku baru duduk usai pesan tipat kuah, menu favoritku di warung Bli Putu Indrawan ini, datang Bli Anom, wartawan Radio Global.

Ternyata di warung itu ada juga Bli Redika, humas PLN Bali. Tak lama, datang pula Mas Ema, wartawan Bisnis Indonesia di Bali dan senior di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Aku lupa kapan terakhir ketemu teman-teman ini. Sepertinya sudah lama. But, meski lama tidak ketemu, ternyata ada bahan obrolan langsung klik: soal blog.

Pas datang dan duduk di depanku, Bli Redika bawa tulisan soal banjar. Dia dapat dari internet.

“Siapa penulisnya?” tanyaku.

“ASN,” jawabnya.

“Wah, jangan-jangan Asnawa.”

“Siapa itu?”

Putra Asnawa. Teman. Blogger juga. Dapatnya dari situs apa? Jangan-jangan Tour de Bali?”

“Ya, ya. Benar. Website itu,” kata Bli Redika.

Halah! Ternyata penulisnya blogger juga. Dan, Asnawa itu ya memang ASN yang aku kenal lewat blog meski aku belum pernah ketemu makhluk satu ini.

“Penulisnya sepertinya orang baru. Belum tahu banyak soal banjar. Pakai bahasa lu gue lagi. Tapi lumayan untuk referensi,” katanya.

Obrolan ini membuatku mikir. Ya so what kalau memang dianggap kurang tau? Tiap orang toh berhak menulis apa pun yang dia tahu, meski bagi orang lain itu kurang lengkap. Hare gene sudah tidak ada lagi monopoli informasi oleh orang-orang (sok) pinter. Lalu, orang-orang yang (dianggap) tidak pinter harus menelan informasi dari orang-orang (sok) pinter tadi.

Jadi, ngebloglah orang-orang (sok) pinter.

Soale gini. Makin hari Pak De Google makin jadi referensi orang untuk mencari sesuatu. Perpustakaan sudah jadi masa lalu. Parahnya, sebagian besar intelektual kita (setidaknya di Bali) masih saja malas ngeblog. Sebatas yang aku tau belum ada tuh peneliti atau dosen di luar disiplin ilmu TI yg ngeblog. Jadinya ya ilmu-ilmu yang mereka punya hanya untuk menara gading bernama kampus itu. Intelektual kita mungkin sibuk meneliti lalu lupa membaginya. Ah, ironis sekali..

Dunia sudah berubah, demikian pula cara kita berkomunikasi. Pada zaman bahuela, orang berkomunikasi lewat telepati atau burung merpati. Sekarang “telepa” dan “burung merpa”-nya sudah hilang. Ganti jadi TI aja. *Hehehe, maksa banget ya?*

Ironisnya memang kaum intelektual, merujuk pada kampus-kampus di Bali, memang masih belum siap dengan ini. Hanya ada satu dua dosen yang dari dulu nulis buku, nulis di media massa, atau bahkan turun untuk bagi-bagi ilmu ke anak-anak muda atau masyarakat lain. Diskusi-diskusi di kampus pun sepertinya makin hilang. *Btw, diskusi Jumatan di Sastra masih ada apa nggak ya setelah Pak Darma Putra di Australia?*

Orang-orang (sok) pinter di kampus makin hilang. Mahasiswa sibuk bikin konser. Dosen sibuk cari proyek penelitian. Mari percaya blogger saja. In dollar blogger we trust..

20 Comments

Filed under Blogging, Pikiran, Uncategorized

20 responses to “Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..

  1. “Penulisnya sepertinya orang baru. Belum tahu banyak soal banjar. Pakai bahasa lu gue lagi. Tapi lumayan untuk referensi,” katanya.

    rada ironis yah, dia ngenyek bilang belum tahu banyak dll, tapi dipake referensi juga. kalo udah gitu, apakah pake bilang sama ASN kl tulisannya dipake?

    Tsk

  2. Setuju.
    Sebuah ilmu atau pemikiran akan lebih bermanfaat jika terbuka luas untuk masyarakat. Ngeblog lah…

  3. ina

    Hidup ngeblog…!!!!😀

  4. Saya diluar bidang ilmu IT, tetapi saya bukan peneliti apalagi dosen. Huehehehe.🙂

  5. no comment

    *kembali nge-blog

  6. Lalu, orang-orang yang (dianggap) tidak pinter harus menelan informasi dari orang-orang (sok) pinter tadi.

    kebetulan gw adalah salah satunya🙂
    maksudnya gw salah satunya yang tidak pinter gitu hehehe…

    bahasa bali:
    belog di baca blog= bodoh
    jadi blogger itu

    orang bodoh🙂

  7. devari

    hanya satu kata : ngeblog!

  8. Memang benar kata bapak pakar telematika kita…68% isi blog itu hoax

  9. wah.. itu nuduh, bung anton. dia kire..kite2..orang bali..tidak boleh gitu ngemeg pake lu gue?

  10. ketika media tunduk pada kepentingan kapital dan sama sekali tidak berpihak pada keadilan. maka hanya satu kata: “Nge-BLOG”!!!!

  11. Artana

    Referensi…., ternyata blogger bisa juga jadi refference yach!
    Hidup blogger!

  12. ada lagi arti blogger…
    tukang bikin orang goblog merasa tambah goblok

    pesta blogger, pestanya orang goblok,
    penulisnya goblok, yang mbaca goblok, yang comment ini juga goblok, he..

    hidup bloggers (orang2 goblog)

  13. Hidup Bli ASN !! Hehehehe, Pak Anton, masih saja dengan bahasa nya, ceplas ceplos. Asik pak. Blog juga bisa digunakan untuk mengasah tulis menulis. Klo blog digunakan utk mengasah golok, belog lah dia. hehehe.

  14. hidup pakde gugel!!😛

  15. @ anima: ralat dikit. gak sampe ngenyek kok. cuma bad comment.😀

    @ irfan: nah. mai ngeblog. :p

    @ ina: hidup ina!

    @ blogdokter: tapi dokter.😀

    @ wira: untung ada pak wira dan pak kecek, dosen baik hati yg rajin ngeblog.😀

    @ erickningrat: gapapa. biar goblog asal ngeblog.😀

    @ devari: hanya satu kata: AYO!

    @ budarsa: yup. termasuk komentar dari sang pakar itu sendiri. hihihi..

    @ dewi: wah, bener tuh mbak.

    @ ancak: HAJAR!!😀

    @ artana: hidup artana!

    @ trancepass: wah, jauh2 ke bahrain masak masih jd orang goblog sih mas?😀

    @ hendra: aku tau. kalo mas hendro pasti ngasah yg lain pakai yg lain *bingung mode*

    @ didut: hidup paklik didut!!🙂

  16. asn

    kebetulan, gue eh.. saya pernah ngobrol2 sama pak redika ini di kantor beliau di PLN. udah agak lama seh, skitar 2003-2004.

    kebetulan juga, waktu itu beliau (yg juga seorang pelukis) kasi “bad comment” untuk draft desain web offline yg saya propose untuk PLN BALI.

    huhuhuhu… nasib.. nasib
    *ini bukan nangis, tapi ngenyek haha

  17. eka

    makanya Mai Ngeblog Apang Sing Belog

  18. SATU LAGI BUKTI,
    Orang (sok) pintar ternyata masih nyari referensi dari seorang belogger…………
    Kapan giliran dia bagi-bagi informasi? Gratis lagi?

  19. Tiap orang toh berhak menulis apa pun yang dia tahu, meski bagi orang lain itu kurang lengkap. Hare gene sudah tidak ada lagi monopoli informasi oleh orang-orang (sok) pinter. Lalu, orang-orang yang (dianggap) tidak pinter harus menelan informasi dari orang-orang (sok) pinter tadi.

    I love these words !

  20. no comment lah soal nya, btw para suhu dam pakar2 blogger, mao nanya arti dan konsep blogger itu seperti apa sih! sebenar nya, apa cuma cuap2, tulis ini itu, ato apa!, ada yg bisa kasi link untuk di baca konsep real blogger itu seperti apa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s