Tag Archives: Personal

Di Balik Pindahnya Kantor Kami

Minggu kemarin, akhirnya kantor Sloka Institute pindah dari Jl Drupadi II/3 Renon ke Jl Noja Ayung Oongan Denpasar Timur. Kami angkut-angkut semua barang yang ada di rumah kontrakan itu sampai tiga kali bolak-balik pakai pick up. Dari kantor yang sewa Rp 11 juta per tahun ini, kami pindah ke ruko seharga sekitar Rp 2,5 juta setahun. Harganya pakai sekitar karena kantor baru ini punya mertuaku sendiri. Jadinya bisa ditawar. Hehe..

Pindahnya kantor ini karena bocornya tidak bisa lagi ditolerir, sudah kelewatan. Juga karena harga yang naik meski pelayanan dari penyewa buruk banget. Tapi lebih penting lagi karena kami memang sudah tidak butuh tempat seperti rumah sebelumnya itu. Kami harus mengubah strategi lagi.

Continue reading

14 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Pikiran

Terjawab Sudah Kegelisahan Itu

Lega rasanya setelah aku baca hasil tes darah itu. Tidak ditemukan malaria. “Trombosit juga normal. Gejala DB juga tidak ada. Silakan lanjut saja minum obatnya,” kata dokter cantik di Nikki Media siang ini. Waah, tidak sia-sia aku merapal doa pas Jumatan tadi. Hihi..

Hasil tes darah itu memang jadi jawaban menyenangkan. Soale aku kepikiran banget soal kemungkinan kena malaria. Pikiran ini muncul setelah kemarin siang mampir ke kantor. Tidak tahan hanya diam di rumah, siangnya aku ke kantor juga untuk sedikit pekerjaan. Padahal fisikku sepertinya belum fit benar. Tapi ya maksa dikit sing ken-ken lah.

Continue reading

18 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Maka Tidurlah Aku dengan Harry Potter

Tiba-tiba sesuatu dari perutku seperti mau keluar. Padahal, tas sudah di punggung. Kunci motor sudah di tangan. Aku sudah siap kerja hari ini. Tapi sesuatu itu terus mendesak-desak meski aku sudah berusaha keras menahannya. Dan, aku pun tak bisa menahannya. Aku muntah, persis pas mau berangkat ke kantor.

Aku pikir hari ini kondisiku sudah bagus. Apalagi kemarin sudah ke dokter dan istirahat di rumah sambil ngenet seharian. Tiga jenis obat, sesuatu yang sangat tidak aku sukai, pun sudah kutelan semuanya sejak kemarin dan hari ini. Eh, ternyata salah. Hari ini fisikku belum mau diajak ke kantor.

Maka, aku pun menyerah pada fisikku. Sudahlah, istirahat saja di rumah. Kembali ke kasur dan menyelesaikan buku terakhir Harry Potter..

18 Comments

Filed under Daily Life

Tiada Hujan Tiada Badai

Begitulah, tiada hujan tiada badai, tiba-tiba badanku demam ga karuan dua hari ini. Tubuh yang aneh. Cepet banget sih KO?

18 Comments

Filed under Uncategorized

Togel, Godel, Whadehel!

Tak terasa, ternyata sudah lama juga aku tidak ketemu dengan karibku yang satu ini. Namanya tidak boleh disebut. Tidak etis. Soale ini hubungannya dengan konfidensialitas, prinsip di mana kerahasiaan status seseorang harus disimpan sampai dia sendiri yang membuka statusnya. Teman itu positif HIV. Aku boleh nyebut status saja, asal tidak menyebut nama. Sebut sajalah namanya Adi. Dia pernah bertahun-tahun kecanduan heroin. Dan karena ini dia tertular HIV.

Kami teman akrab sejak aku kenal lebih dekat isu HIV/AIDS dan narkoba di Bali pada 2005 lalu. Tapi teman ini pula, yang aku wawancarai pertama kali ketika aku menulis isu AIDS untuk GATRA, tempatku kerja waktu itu. Adi inilah orang dengan HIV/AIDS yang kukenal pertama kali, sekitar 2002. Eh, lha dalah, ketika aku kenal lebih intens soal HIV/AIDS ternyata dia jadi teman akrabku.

Continue reading

10 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. :)

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Enaknya ML di Hari Valentine

Karena inilah aku menikmati benar pekerjaanku saat ini. Senin sampai Rabu aku duduk manis di depan komputer kantor. Kerjaku mengedit tulisan orang yang dikirim buat majalah tempatku kerja part time. Sambil ngedit, aku bisa online dari sekitar pukul 8.30 hingga pukul 5 sore. Makanya aku jadi rajin ngeblog atau gaul di milis. Hehe.

Kadang-kadang, jika ada pekerjaan lain di hari Senin, Selasa, atau Rabu di luar urusan kantor ini, aku tinggal menukarnya dengan hari lain. Batasnya hanya aku harus masuk tiga hari dalam seminggu.

Lalu, sisa hari lain dalam seminggu itu aku bisa gunakan untuk kerjaan lain-lain. Asiknya pekerjaan lain itu, menulis lepas, bisa dilakukan sambil jalan-jalan dan makan-makan. Sudah jalan-jalan dan makan-makan, dibayar pula. Hehe..

Continue reading

35 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran

Akhirnya BBC Launching Juga

Ya, akhirnya Bali Blogger Community launching juga petang tadi. Meski ada beberapa hal yang tidak sesuai harapanku, namun secara umum, launching tadi memuaskan. Mungkin malah lebih.

Ada beberapa hal memang yang tidak sesuai harapan. Misalnya master of ceremony alias pembawa acara. Jauh-jauh hari aku sudah minta tolong Bonar, teman penyiar di Hard Rock FM, untuk jadi MC. Teman sejak zaman miskin moral ini awalnya sudah oke. Eh, seminggu menjelang hari H, dia bilang ternyata tidak bisa. Soale dia harus jadi MC di audisi Indonesian Idol. Ya, piye maneh. Jelas saja dia tidak bisa jadi MC di launching. Sempat cari beberapa orang lain, tapi ternyata susah juga.

Continue reading

49 Comments

Filed under Bali, Blogging, Daily Life

Barter Selendang dengan Uang

Bertemu dengan orang-orang baru, juga budayanya, selalu menyenangkan. Ini pula yang aku temui selama perjalanan di Flores pada 19-23 Januari lalu.

Salah satu budaya yang aku tahu adalah prosesi menerima tamu, terutama untuk orang yang pertama kali bertemu. Ritual bernama karong sanga (bener gak ya nulisnya?), upacara penyambutan tamu oleh suku Manggarai, ini aku alami tiga kali. Pertama kali di kantor Yakines, LSM lokal di Manggarai Barat. Kedua di Desa Munting, Kecamatan Lembor. Ketiga, di Desa Lontoh, Kecamatan Lembor juga.

Continue reading

10 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran

Bukit, Gunung, Pantai, Gereja

Sebenarnya, jalan raya di Flores tidak seseram yang aku bayangkan. Ketika teman-teman di Bali pada bilang bahwa jalan raya di Flores berupa kelokan tak berkesudahan dan naik turun serta jauh antar-kotanya, maka aku mikir jalan berliku-liku yang lebih parah dari jalan Bedugul-Singaraja atau Bedugul-Seririt di Bali. Jalan menuju Bali bagian utara ini sering bikin aku pusing. Aku bahkan pernah sekali sampai muntah.

Teman-teman di kantor tempatku kerja part time pun bilang kalau jalan di Flores tidak ada bandingannya di Bali. Lalu aku mikir jalan di Puncak, Bogor yang menuju atau dari Bandung. Ini pun berkelok-kelok dan curam. Namun temanku tetap bilang di Flores lebih parah. Makanya aku jadi keder juga. Aku paling takut kalau nanti sampai muntah gara-gara jalanan yang curam dan berkelok-kelok itu.

Continue reading

18 Comments

Filed under Pekerjaan, Perjalanan