Category Archives: Keluarga

Terjawab Sudah Kegelisahan Itu

Lega rasanya setelah aku baca hasil tes darah itu. Tidak ditemukan malaria. “Trombosit juga normal. Gejala DB juga tidak ada. Silakan lanjut saja minum obatnya,” kata dokter cantik di Nikki Media siang ini. Waah, tidak sia-sia aku merapal doa pas Jumatan tadi. Hihi..

Hasil tes darah itu memang jadi jawaban menyenangkan. Soale aku kepikiran banget soal kemungkinan kena malaria. Pikiran ini muncul setelah kemarin siang mampir ke kantor. Tidak tahan hanya diam di rumah, siangnya aku ke kantor juga untuk sedikit pekerjaan. Padahal fisikku sepertinya belum fit benar. Tapi ya maksa dikit sing ken-ken lah.

Continue reading

Advertisements

18 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. 🙂

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Dadong, Beristirahatlah dengan Tenang

Sejak pertama kali bertemu dengan dadong, aku merasa ada sesuatu yang mengikatku dengannya. Rasa ini seperti halnya ketika aku pertama kali lewat di daerah Pekarangan, Manggis, Karangasem. Melihat bukit, sawah, dan laut yang menyatu di desa ini, aku seperti melihat Mencorek, kampungku di Lamongan. Melihat dadong, bisa jadi juga seperti melihat nenekku sendiri.

Mungkin karena aku memang kehilangan kakek dan nenek sejak kecil. Aku tidak terlalu mengenal nenek dan kakekku. Kakek nenek dari bapak tidak pernah ku kenal sama sekali. Keluarga dari bapakku memang agak misterius. Hampir semua saudara tidak pernah bertemu dengan kakek nenek dari bapak. Kakek dari ibu sudah meninggal sejak aku belum lahir. Lalu, nenek dari ibu sudah meninggal ketika aku mungkin masih TK. Aku tidak ingat persis kapan. Satu hal yang jelas, aku tidak terlalu dekat dengan nenekku. Dia lebih akrab dengan cucu-cucu lain. Maklum, aku punya banyak sepupu.

Continue reading

8 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Mengawali Tahun dengan Puja

Puja pagi mengawali tahun baru 2008. Ketika hari masih gelap dan orang-orang mungkin masih terlelap, kami duduk bersila di ruang belakang gedung pertemuan. Bale puja yang biasa digunakan untuk berdoa agak basah karena hujan yang mengguyur semalam. Udara pun masih lembab. Dingin.

Sekitar 15 menit sebelumnya aku sudah ke tempat itu. Kadek Dian, koordinator murid-murid di ashram, semalam bilang puja pagi akan dimulai pukul 5. Tapi ketika aku ke sana pukul 5 pagi itu, belum ada satu orang pun. Aku lalu kembali ke kamar ashram di lantai dua gedung Taman Kanak-kanak. Aku kembali merebahkan badan, menarik selimut, lalu berbaring sambil melihat Bani dan Bunda di kasur sebelahku.

Continue reading

11 Comments

Filed under Bali, Daily Life, Keluarga, Perjalanan

Merry Christmas and Happy New Year

 

bani-bunda-ayahframe.jpg

~Dear Our Beloved Friends~
Selamat Natal dan Tahun Baru
Semoga Kasih Ini Terus Terjaga
Semoga Damai Ini Tak Pernah Usai
Subak Dalem, 24 Desember 2007
~Bani dan Ayah Bunda~

10 Comments

Filed under Keluarga

Biar Kere Asal Bebas

Ketika kami lagi berbaring sambil baca koran, istriku menceritakan keinginannya untuk bekerja tetap di salah satu media yang akan segera terbit di Bali. Koran punya grup Media Citra Nusantara itu katanya akan terbit Januari nanti. Beberapa temanku di sana. Salah satunya yang kemudian ngobrol sama Lode, istriku, untuk kerja di sana saja.

Hmm, ini masalah yang sudah berkali-kali kami diskusikan. Aku juga kadang-kadang iri melihat teman kerja terikat. Sepertinya enak dengan rutinitas berangkat pagi, kerja sepanjang hari, dan pulang ketika petang. Lalu tiap akhir atau awal bulan kita dapat gaji atas pekerjaan tersebut. Besar kecilnya relatif. Yang jelas kita dapat pendapatan tetap. Dan, inilah yang dicari istriku.

Continue reading

21 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga, Pekerjaan, Uncategorized

Bani yang Cerewet dan Malas

Bani, anak kami, bisa jadi mewakili ciri-ciri Ayah Bundanya. Pertama cerewet. Kedua malas.

Cerewetnya baru terasa akhir-akhir ini. Dia mulai suka teriak-teriak tidak jelas. Ngoceh. Mungkin dia lagi bayangin orasi di pinggir jalan. Atau dia lagi mikir jualan jamu di Pasar Kreneng.

Continue reading

8 Comments

Filed under Keluarga