Tag Archives: Peta Media

Gurita Media Keluarga Cendana

Hingga hari ini Soeharto masih terbujur sakit di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Begitu banyak perhatian oleh media menimbulkan banyak pertanyaan di kepalaku. Dari sudut pandang muatan media atau analisis isi media, sangat jelas bahwa berita soal Soeharto mendapat tempat utama di media. Sebatas pada media-media yang kubaca seperti Bali Post, Jawa Pos, dan Kompas, berita tentang Soeharto hampir selalu jadi headline.

Di semua TV juga begitu. Tiada berita tanpa sakitnya Soeharto. Metro TV, Trans TV, SCTV, RCTI, TPI, dan seterusnya semua memberitakan Soeharto. Berita tentang Soeharto dengan segera menenggelamkan berita-berita tentang bencana di berbagai tempat, termasuk banjir di sepanjang Bengawan Solo. Entah ke mana semua berita itu menghilang? Masalah ribuan pengungsi kini berganti sakitnya mantan diktator sekaligus pahlawan di negeri ini.

Continue reading

15 Comments

Filed under Jurnalisme, Pikiran

Hantu Blok M dalam Sejarah Tempo

Kesimpulan yang langsung muncul di otakku setelah baca buku ini adalah: membaca buku ini sama dengan bercinta. Bagian paling enak (orgasme) ada di akhir. Begitu pula buku ini.

Setelah membaca delapan bab ditambah Prolog dan Pengantar, aku merasa bagian paling enak dari buku ini ternyata ada di Bab 9. Bab berjudul Hantu Belau ini menampilkan fakta yang belum pernah aku tahu sebelumnya dari mana pun. Bahwa pernah ada hantu bernama Blok M dalam sejarah majalah ikon kebebasan pers di Indonesia ini.

Continue reading

11 Comments

Filed under Buku, Jurnalisme, Pikiran

Tanggapan terhadap Hak Jawab soal Bali Post

Kritikku terhadap jual beli berita oleh Bali Post ternyata lumayan membuat repot. Tapi ini menyenangkan. Mendapat kritik sama menyenangkannya dengan menulis itu sendiri. Kata William Shakespeare, ”Tanpa kritik, kita bukanlah apa-apa.”

Makanya aku sampai nulis berhari-hari -cailah!- untuk bikin tanggapan terhadap tanggapan dua penanggap seperti di tulisan-tulisan sebelumnya. Jadi ini sudah kayak zaman Piala Dunia kemarin. Ada pemain, ada komentator, ada pengomentar komentator, ada lagi orang yang mengomentari komentar dari orang yang mengomentari komentator. Bingung kan? :)

Continue reading

14 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Jurnalisme, Pikiran

Bukan Hak Jawab, Harap Diposting

Masih soal tulisan Ada Uang Anda Masuk Koran. Hari ini ada email masuk ke inbox-ku mengomentari tulisan tersebut. Pengirimnya Retno Endah Kadarwati Sadar Retno. Aku tidak tahu hubungan Bu Retno ini dengan Bali Post atau Kelompok Media Bali Post. Dia juga tidak menyebut hubungannya dengan Bali Post. Namun dari isi emailnya, sepertinya Bu Retno ini bekerja di sana.

Aku tidak mengedit tulisan itu. Hanya memilah beberapa paragraf karena terlalu gemuk. Selebihnya tidak ada sama sekali yang berubah.

Continue reading

15 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme

Halo, Siapa Pemilik Rumah Tulisan?

Awalnya isi tulisan di posting ini adalah SMSku dengan seorang teman terkait isi blog. Tidak ada maksud untuk mengecewakan pihak lain, apalagi seorang teman, dengan posting itu.

Lalu aku baru tahu kalau teman tersebut keberatan. Hmm, ini pukulan telak bagiku. Aku pikir SMS itu tidak jadi soal kalau dimasukkan di blog. Ternyata asumsi itu salah.

Continue reading

4 Comments

Filed under Daily Life

Ada Uang, Anda Masuk Koran

Oke. Oke. Akhirnya toh aku harus menulis juga soal “dosa-dosa” Bali Post di mataku. Ingat, ini di mataku. Belum tentu di mata orang lain. Pikiran soal ini sudah lama banget. Tapi aku tahan-tahan terus. Ya jelas saja karena tidak enak hati dan tidak berani. Lha wong Bali Post gitu loh..

Tapi lama-lama aku takut jadi bisul di otak lalu meledak -hahaha- kalau disimpen terus. Makanya yowislah. Ditulis saja. Kata orang bijak, kebenaran tetap harus disampaikan meski menyakitkan. -Hatjing!-Jadi ya aku tulis saja.

Continue reading

26 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme, Pikiran

Selamat Datang Dua Stasiun TV Baru

Aha, akhirnya siaran juga. Malam ini aku lihat Jimbarwana TV sudah siaran di UHF 51. Di pojok kanannya masih ada tulisan Siaran Percobaan. Tapi meski masih percobaan, siarannya oke juga. Pas aku nonton pukul 19.30an tadi acaranya Indonesian Hits. Ada Slank, Repvblik, dan Kangen (ehm!).

Kelar lagu mellow dari Kangen Band ganti acara Ilen-Ilen. Tidak terlalu jelas soal apa acara ini. Pas aku nonton sih ada Lolak dan Bogler (?) lagi nglawak di pentas. Mirip acara Agustusan. Lawakannya asik. Setidaknya bisa mengimbangi Extravaganza di Tran TV. Cuma ya namanya TV punya Pemkab Jembrana, jadi ya isinya sebagian nyanjung-nyanjung bupati Jembrana Gede Winasa. Jimbarwana TV memang punya Pemkab Jembrana yang sekarang dipimpin bupati Gede Winasa.

Continue reading

78 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme, Pikiran