Tag Archives: Terorisme

Mahalnya Pengamanan Sebuah Sidang

Pemprov Bali mengeluarkan dana Rp 1,5 milyar untuk persiapan persidangan bom Bali. Dana konsumsi petugas pengamanan jauh lebih banyak.

Dengan alasan keamanan, sidang kasus bom Bali digelar Senin pekan ini di Gedung Wanita Nari Graha Denpasar. Gedung ini masuk di kawasan gubernuran Renon Denpasar. Gedung ini menghadap Jl Tjut Nya’ Dien. Di kanan Nari Graha tedapat gedung Kesehatan Provinsi Bali. Di kiri terdapat Gedung Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan serta Gudang Induk Provinsi Bali. Di belakangnya ada gedung Dinas Pertanian Tanaman Pangan yang bersebelahan dengan Kejaksaan Tinggi Bali.

Kantor Gubernur Bali dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berjarak sekitar seratus meter dari lokasi yang mendapat perhatian dari sekitar 115 media massa lokal, nasional, dan internasional ini. Lapangan Puputan Renon, alun-alun terbesar di Bali, hanya berjarak sekitar 75 m. Di lapangan ini siap siaga dua helikopter meski tidak diadakan sidang.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping, Pekerjaan

Persidangan dengan Pengunjung Orang Dalam

Sidang pertama kasus bom Bali digelar Senin pekan ini. Pengunjungnya “orang dalam”.

Satu per satu, anggota jaksa penuntut umum (JPU) saling berpelukan di pelataran Pura Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Senin pekan lalu sebelum sidang dimulai. Sebelumnya, tiga anggota JPU Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, dan Wayan Suwela diperciki tirta (air) oleh “pemangku” Nengah Budhiyasa, yang sehari-hari juga jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. “Sembahyang ini dilakukan khusus untuk persiapan para jaksa agar diberi kekuatan oleh Tuhan,” kata Budhiyasa, sang “pemangku”. Salah seorang jaksa wanita di Kejati Bali bahkan berkaca-kaca ketika menyalami para jaksa yang akan menuntut terdakwa Amrozi tersebut.

Sidang kasus peledakan bom Bali resmi dilaksanakan Senin pekan ini. Terdakwa pertama yang diadili adalah Amrozi bin H Nur Hasyim. JPU terdiri dari Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, Wayan Suwela, Urip Tri Gunawan, Erna Normawati, dan Mohammad Salim. Nama terakhir ini khusus didatangkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Continue reading

1 Comment

Filed under Bali, Kliping

Kuta, Malaysia, Al-Qaeda

Al-Qaeda memberikan dana dalam peledakan bom di Kuta. Aliran dana dibuat tidak jelas.

Benarkah peledakan bom di Kuta 12 Oktober lalu hanya didanai oleh hasil perampokan emas di Banten oleh Kelompok Serang? Jawabnya, tidak! Sebab tidak mungkin peledakan sebesar itu hanya menggunakan uang hasil perampokan. Dan, Wan Min Wan Mat memberikan jawaban siapa yang mendanai peledakan yang memakan korban 202 orang itu.

Aliran dana itu tergambar melalui pengakuan Wan Min Wan Mat, salah satu tersangka kasus bom Bali yang berasal dari Malaysia. Dalam pemeriksaan yang berlangsung awal Januari lalu itu Wan Min mengaku memberikan dana kepada Ali Ghufron alias Muklas alias Sofwan. Uang tersebut diberikan secara bertahap. Pertama sebesar US$ 15.500 pada April 2002. Kedua sebesar US$ 10.000 dan 200.000 baht Thailland pada Mei 2002. Terakhir pada September 2002 sebesar US$ 5000.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping

Sama Nama Beda Bendera

Ali Imron dan Ali Gufron mencabut kuasa hukumnya pada TPM dan dialihkan pada LBH Bulan Bintang. Amrozi tetap didampingi TPM. Ada tujuan politis?

Rabu pekan ini, Tim Pembela Muslim (TPM) seharusnya tidak mendampingi Ali Imron dalam pemeriksaan. Apalagi Alik diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi tersangka lain. Namun TPM yang terdiri dari Achmad Michdan, Made Rahman, Andi Windo, dan Akhmad Kholid itu harus menunggu pemeriksaan kliennya. Ketika istirahat di sela-sela pemeriksaannya sebagai saksi bagi tersangka yang lain, Alik, panggilan akrab Ali Imron ditemui empat anggota TPM. Pertemuan berlangsung sekitar 20 menit pada tengah hari di ruang Reserse Umum Gedung Direktorat Reserse Polda Bali.

Setelah menemui Alik, Made Rahman dan kawan-kawannya menemui Ali Gufron yang pada hari itu juga diperiksa sebagai tersangka. Pertemuan berlangsung di ruang Penyidikan Ekonomi lantai dua gedung yang sama. Dalam pertemuan sekitar 15 menit itu, TPM juga membahas persoalan seperti dikatakan pada Ali Imron. TPM menanyakan kebenaran pencabutan surat kuasa kedua tersangka kasus bom Bali itu pada TPM. Mukhlas sendiri mengaku kaget dengan adanya pemindahan kuasa hukum. Sebab dari awal dia sudah memberikan kuasa hukum pada TPM.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping