Monthly Archives: November 2007

Ketika Tulisan Dilawan Tuntutan

Terjadi lagi. Wartawan diadili gara-gara tulisannya. Kali ini Bersihar Lubis, yang menulis esai di Koran Tempo, diadili di PN Depok gara-gara mengkritik pembakaran buku sejarah oleh Kejaksaan Negeri Depok. Aduh, ini bener-bener parah. Sudah walikotanya suka bakar buku, kini kejaksaannya nuntut wartawan.

Walikota dan Kejaksaan itu seharusnya berpikir. Buku ya dilawan buku. Tulisan ya dilawan tulisan. Bukan mentang-mentang punya kuasa lalu main tuntut seenaknya!

Ini tulisan Bang Bersihar Lubis di Koran Tempo 1 Maret 2007 itu. Semua aku peroleh dari milis Pantau-Komunitas yang dikirim Bonnie Triyana. Ini sebagai bentuk solidaritas untuk Bang Bersihar, meski tidak pernah kenal. Continue reading

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Film Maksa Jakarta Undercover

Lama tidak nonton. Mungkin tiga bulan lalu terakhir sewa VCD di Zeenemax yang sekarang sudah tidak ada di Jl Gatsu Timur yang dekat rumahku. Apalagi nonton di Wisata 21. Ah, dua tahun lebih mungkin tidak main ke Wisata Jl Thamrin.

Minggu-minggu ini aku berniat sewa VCD. Tapi lupa terus.. Maka ketika hari ini istriku sewa tiga VCD, aku senang bukan kepalang. Malam ini kami nonton Jakarta Undercover. Dan, totally, film ini mengecewakan..

Film ini nipu. Di tagline film ditulis kalau film ini based on #1 best seller by Moammar Emka dengan judul yang sama. Nyatanya materi film ini sama sekali tidak nyambung dengan isi buku cah Tuban lulusan pondok pesantren yang lebih suka dugem daripada ngaji tersebut.

Continue reading

13 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Pikiran

Ada Uang, Anda Masuk Koran

Oke. Oke. Akhirnya toh aku harus menulis juga soal “dosa-dosa” Bali Post di mataku. Ingat, ini di mataku. Belum tentu di mata orang lain. Pikiran soal ini sudah lama banget. Tapi aku tahan-tahan terus. Ya jelas saja karena tidak enak hati dan tidak berani. Lha wong Bali Post gitu loh..

Tapi lama-lama aku takut jadi bisul di otak lalu meledak -hahaha- kalau disimpen terus. Makanya yowislah. Ditulis saja. Kata orang bijak, kebenaran tetap harus disampaikan meski menyakitkan. -Hatjing!-Jadi ya aku tulis saja.

Continue reading

26 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme, Pikiran

Rebutan Wacana di Rumah Tangga

Sebenarnya hari ini aku berniat posting tentang Bali Post. –Aduh, kok aku sentimen banget sih sama mereka?-. Tapi karena ada diskusi “gawat” di rumah pagi ini, maka aku pikir hasil diskusi atau diskusinya itu sendiri lebih menarik untuk ditulis. Kali ini soal rebutan wacana di rumah tangga.

Pagi ini, ketika aku menikmati sarapan dengan menu ayam suwir, tempe goreng, dan oseng-oseng kangkung, Lode, istriku, tiba-tiba nyeletuk, “Kenapa sih tidak banyak orang yang mau membicarakan isu dapur. Padahal kan ini isu yang penting juga. Sekali-kali kek tanya tentang bagaimana prosesnya, apa susahnya masak, bla-bla-bla.”

Intinya ada dua hal yang diprotes istriku.

Continue reading

8 Comments

Filed under Aneka Rupa, Daily Life, Keluarga, Pikiran

Selamat Datang Dua Stasiun TV Baru

Aha, akhirnya siaran juga. Malam ini aku lihat Jimbarwana TV sudah siaran di UHF 51. Di pojok kanannya masih ada tulisan Siaran Percobaan. Tapi meski masih percobaan, siarannya oke juga. Pas aku nonton pukul 19.30an tadi acaranya Indonesian Hits. Ada Slank, Repvblik, dan Kangen (ehm!).

Kelar lagu mellow dari Kangen Band ganti acara Ilen-Ilen. Tidak terlalu jelas soal apa acara ini. Pas aku nonton sih ada Lolak dan Bogler (?) lagi nglawak di pentas. Mirip acara Agustusan. Lawakannya asik. Setidaknya bisa mengimbangi Extravaganza di Tran TV. Cuma ya namanya TV punya Pemkab Jembrana, jadi ya isinya sebagian nyanjung-nyanjung bupati Jembrana Gede Winasa. Jimbarwana TV memang punya Pemkab Jembrana yang sekarang dipimpin bupati Gede Winasa.

Continue reading

78 Comments

Filed under Bali, Jurnalisme, Pikiran

Maunya Nulis Sesuatu, Tapi..

Tiba-tiba terdengar suara Bani dari kamar pagi ini. Pukul 7.10 Wita. Bani sudah bangun. Maka ditunda saja semua yang ada di kepala: tutupnya Koran Bali dan makin hegemoniknya Bali Post.

Ntar saja dilanjut lagi. Sekarang, main sama Bani..

5 Comments

Filed under Daily Life, Jurnalisme, Keluarga

Portal Personal, Merayakan Kebebasan Informasi

Hmm, lama tidak nulis opini serius. Kalau tidak salah sih terakhir kali pas Media Indonesia memuat tulisan resensiku soal mengorganisasi diri dengan informasi Mei lalu.

Dan, kali ini aku bikin tulisan opini serius lagi. Tulisan ini pesanan Koran Pak Oles untuk edisi akhir tahun tentang jurnalisme warga. Ya sekalian media campaign tentan blog lah.

You. Yes, you. You control the Information Age. Welcome to your world. (TIME)

Senin, 12 November lalu jadi peristiwa bersejarah dalam perjalanan blogger dunia. Sebab pada hari itu, salah satu blogger terkemuka di Mesir, Wael Abbas, mendapat penghargaan prestisius dalam pencapaian jurnalis media mainstream dari the International Center for Journalists (ICFJ). Blogger Wael Abbas mendapat Knight International Journalism Award yang selama ini hanya diberikan pada jurnalis. Inilah dua hal yang akhirnya mendapat pengakuan secara formal: bahwa blogger pun masuk dalam ranah jurnalisme.

Continue reading

4 Comments

Filed under Blogging, Jurnalisme, Pikiran