Tag Archives: Bani

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. :)

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading

19 Comments

Filed under Daily Life, Keluarga

Mengawali Tahun dengan Puja

Puja pagi mengawali tahun baru 2008. Ketika hari masih gelap dan orang-orang mungkin masih terlelap, kami duduk bersila di ruang belakang gedung pertemuan. Bale puja yang biasa digunakan untuk berdoa agak basah karena hujan yang mengguyur semalam. Udara pun masih lembab. Dingin.

Sekitar 15 menit sebelumnya aku sudah ke tempat itu. Kadek Dian, koordinator murid-murid di ashram, semalam bilang puja pagi akan dimulai pukul 5. Tapi ketika aku ke sana pukul 5 pagi itu, belum ada satu orang pun. Aku lalu kembali ke kamar ashram di lantai dua gedung Taman Kanak-kanak. Aku kembali merebahkan badan, menarik selimut, lalu berbaring sambil melihat Bani dan Bunda di kasur sebelahku.

Continue reading

11 Comments

Filed under Bali, Daily Life, Keluarga, Perjalanan

Merry Christmas and Happy New Year

 

bani-bunda-ayahframe.jpg

~Dear Our Beloved Friends~
Selamat Natal dan Tahun Baru
Semoga Kasih Ini Terus Terjaga
Semoga Damai Ini Tak Pernah Usai
Subak Dalem, 24 Desember 2007
~Bani dan Ayah Bunda~

10 Comments

Filed under Keluarga

Bani yang Cerewet dan Malas

Bani, anak kami, bisa jadi mewakili ciri-ciri Ayah Bundanya. Pertama cerewet. Kedua malas.

Cerewetnya baru terasa akhir-akhir ini. Dia mulai suka teriak-teriak tidak jelas. Ngoceh. Mungkin dia lagi bayangin orasi di pinggir jalan. Atau dia lagi mikir jualan jamu di Pasar Kreneng.

Continue reading

8 Comments

Filed under Keluarga

Maunya Nulis Sesuatu, Tapi..

Tiba-tiba terdengar suara Bani dari kamar pagi ini. Pukul 7.10 Wita. Bani sudah bangun. Maka ditunda saja semua yang ada di kepala: tutupnya Koran Bali dan makin hegemoniknya Bali Post.

Ntar saja dilanjut lagi. Sekarang, main sama Bani..

5 Comments

Filed under Daily Life, Jurnalisme, Keluarga

Untuk Bani Anak Kami

Bani Anakku,

Ketika kau menangis saat Ayah akan pergi
Lalu apa lagi yang Ayah cari?

Ketika kau tersenyum saat Ayah baru datang
Lalu ke mana lagi Ayah pulang?

Maka, cukuplah, Bani
Biarkan Ayah di sini bersamamu sepanjang hari

*Ketika Bani nangis gara-gara aku mau pergi untuk cukur rambut tadi pagi. Jadi Bani pun ikut bareng ke tempat cukur. Punya Bani. Hmm, lalu apa lagi yang aku cari?*

3 Comments

Filed under Keluarga

Bani Nawalapatra

Hari ini terakhir ikut pelatihan relawan sobat setelah mulai dari Senin lalu. Tiap hari dateng dari jam 9 smp jam 5 sore di dalam kelas terus kecuali utk dua kali break dan sekali makan siang. Melelahkan.. Tapi sykurlah kelar juga. Pelatian ini utk tahu bagaimana jadi sobat bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha). Yang ngadain pelatian, Bali+ lembaga support untuk Odha di Bali. Ya, itu ajalah soal kegiatan minggu ini.

Sekarang udah Jumat. Selalu menyenangkan kalo akhir pekan gini. Paling ga Sabtu+Minggu bisa sedikit santai meski masih ada tulisan yang belum kelar. Now lagi buka2 imel+blog. Ada yang menarik di jiwamerdeka.blogspot.com dan electronposts.blogspot.com. Dua milis yg lumayan menambah spirit melawan otoritarian yg makin parah di negara ini: soal RU APP.

Oya, semalem udah dapat nama. Anak kami -kata dokter sih akan lahir sekitar Oktober- udah kami siapin nama: Bani Nawalapatra.

Udah, ah. Istirahat dulu..

Leave a comment

Filed under Daily Life, Keluarga, Uncategorized