Category Archives: Daily Life

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. 🙂

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

Advertisements

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Enaknya ML di Hari Valentine

Karena inilah aku menikmati benar pekerjaanku saat ini. Senin sampai Rabu aku duduk manis di depan komputer kantor. Kerjaku mengedit tulisan orang yang dikirim buat majalah tempatku kerja part time. Sambil ngedit, aku bisa online dari sekitar pukul 8.30 hingga pukul 5 sore. Makanya aku jadi rajin ngeblog atau gaul di milis. Hehe.

Kadang-kadang, jika ada pekerjaan lain di hari Senin, Selasa, atau Rabu di luar urusan kantor ini, aku tinggal menukarnya dengan hari lain. Batasnya hanya aku harus masuk tiga hari dalam seminggu.

Lalu, sisa hari lain dalam seminggu itu aku bisa gunakan untuk kerjaan lain-lain. Asiknya pekerjaan lain itu, menulis lepas, bisa dilakukan sambil jalan-jalan dan makan-makan. Sudah jalan-jalan dan makan-makan, dibayar pula. Hehe..

Continue reading

35 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran

Oh, Kirain Sakti Itu Batangan

Pesta sudah usai. Launching Bali Blogger Community (BBC) sudah dilakukan dua hari lalu. Membaca tulisan-tulisan semeton belogger soal launching di blog mereka masing-masing, aku pikir memang semuanya senang dengan acara itu. Lumayanlah. Tidak sia-sia bermandi keringat, darah, dan air mata. Hahaha..

Di balik itu, masih ada cerita menarik untuk bahan pelajaran, setidaknya untukku sendiri.

Continue reading

15 Comments

Filed under Blogging, Daily Life, Pikiran

Akhirnya BBC Launching Juga

Ya, akhirnya Bali Blogger Community launching juga petang tadi. Meski ada beberapa hal yang tidak sesuai harapanku, namun secara umum, launching tadi memuaskan. Mungkin malah lebih.

Ada beberapa hal memang yang tidak sesuai harapan. Misalnya master of ceremony alias pembawa acara. Jauh-jauh hari aku sudah minta tolong Bonar, teman penyiar di Hard Rock FM, untuk jadi MC. Teman sejak zaman miskin moral ini awalnya sudah oke. Eh, seminggu menjelang hari H, dia bilang ternyata tidak bisa. Soale dia harus jadi MC di audisi Indonesian Idol. Ya, piye maneh. Jelas saja dia tidak bisa jadi MC di launching. Sempat cari beberapa orang lain, tapi ternyata susah juga.

Continue reading

49 Comments

Filed under Bali, Blogging, Daily Life

Barter Selendang dengan Uang

Bertemu dengan orang-orang baru, juga budayanya, selalu menyenangkan. Ini pula yang aku temui selama perjalanan di Flores pada 19-23 Januari lalu.

Salah satu budaya yang aku tahu adalah prosesi menerima tamu, terutama untuk orang yang pertama kali bertemu. Ritual bernama karong sanga (bener gak ya nulisnya?), upacara penyambutan tamu oleh suku Manggarai, ini aku alami tiga kali. Pertama kali di kantor Yakines, LSM lokal di Manggarai Barat. Kedua di Desa Munting, Kecamatan Lembor. Ketiga, di Desa Lontoh, Kecamatan Lembor juga.

Continue reading

10 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran

Nak Jawa Belajar Bahasa Bali

Nyempal dikit dari tulisan bersambung soal perjalanan ke Flores. Tiba-tiba aku pengen nulis soal bahasa.

Jawa dan Bali itu memiliki karakter yang tidak jauh beda. Misalnya soal feodalisme. Menurutku keduanya memiliki budaya yang bertingkat-tingkat dalam interaksi, termasuk soal bahasa. Kalau di Jawa, terutama Mataraman alias Jawa Timur bagian barat daya dan Jawa Tengah bagian selatan serta Yogyakarta, masyarakatnya mengenal tingkatan dalam bahasa, maka begitu pula Bali. Berbicara dengan orang yang lebih tua harus menggunakan tingkat bahasa lebih halus dibanding dengan bahasa untuk orang yang sepantaran.

Setahuku ini berbeda dengan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang tidak ada tingkatan bahasanya. Jadi kita bisa menggunakan bahasa yang sama untuk siapa saja dengan bahasa Melayu.

Continue reading

43 Comments

Filed under Bali, Daily Life, Pikiran

Tak Ada Kasur, Nyebur pun Jadi

Hotel Gardena, tempat aku menginap di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores pada hari pertama aku di Flores (19/1) sebenarnya asik banget tempatnya. Hotelnya sederhana. Dinding kamarnya dari anyaman bambu. Tidak ada AC, hanya kipas angin. Dengan harga per kamar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per malam, hotel ini bisa jadi pilihan murah untuk menikmati laut dan bukit Labuan Bajo.

Namun, hotel ini juga terkesan tidak rapi. Tumbuhan tdak terawat ada di depan kamar. Tidak ada petunjuk jalan ke tiap kamar yang jaraknya satu sama lain saling berjauhan. Untuk ke kamar tamu harus meniti jalan berundak dan bercabang. Aku malah sempat kesasar ketika akan balik ke kamar. Apalagi penerangan tidak cukup. Tidak hanya temaram. Gelap bahkan.

Continue reading

6 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan