Monthly Archives: October 2002

Bali Akan Cepat Pulih

Wawancara dengan I Gde Wiratha, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran [PHRI] dan Ketua Kamar Dagang Industri [Kadin] Bali terkait recovery pasca-bom Bali 12 Oktober 2002.

Bagaimana pengaruh pengeboman di Legian terhadap pariwisata Bali?
Pariwisata di Bali memiliki aset sampai Rp 190 trilyun. Itu hanya hotel dan restoran di Bali. Devisa yang dihasilkan mencapai Rp 70 trilyun per tahun untuk Bali. Karenanya terang saja ini akan mengakibatkan sedikit goncangan bagi perekonomian Bali. Tapi tidak akan lama. Saya yakin akan cepat pulih.

Seberapa cepat?
Enam bulan.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Bali, Kliping, Pekerjaan

Derita Korban Pengeboman

Dua cerita tentang korban bom Bali 12 Oktober 2002.

Korban: I Nyoman Mawa, 43 tahun

Tatapan mata Ni Made Kitik, 38 tahun, mengarah mendatar ke depan. Seperti melihat sesuatu yang kosong. Sesuatu yang jauh dan tak bisa diambil. Dari wajahnya, ibu dua anak itu seperti memikirkan hal berat. Suasana duka di rumahnya masih kental terasa. Di teras rumahnya masih ada sesajen punjung, yang dipersembahkan pada arwah orang yang baru meninggal. Ada foto suaminya, yang hingga kini tidak jelas keberadaannya, I Nyoman Mawa, 42 tahun.

Kamis (17/10) ketika ditemui GATRA di kediamannya, Kitik membuatkan rujak untuk arwah suaminya. “Dia datang pada mimpi saya semalam. Minta dibuatkan rujak,” katanya. Hingga saat ini, Kitik masih merasa suaminya belum meninggal. Perempuan kelahiran Pedungan, Denpasar Selatan ini mngaku sering didatangi suaminya ketika malam. “Saya masih merasa dia ada dan mendatangi kami,” ujarnya lirih. Mimiknya mencoba tersenyum, getir.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Kliping, Pekerjaan