Kata-kata yang Sering Salah Tulis

Di tengah banyak kerjaan yang tidak selesai juga, aku bikin tulisan ini saja. Sekali-kali belajar jadi guru bahasa Indonesia yang baik dan benar. Makanya menulis masalah ini pun menggunakan ejaan yang disempurnakan. Resmi sekali. Hihihi..

Ini sekadar menulis tentang beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang sering kali salah ditulis. Modal sambil menulis ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga Terbitan Balai Pustaka. Kata-kata yang sering salah ditulis antara lain:

1. Sekadar. Biasanya ditulis sekedar. Padalah yang benar adalah sekadar, besar kemungkinan dari kata dasar kadar. Sekadar artinya sesuai atau seimbang dengan.

2. Silakan. Biasanya ditulis silahkan. Seharusnya silakan yang artinya sudilah kiranya (bahasa halus).

3. Jumat. Kadang-kadang ditulis Jum’at (dengan tanda petik satu di atas). Bahkan di media-media online seperti detik.com pun masih pakai tanda petik ini.

4. Dirgayahu, artinya berumur panjang. Biasanya untuk ucapan selamat. Tapi sayangnya seringkali ditulis seolah-olah berarti ulang tahun. Misalnya Dirgahayu Republik Indonesia ke-62. Padahal cukup Dirgahayu Indonesia (tanpa ke-62). Kata-kata ini sering juga salah dipakai oleh instansi pemerintah.

Tambahan per 21 Februari 2008.

5. Telanjur, sering salah ditulis terlanjur, artinya terlewat dari batas atau tujuan yang ditentukan.

6. Praktik, sering ditulis praktek, artinya pelaksanaan secara nyata apa yang dipelajari di teori.

9. Gencatan, sering ditulis genjatan, artinya berhenti dari kata dasar gencat yang berarti berhenti.

10. Pukul dan Jam. Dua kata ini memang punya hubungan sangat dekat tapi sebenarnya berbeda makna. Pukul adalah kata yang menunjuk pada waktu. Misalnya pukul 10 pagi. Sedangkan jam adalah benda yang menunjukkan waktu. Misal jam dinding dan jam tangan. Jadi tidak benar kalau kita menyebut jam 10 pagi. Contoh paling enak sih begini, “Jam dinding itu menunjukkan pukul 10.”

Hmm, apa lagi ya? Seingatku banyak lho. Tapi kok aku lupa ya. Nanti kalau ingat lagi ditambah saja. Hehehe..

27 Comments

Filed under Aneka Rupa, Pikiran

27 responses to “Kata-kata yang Sering Salah Tulis

  1. lapor, guilty for number 2πŸ˜€

  2. goyangan

    pusing sering ditulis sakit kepala…πŸ˜†

  3. Jam dan pukulnya dong??? (semakin sering dikoreksi, makin sering salah-nunjuk diri sendiri)

  4. jadi guru ko nanggung-nanggung bos…..
    sekalian gitu bagi2 kamus bahasa indonesia gratis…
    kan enak…..hehe πŸ˜†

  5. Artana

    Mau nanya juga bli, bukan ejaan sich tapi kalimat.
    Mana yang benar untuk menyatakan “tidak berubah” apakah kata “bergeming” ataukah “Tidak bergeming”.
    Soalnya sering saya baca di media ditulis “bergeming” untuk maksud tidak berubah.
    …btw, Jadi guru bahasa ya bos?..!

  6. Ternyata saya banyak salah ya tentang ejaan ini….

  7. @ anima: laporan diterima. kembali, grak!πŸ˜€

    @ goyangan: yang benar pusing karena sering digoyang.πŸ˜€

    @ luhde: sudah, bunda. tengkiu sudah mengingatkan. mmmuah..

    @ ady: ah, ini murid maruk namanya. beli buku saja tidak mau.πŸ˜€

    @ artana: bergeming artinya tidak bergerak sama sekali, bli. jadi benar yang ditulis media. tapi memang banyak yang mikir bahwa bergeming itu berarti bergerak. jadi yang benar begini, “Anggota DPR bergeming meski didemo ratusan belogger agar segera mengesahkan Peraturan Daerah tentang perlunya laptop gratis bagi anggota Bali Blogger Community.” bukan, “”Anggota DPR tidak bergeming meski didemo ratusan belogger agar segera mengesahkan Peraturan Daerah tentang perlunya laptop gratis bagi anggota Bali Blogger Community.”πŸ˜€

    @ widi: belajarlah dari kesalahan. *mimih, sok bijaksana sekali nok*πŸ˜€

  8. pantesan, seorang temen ganti url dari sekedarblog.blogspot.com menjadi sekadarblog.com *spammer* ;))

  9. gimana dengan kalimat “memasak nasi” pak, bukannya secara logika harusnya “memasak beras”

    hihihi

  10. devari

    satu lagi, yg benar adalah anton tapi sering ditulis antonemus
    wkakakak

  11. Ebo

    Pusing juga… nama saya juga sering ditulis salah jadi ‘orang ganteng’

  12. bingung mau koment apa?πŸ™‚

  13. jinhp

    wah comment apa ya????
    atur aja dah mas hueheheheehe….. :p

  14. slaha tluis smaa slaah kteik ebeda ya mas.??

  15. “bikin” termasuk EYD nggak ?!

  16. h0reeee tidak termasukπŸ™‚
    ngiring ngeblog nganggo basa linggisπŸ™‚
    ngeblog pang sing belogπŸ™‚

  17. wah aku juga salah ternyata.. Padhal nilai mata kuliah Bhs Indonesiaku A
    *jingkrak2*

  18. @ dewi: itu sih karena sudah kaya jg. bisa beli domain sendiri. hihihi..

    @ wira: yap, memasak beras tentu saja.πŸ˜€

    @ devari: yg bener pan bani. :p

    @ erick: ini salah ketik.

    @ ebo: ini salah blog.πŸ˜€

    @ jinhp: lapor dl sama komandan. baru komentar.πŸ˜€

    @ yanuar: ini salah nungging.πŸ˜€

    @ arie: bikin apa dulu? ntar deh aku cek kamus.

    @ winyo: linggis itu salah. seharusnya english.πŸ˜€

    @ hangga: pasti nilainya hasil maksa.πŸ˜€

  19. wkwkwkw postingan yang keren! Kalo nulis orang ketawa yang bener kengken bli?
    wkwkwkkw… ato hahahaha.. ato hehehehehe… ato xixixixi (kayak si Winardi) huehehehehe…

  20. @ imsuryawan: ketawa yg bener tergantung tempat kerja, bli. kalao di mitrais wkwkwkw. kalo kuliah di pittsburgh ketawanya xixixixi. cara i bojog winardi to.πŸ˜€

  21. Ina

    πŸ˜€ saya juga termasuk org yg masih sering salah dlm penulisan kata-kata diatas. *ngaku

    Silahkan dihukum, saya sudah terlanjur ketangkap.
    *ups…salah lagi..!

    πŸ˜€

  22. Huehehehe…info yang bermanfaat. Kadang memang sulit menjadi penulis yang benar, untuk nulis blog sekalipun.

  23. @ ina: baiklah. anda segera dihukum cambuk. *siap2 menyerahkan cambuk pada bajak laut yg pindah rumah, devari..*

    @ blogdokter: gapapa, dok. yg penting blognya rapi jali dg pengunjung bejibun. hehe..

  24. bikin konsultasi tata bahasa bli…..

  25. buat tambahan:
    zaman, bukan jaman
    imbau, bukan himbau
    izin, bukan ijin
    risiko, bukan resiko

    Satu lagi. Tahu gak beda penggunaan kata perempuan dan wanita, atau laki-laki dan pria?
    Kata guru bahasa indonesiaku dulu, wanita dan pria digunakan untuk orang yang sudah menikah. Sementara perempuan dan laki-laki bisa digunakan bebas, gak ada urusan dia sudah menikah atau belum.
    Bener gak ton?

  26. @ dek didi: maunya gitu. tp ga ada yg mau bayar pas konsultasi. jdnya gratisin gen.πŸ˜€

    @ ervie: makasih, bu editor yg baik. kalo ada lg, bagi2 ya.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s