Tag Archives: Internet

Ternyata Kita Memang Perlu Aturan

Kita memang tidak bisa hidup nyaman tanpa aturan. Awalnya aku pikir kedewasaan sebuah kelompok tidak dinilai dari banyaknya aturan pada kelompok itu namun pada bagaimana anggota kelompok saling menghormati satu sama lain. But, then, itu tetep perlu sebuah aturan meski aturan itu tidak tertulis.

Ini pula yang aku pelajari di mailing list (milis) Bali Blogger Community (BBC).

Ketika membuat milis ini, aku hanya berpikir untuk membuat tempat blogger Bali bisa saling kenal. Ide bikin milis ini muncul dari Dewi dan Prima pas kami ketemuan pertama kali. Bolehlah aku sebut kopdar pertama ini sebagai cikal bakal berdirinya BBC. Sebab dari kopdar bareng Kang Ayip juga ini lalu muncul ide bikin mailing list dan agregator untuk blogger Bali.

Continue reading

25 Comments

Filed under Blogging, Pikiran

Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..

Usai ngobrol sama Yanuar, Arie, dan Novan, soal persiapan launching Bali Blogger Community (BBC) di Popo Danes, aku makan siang di Warung Tresni Renon. Tentu saja setelah jadi umat yang taat. Jumatan maksudnya. Pas aku baru duduk usai pesan tipat kuah, menu favoritku di warung Bli Putu Indrawan ini, datang Bli Anom, wartawan Radio Global.

Ternyata di warung itu ada juga Bli Redika, humas PLN Bali. Tak lama, datang pula Mas Ema, wartawan Bisnis Indonesia di Bali dan senior di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Aku lupa kapan terakhir ketemu teman-teman ini. Sepertinya sudah lama. But, meski lama tidak ketemu, ternyata ada bahan obrolan langsung klik: soal blog.

Continue reading

20 Comments

Filed under Blogging, Pikiran, Uncategorized

Komentator, Haruskah jadi Provokator?

Aku agak ragu-ragu ketika akan menulis posting ini. Pertama, ada beberapa hal yang muncul di kepala untuk ditulis. Tapi ketika sudah mau aku tulis, aku mikir lagi. Untuk apa sih aku menulisnya di blog? Lalu aku baru sadar. Ternyata aku nulis hanya karena ingin ada yang mengomentari, bukan karena aku memang ingin menulis. Kedua, aku juga takut tulisan ini akan dibaca nyinyir sama orang lain. Takut orang lain akan menuduh aku songong dan lain-lain. Ini memunculkan pertanyaan, “Aduh, sejak kapan dibaca orang harus jadi pertimbangan utama bagiku ketika akan menulis di blog? Kenapa harus takut dituduh atau dikomentari orang lain?”

Well, tulisan dibaca orang tentu menyenangkan. Apalagi sampai dikomentari. Tapi lama-lama kok aku mikir itu seperti bumerang. Memang sih, di satu sisi itu berarti tulisanku tidak jadi sekadar masturbasi. Komentar dari orang yang berkunjung berarti ada respon meski hanya beberapa orang dan kadang lebih sering basa-basi. Lalu, lama-lama kok aku makin termotivasi menulis hanya untuk sekadar mendapat komentar. Artinya, komentar sudah jadi motivasi utama. Itu sih terasa akhir-akhir ini.

Continue reading

9 Comments

Filed under Daily Life, Pikiran, Uncategorized

Blogging, Nungging, Anjing

Melawan hujan dan badai (cailah..) kami tetap berangkat ke Ubud pagi ini. Sejak dari rumah, hujan campur angin tidak juga berhenti. Tapi demi sebuah janji (mmm, tepatnya kesanggupan untuk datang, sih) maka aku dan istri tetap ke sana untuk melihat pameran di Komaneka Gallery Ubud.

Pameran karya Wayan Suja bertema plush-tick ini termasuk unik. Setidaknya aku belum pernah nemu tema pameran begini. Bagaimana plastik itu menjadi penanda (tick) dari sebuah kesenangan sesaat (plush). Hmm, ini cultural studies banget..

Continue reading

6 Comments

Filed under Blogging, Daily Life, Pikiran

Ada Udang di Balik Jancuk!

Tulisan ini dibuat ketika aku sedang menunggu proses komputer di tempatku kerja part time. Entah kenapa komputer ini tiba-tiba agak lambat ketika lagi buka imel dan blogging. Jadi, daripada bengong mikir jorok, aku bikin aja tulisan ini. Kali ini soal..

–eh, sik. Aku teken Alt+Tab dulu untuk lihat apakah prosesnya sudah kelar… Kutu kupret tenyata semua masih pada muter-muter belum selesai proses.-.

Balik lagi. Sampai mana tadi? Oya, kali ini soal bahasa saja. Soalnya masih hangat. Sehangat isu global warming mungkin.

Continue reading

8 Comments

Filed under Aneka Rupa, Bali, Daily Life, Pikiran

Soal StarOne yang Menyebalkan

Ini sekaligus klarifikasi soal StarOne.

Pekan lalu, pas bayar langganan StarOne bulan pertama, aku sekalian tanya soal pemakaian yang makin menyebalkan. Mbak di customer service melayani dengan simpatik. Di tengah panas dan kemacetan tengah hari Jl Teuku Umar, pelayanannya mengesankan. Apalagi aku udah pasang tampang judes duluan ketika tanya2.

Soal pemakaian StarOne yang makin sering tulalit, kata mbak itu sih, tidak semata karena StarOne. Bisa jadi karena modemnya. Aku pakai modem merk Venus.

“Kalau pake Wawe (?) mungkin lebih stabil,” katanya sembari menyusulkan kalimat bahwa dia tidak bermaksud menjelek2kan produk tertentu dan mempromosikan produk lain.

Continue reading

8 Comments

Filed under Aneka Rupa, Blogging, Daily Life

Ketika StarOne Makin Menyebalkan

Pagi ini aku berniat memposting tulisan-tulisan di Bale Bengong. Maklum, seminggu ke depan aku akan pulang kampung, mudik lebaran. Jadi pengennya ada arsip selama seminggu ke depan yang akan muncul tiap hari di Bale Bengong.

But, niat itu berubah jadi rasa dongkol gara-gara koneksi internet. Sudah sebulan ini aku langganan StarOne yang disediakan Indosat. Tapi makin hari layanan ini makin mengecewakan. Minggu awal aku pakai provider ini sih lumayan menyenangkan. Kecepatannya setara, atau bahkan lebih, dibanding beberapa warnet langgananku. Tak hanya untuk ngemail, ngeblog, untuk download dan upload pun bagus.

Meski tidak terlalu ngerti teknis layanan internet, cukuplah kalau aku bilang bahwa StarOne layak diandalkan. Aku kasi nilai 8,5 untuk layanan ini.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pekerjaan