Tag Archives: Keluarga

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. :)

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Simalakama Hotel di Labuan Bajo

Sebelum berangkat ke Flores, banyak teman di kantor tempatku kerja part time yang sudah mengingatkan beberapa hal. Misalnya jalan yang berkelok-kelok dari ujung ke ujung, panas di satu daerah namun dingin di bagian lain, juga ancaman malaria. Maka, secara psikologis aku sudah sadar dengan semua kondisi itu meski tidak siap-siap amat.

Namun, aku benar-benar tidak siap dengan hilangnya sinyal provider yang ku pakai, Pro XL, di Flores. Kehilangan sinyal membuatku seperti kehilangan akal sehat. Aku begitu cemas dan khawatir. Mungkin aku berlebihan. Tapi kehilangan sinyal telepon memang benar-benar membuatku tidak tenang selama sore itu.

Continue reading

12 Comments

Filed under Pekerjaan, Perjalanan

Dadong, Beristirahatlah dengan Tenang

Sejak pertama kali bertemu dengan dadong, aku merasa ada sesuatu yang mengikatku dengannya. Rasa ini seperti halnya ketika aku pertama kali lewat di daerah Pekarangan, Manggis, Karangasem. Melihat bukit, sawah, dan laut yang menyatu di desa ini, aku seperti melihat Mencorek, kampungku di Lamongan. Melihat dadong, bisa jadi juga seperti melihat nenekku sendiri.

Mungkin karena aku memang kehilangan kakek dan nenek sejak kecil. Aku tidak terlalu mengenal nenek dan kakekku. Kakek nenek dari bapak tidak pernah ku kenal sama sekali. Keluarga dari bapakku memang agak misterius. Hampir semua saudara tidak pernah bertemu dengan kakek nenek dari bapak. Kakek dari ibu sudah meninggal sejak aku belum lahir. Lalu, nenek dari ibu sudah meninggal ketika aku mungkin masih TK. Aku tidak ingat persis kapan. Satu hal yang jelas, aku tidak terlalu dekat dengan nenekku. Dia lebih akrab dengan cucu-cucu lain. Maklum, aku punya banyak sepupu.

Continue reading

8 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Mengawali Tahun dengan Puja

Puja pagi mengawali tahun baru 2008. Ketika hari masih gelap dan orang-orang mungkin masih terlelap, kami duduk bersila di ruang belakang gedung pertemuan. Bale puja yang biasa digunakan untuk berdoa agak basah karena hujan yang mengguyur semalam. Udara pun masih lembab. Dingin.

Sekitar 15 menit sebelumnya aku sudah ke tempat itu. Kadek Dian, koordinator murid-murid di ashram, semalam bilang puja pagi akan dimulai pukul 5. Tapi ketika aku ke sana pukul 5 pagi itu, belum ada satu orang pun. Aku lalu kembali ke kamar ashram di lantai dua gedung Taman Kanak-kanak. Aku kembali merebahkan badan, menarik selimut, lalu berbaring sambil melihat Bani dan Bunda di kasur sebelahku.

Continue reading

11 Comments

Filed under Bali, Daily Life, Keluarga, Perjalanan

Merry Christmas and Happy New Year

 

bani-bunda-ayahframe.jpg

~Dear Our Beloved Friends~
Selamat Natal dan Tahun Baru
Semoga Kasih Ini Terus Terjaga
Semoga Damai Ini Tak Pernah Usai
Subak Dalem, 24 Desember 2007
~Bani dan Ayah Bunda~

10 Comments

Filed under Keluarga

Rebutan Wacana di Rumah Tangga

Sebenarnya hari ini aku berniat posting tentang Bali Post. –Aduh, kok aku sentimen banget sih sama mereka?-. Tapi karena ada diskusi “gawat” di rumah pagi ini, maka aku pikir hasil diskusi atau diskusinya itu sendiri lebih menarik untuk ditulis. Kali ini soal rebutan wacana di rumah tangga.

Pagi ini, ketika aku menikmati sarapan dengan menu ayam suwir, tempe goreng, dan oseng-oseng kangkung, Lode, istriku, tiba-tiba nyeletuk, “Kenapa sih tidak banyak orang yang mau membicarakan isu dapur. Padahal kan ini isu yang penting juga. Sekali-kali kek tanya tentang bagaimana prosesnya, apa susahnya masak, bla-bla-bla.”

Intinya ada dua hal yang diprotes istriku.

Continue reading

8 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Keluarga, Pikiran

Maunya Nulis Sesuatu, Tapi..

Tiba-tiba terdengar suara Bani dari kamar pagi ini. Pukul 7.10 Wita. Bani sudah bangun. Maka ditunda saja semua yang ada di kepala: tutupnya Koran Bali dan makin hegemoniknya Bali Post.

Ntar saja dilanjut lagi. Sekarang, main sama Bani..

5 Comments

Filed under Daily Life, Jurnalisme, Keluarga