Tag Archives: Travelling

Barter Selendang dengan Uang

Bertemu dengan orang-orang baru, juga budayanya, selalu menyenangkan. Ini pula yang aku temui selama perjalanan di Flores pada 19-23 Januari lalu.

Salah satu budaya yang aku tahu adalah prosesi menerima tamu, terutama untuk orang yang pertama kali bertemu. Ritual bernama karong sanga (bener gak ya nulisnya?), upacara penyambutan tamu oleh suku Manggarai, ini aku alami tiga kali. Pertama kali di kantor Yakines, LSM lokal di Manggarai Barat. Kedua di Desa Munting, Kecamatan Lembor. Ketiga, di Desa Lontoh, Kecamatan Lembor juga.

Continue reading

10 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran

Bukit, Gunung, Pantai, Gereja

Sebenarnya, jalan raya di Flores tidak seseram yang aku bayangkan. Ketika teman-teman di Bali pada bilang bahwa jalan raya di Flores berupa kelokan tak berkesudahan dan naik turun serta jauh antar-kotanya, maka aku mikir jalan berliku-liku yang lebih parah dari jalan Bedugul-Singaraja atau Bedugul-Seririt di Bali. Jalan menuju Bali bagian utara ini sering bikin aku pusing. Aku bahkan pernah sekali sampai muntah.

Teman-teman di kantor tempatku kerja part time pun bilang kalau jalan di Flores tidak ada bandingannya di Bali. Lalu aku mikir jalan di Puncak, Bogor yang menuju atau dari Bandung. Ini pun berkelok-kelok dan curam. Namun temanku tetap bilang di Flores lebih parah. Makanya aku jadi keder juga. Aku paling takut kalau nanti sampai muntah gara-gara jalanan yang curam dan berkelok-kelok itu.

Continue reading

18 Comments

Filed under Pekerjaan, Perjalanan

Tak Ada Kasur, Nyebur pun Jadi

Hotel Gardena, tempat aku menginap di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores pada hari pertama aku di Flores (19/1) sebenarnya asik banget tempatnya. Hotelnya sederhana. Dinding kamarnya dari anyaman bambu. Tidak ada AC, hanya kipas angin. Dengan harga per kamar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per malam, hotel ini bisa jadi pilihan murah untuk menikmati laut dan bukit Labuan Bajo.

Namun, hotel ini juga terkesan tidak rapi. Tumbuhan tdak terawat ada di depan kamar. Tidak ada petunjuk jalan ke tiap kamar yang jaraknya satu sama lain saling berjauhan. Untuk ke kamar tamu harus meniti jalan berundak dan bercabang. Aku malah sempat kesasar ketika akan balik ke kamar. Apalagi penerangan tidak cukup. Tidak hanya temaram. Gelap bahkan.

Continue reading

6 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan

Simalakama Hotel di Labuan Bajo

Sebelum berangkat ke Flores, banyak teman di kantor tempatku kerja part time yang sudah mengingatkan beberapa hal. Misalnya jalan yang berkelok-kelok dari ujung ke ujung, panas di satu daerah namun dingin di bagian lain, juga ancaman malaria. Maka, secara psikologis aku sudah sadar dengan semua kondisi itu meski tidak siap-siap amat.

Namun, aku benar-benar tidak siap dengan hilangnya sinyal provider yang ku pakai, Pro XL, di Flores. Kehilangan sinyal membuatku seperti kehilangan akal sehat. Aku begitu cemas dan khawatir. Mungkin aku berlebihan. Tapi kehilangan sinyal telepon memang benar-benar membuatku tidak tenang selama sore itu.

Continue reading

12 Comments

Filed under Pekerjaan, Perjalanan

Membelah Pulau Seribu Bukit

Meski melelahkan, perjalanan membelah Flores sebenarnya bisa jadi kegiatan wisata yang menarik. Pantai, bukit, dan gunung terhampar sepanjang pulau yang layak disebut Pulau Seribu Bukit ini.

Aku berniat menulis perjalanan lima hari di sana secara tematis, bukan kronologis. Tapi itu kan ide. Lain lagi praktiknya. Hehe.. Tiba-tiba hari aku ingin nulis mengalir saja. Seperti biasa, tidak usah pusing soal tetek bengek aturan nulis. Tulis saja apa yang ada di kepala.

Maka aku mau nulis panjang meski nanti bisa juga dibagi jadi beberapa bagian. Dan, kali ini aku mau memulainya dari tempat pertama yang aku datangi, Labuan Bajo.

Continue reading

3 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan

Solo, Timlo, dan Loyo

Di tengah perjalanan minggu ini, aku nemu warnet juga. Maka aku girang bukan kepalang. Meski badan sangat loyo, bisa online seperti mengalahkan itu semua. *Alamak, heroik sajaaaaaan!*

Yup, ini lagi Solo. Seharian tadi jalan ke tiga lokasi. Begitu turun dari Bandara Adi Sucipto Jogja, aku dan Jelle langsung ke Solo. Di sana ngobrol sama temen2 LSKBB, LSM mitra tempatku kerja part time. Kami ngobrol soal program mereka di bidang consumer awareness untuk produk pertanian organik. Ini masih sisa pekerjaan membuat dokumentasi program sustainable agriculture chain development, advocacy, dan consumer awareness untuk tempat kerja part time. Lanjut setelah di Flores lima hari.

Continue reading

6 Comments

Filed under Daily Life, Pekerjaan, Perjalanan

Garuda Wisnu Kencana, a neglected mega project

Anton Muhajir, Contributor, Jimbaran

The 50 or so visitors milling around the 20-hectare Garuda Winsu Kencana cultural park in Jimbaran looked small in comparison to their surroundings.

“It’s like visiting a cemetery,” said a young girl watching the sunset from the park, which sits on a hill south of Denpasar.

The beautiful and serene park, overlooking Jimbaran Bay, was originally meant to be the best cultural park in Indonesia, and maybe, one day, the world.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping, Perjalanan

Perjalanan ke Alas Purwo Banyuwangi

Ketika ada teman yang mengajak liburan ke Banyuwangi, aku mengiyakan saja. Kenapa tidak? Kalo gak salah sudah tiga tahun ini aku Nyepi di Bali. Terakhir aku keluar Bali pas Nyepi sekitar 2001 lalu. Waktu itu ke Lombok. Menikmati Senggigi, Kute, Narmada, Sesaot, Gili Meno, juga ayam bakar Taliwang. Hm, pedesnya siapa tahan..

So, Nyepi ini aku ikut saja ke Banyuwangi. Toh, biasanya juga hanya lewat. Itu juga kalo perjalananku ke Jawa lewat jalur selatan. Setiap tempat baru biasanya membuatku bersemangat. Mumpung liburan tiga hari. Jadi refreshing bentarlah.

Kamis sore kami sampai Ketapang. Wowok, temanku itu ngajak nginep di tempat om-nya. Jumat pagi kami baru dijemput Agung, teman kuliah yang sudah lulus. Sekarang dia kerja di Petrokimia Gresik untuk wilayah Banyuwangi. Nama tempat temenku tuh asik juga, Glenmore. Mirip2 bahasa Inggris atau Belanda. Kata Agung sih memang dari bahasa Belanda. Kurang lebih artinya dataran tinggi. Dulu banyak Londo tinggal di Glenmore untuk ngurus kebun. Daerah ini memang banyak perkebunan sampai sekarang.

Continue reading

4 Comments

Filed under Perjalanan, Uncategorized

Malang Mendung Terus

Mendung menggantung sejak sore kemarin aku sampe Malang. Aku tidak terlalu nyaman dengan cuaca dingin. Kulingkarkan syal di leher ketika baru turun dari bus. Kusedekapkan tangan, barangkali bisa mengusir dingin. Toh, bulu kudukku masih berdiri. Cuaca ini tidak terlalu akrab bagiku.

Beberapa hari ini aku memang hanya menemui cuaca mendung. Barangkali tidak hanya kita, alam pun tengah berduka dengan apa yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.

-Semoga semua korban bencana itu; di Aceh, Sumatera Utara, India, Phuket, Srilanka, dst mendapat tempat semestinya di surga-

Tadi pas lewat depan Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, puluhan mahasiswa sedang melakukan aksi solidaritas untuk Aceh. Beberapa pasang mahasiswa sedang berdiri di tengah jalan sambil membawa kardus terbuka, meminta sumbangan. Hm, seharusnya aku juga melakukan hal yang sama kalau tidak sedang melakukan perjalanan ini.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Daily Life, Perjalanan, Uncategorized

Dunia Memang Tidak Adil

Jumat sampe Minggu lalu liputan – apa liburan ya? 🙂 – di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Dari Denpasar sekitar 200 km, perlu waktu sekitar 3 jam naik mobil pribadi. Kalau dengan kendaraan umum mungkin lebih lama. Pemuteran desa kecil di bibir pantai utara Bali. Ada jalan raya besar menghubungkan Gilimanuk dan Singaraja. Gilimanuk pintu masuk utama ke Bali jika lewat darat. Sedangkan Singaraja, dulunya ibukota Bali sebelum kemudian pindah ke Denpasar.

Pemuteran termasuk desa kering. Buktinya pas aku ke sana, tanah desa berdebu. Kering. Pohon-pohon juga meranggas tanpa daun. Di bagian selatan desa ini, bukit Pulaki membentang dengan bentuk kaya grafik: dari paling rendah lalu naik. Cuma bukit itu keliatan kering. Di beberapa titik keliatan kerontang. Di bagian utara, desa ini berbatas pantai utara. Dan, ini yang jadi daya tarik Pemuteran.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Bali, Pekerjaan, Perjalanan, Pikiran, Uncategorized